Ilmuwan China Temukan Kerabat Dekat Virus Corona 7 Tahun Lalu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 07 Juli 2020 | 13:30 WIB
Ilmuwan China Temukan Kerabat Dekat Virus Corona 7 Tahun Lalu
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan China menemukan virus Corona yang mematikan 96 persen mirip dengan jenis virus Covid-19 di tambang, yang ditinggalkan di China pada tujuh tahun lalu.

Tambang yang terletak ratusan mil dari Wuhan itu menjadi perhatian para ilmuwan, setelah enam orang yang bertugas membersihkan kotoran kelelawar di tambang jatuh sakit karena penyakit misterius, di mana tiga di antaranya meninggal dunia.

Gejala yang muncul termasuk demam tinggi, anggota badan sakit, dan kesulitan bernapas. Hal ini membingungkan dokter sampai seorang ahli menyebut mereka mungkin terinfeksi virus Corona yang berbeda terkait dengan strain wabah SARS tahun 2002-2004 silam.

Sampel beku yang dibawa ke Institut Virologi Wuhan mengandung strain yang sama dan diungkapkan oleh para ilmuwan sebagai kerabat terdekat yang diketahui dari jenis virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia saat ini.

Shi Zengli, kepala Center of Emerging Infectious Diseases institut yang dijuluki "Perempuan Kelelawar" karena perjalanan berburu virus ke gua kelelawar dalam 16 tahun terakhir, mengatakan kepada Scientific American pada Juni bahwa para pekerja tambang telah dibunuh oleh jamur mematikan.

Tetapi, rincian perawatan para pasien ditemukan oleh Times di surat-surat yang ditulis oleh seorang dokter junior yang bekerja di rumah sakit yang menerima para pasien tersebut dan seorang mahasiswa PhD yang bekerja di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Mereka tidak mengkonfirmasi penyebab kematian, tetapi menyebut penyebab yang paling mungkin adalah virus Corona yang mirip SARS dari kelelawar.

Dua dari para pekerja itu meninggal dengan cepat, sementara empat empat sisanya dibawa untuk melakukan tes, termasuk tes antibodi untuk virus Corona. Dua pasien pulih dan memiliki tingkat antibodi yang tinggi daripada yang dirawat rumah sakit, di antaranya satu meninggal dunia.

Sampel tambang yang disebut RaTG13 dideskripsikan dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada 3 Februari juga mengungkap susunan genetik lengkap dari virus Covid-19.

baca juga

Studi tersebut mengatakan kesamaan virus yang erat memberikan bukti bahwa virus Covid-19 mungkin berasal dari kelelawar. Namun, satu-satunya detail dari mana sampel itu berasal adalah bahwa itu diambil dari kelelawar Rhinolophus affinis di provinsi Yunnan pada 2013.

Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Sebuah makalah lain yang diterbitkan pada 2016 tentang strain yang ditemukan di tambang bersama dengan beberapa lainnya yang ditemukan di koloni kelelawar, tetapi sampel tersebut dinamai RaBtCoV/4991.

Database virus kelelawar yang diterbitkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China mendaftarkannya keduanya sebagai jenis yang sama dan keduanya juga telah dicocokkan oleh para ilmuwan di India dan Austria.

Menurut Peter Daszak, ahli penyakit hewan yang membantu Institut Wuhan melacak virus selama 15 tahun, membenarkan kesamaan itu tetapi mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang penggantian nama itu.

"Orang-orang konspirasi mengatakan ada sesuatu yang mencurigakan tentang perubahan nama, tetapi dunia telah berubah dalam enam tahun sehingga sistem pengkodean telah berubah," ucap Daszak, seperti dilansir dari Metro, Selasa (7/7/2020).

Tetapi, ilmuwan lain yang diwawancarai untuk laporan itu mempertanyakan kurangnya investigasi lebih lanjut tentang RaTG13 sebagai sangat tidak biasa, mengingat adanya kematian tiga dari enam penambang yang melakukan kontak dengannya.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Sementara itu, NewScientist telah menarik perhatian pada makalah tahun 2016 tentang RaTG13 milik Harvard Medical School yang memperingatkan virus itu dapat bereplikasi di sel pernapaan manusia.

Para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut tentang virus itu terhalang oleh larangan pemerintah Amerika Serikat pada pekerjaan apapun yang mengubah virus dengan risiko yang bisa membuat virus lebih berbahaya.

China tidak memiliki larangan serupa. Pekerjaan yang dilakukan Shi dan timnya pada 2015 dideskripsikan sebagai percobaan pada virus Corona untuk melihat apakah virus itu bisa menjadi lebih menular.

Para ahli tidak setuju apakah RaTG13 bisa bermutasi menjadi virus Covid-19 hanya dalam beberapa tahun. Diyakini sejumlah akademisi telah menulis ke Nature dan meminta Institut Wuhan untuk mengklarifikasi dari mana sampel berasal, namun tidak ada tanggapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Kekebalan pada Virus Corona Cuma Sebentar dan Terbatas Beberapa Orang

Ahli: Kekebalan pada Virus Corona Cuma Sebentar dan Terbatas Beberapa Orang

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 12:06 WIB

Ratusan Ilmuwan Ajukan Banding, Sebut Virus Corona Menyebar Puluhan Meter

Ratusan Ilmuwan Ajukan Banding, Sebut Virus Corona Menyebar Puluhan Meter

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 11:11 WIB

Visualisasi Ini Tunjukkan Efektivitas Masker Kurangi Droplets Virus Corona

Visualisasi Ini Tunjukkan Efektivitas Masker Kurangi Droplets Virus Corona

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:15 WIB

Virus Corona Sudah Ada Bertahun-tahun Tapi Tidak Aktif, ini Dugaan Pakar

Virus Corona Sudah Ada Bertahun-tahun Tapi Tidak Aktif, ini Dugaan Pakar

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:12 WIB

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:30 WIB

Singapura dan Filipina Masih Alami Penambahan Kasus Virus Corona

Singapura dan Filipina Masih Alami Penambahan Kasus Virus Corona

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 20:21 WIB

Terkini

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

×