Ratusan Ilmuwan Ajukan Banding, Sebut Virus Corona Menyebar Puluhan Meter

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 07 Juli 2020 | 11:11 WIB
Ratusan Ilmuwan Ajukan Banding, Sebut Virus Corona Menyebar Puluhan Meter
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Ratusan ilmuwan menandatangani banding untuk membahas temuan penelitian yang menyatakan, bahwa tetesan napas atau droplets dari orang yang terinfeksi virus corona bisa menyebar lebih dari 1,5 meter. Ilmuwan tersebut berasal 32 negara di berbagai belahan dunia. 

Dilansir dari MedicalXpress, ada sebanyak 239 penandatangan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknik, termasuk virologi, fisika aerosol, dinamika aliran, paparan dan epidemiologi, kedokteran, dan teknik bangunan.

Permohonan pembahasan ini akan ditujukan pada otiritas kesehatan internasional dan akan dipublikasikan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases. 

"Studi oleh para penandatangan dan ilmuwan lain telah menunjukkan tanpa keraguan bahwa virus dihembuskan dalam mikrodroplet yang cukup kecil untuk tetap tinggi di udara dan menimbulkan risiko pajanan melebihi 1 hingga 2 meter oleh orang yang terinfeksi," kata Profesor Lidia  Morawska, direktur Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Udara Internasional.

"Pada kecepatan udara dalam ruangan indoor tertentu, tetesan 5 mikron akan melakukan perjalanan puluhan meter, jauh lebih besar dari skala kamar biasa yang bisa menetap dari ketinggian 1,5 m di atas lantai," imbuhnya.

Menurut Morawska, penandatangan banding yang datang dari banyak disiplin ilmu memungkinkan untuk memahami karakteristik dan mekanisme di balik pembentukan mikrodroplet pernapasan. Serta memahami bagaimana virus bertahan dalam mikrodroplet dan bagaimana pola aliran udara membawa mikrodroplet di gedung.

"Kami khawatir orang mungkin berpikir bahwa mereka dilindungi sepenuhnya dengan mengikuti rekomendasi saat ini (jarak 1-2 meter), tetapi pada kenyataannya, tindakan pencegahan tambahan di udara diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus lebih lanjut," kata Morawska.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Untuk mengurangi risiko penularan, para ahli merekomendasikan beberapa langkah yang perlu Anda lakukan, antara lain:

- Berikan ventilasi yang memadai dan efektif terutama di gedung-gedung publik, lingkungan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan panti jompo.

baca juga

- Tambahan ventilasi umum untuk  kontrol infeksi melalui udara seperti pembuangan lokal, penyaringan udara efisiensi tinggi, dan lampu ultraviolet kuman.

- Hindari kepadatan yang berlebihan, khususnya di transportasi umum dan bangunan umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertambah 55 Orang, RSD Wisma Atlet Rawat 754 Pasien Positif Corona

Bertambah 55 Orang, RSD Wisma Atlet Rawat 754 Pasien Positif Corona

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:23 WIB

Visualisasi Ini Tunjukkan Efektivitas Masker Kurangi Droplets Virus Corona

Visualisasi Ini Tunjukkan Efektivitas Masker Kurangi Droplets Virus Corona

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:15 WIB

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB