Suara.com - Ratusan ilmuwan menandatangani banding untuk membahas temuan penelitian yang menyatakan, bahwa tetesan napas atau droplets dari orang yang terinfeksi virus corona bisa menyebar lebih dari 1,5 meter. Ilmuwan tersebut berasal 32 negara di berbagai belahan dunia.
Dilansir dari MedicalXpress, ada sebanyak 239 penandatangan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknik, termasuk virologi, fisika aerosol, dinamika aliran, paparan dan epidemiologi, kedokteran, dan teknik bangunan.
Permohonan pembahasan ini akan ditujukan pada otiritas kesehatan internasional dan akan dipublikasikan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.
"Studi oleh para penandatangan dan ilmuwan lain telah menunjukkan tanpa keraguan bahwa virus dihembuskan dalam mikrodroplet yang cukup kecil untuk tetap tinggi di udara dan menimbulkan risiko pajanan melebihi 1 hingga 2 meter oleh orang yang terinfeksi," kata Profesor Lidia Morawska, direktur Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Udara Internasional.
"Pada kecepatan udara dalam ruangan indoor tertentu, tetesan 5 mikron akan melakukan perjalanan puluhan meter, jauh lebih besar dari skala kamar biasa yang bisa menetap dari ketinggian 1,5 m di atas lantai," imbuhnya.
Menurut Morawska, penandatangan banding yang datang dari banyak disiplin ilmu memungkinkan untuk memahami karakteristik dan mekanisme di balik pembentukan mikrodroplet pernapasan. Serta memahami bagaimana virus bertahan dalam mikrodroplet dan bagaimana pola aliran udara membawa mikrodroplet di gedung.
"Kami khawatir orang mungkin berpikir bahwa mereka dilindungi sepenuhnya dengan mengikuti rekomendasi saat ini (jarak 1-2 meter), tetapi pada kenyataannya, tindakan pencegahan tambahan di udara diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus lebih lanjut," kata Morawska.

Untuk mengurangi risiko penularan, para ahli merekomendasikan beberapa langkah yang perlu Anda lakukan, antara lain:
- Berikan ventilasi yang memadai dan efektif terutama di gedung-gedung publik, lingkungan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan panti jompo.
- Tambahan ventilasi umum untuk kontrol infeksi melalui udara seperti pembuangan lokal, penyaringan udara efisiensi tinggi, dan lampu ultraviolet kuman.
- Hindari kepadatan yang berlebihan, khususnya di transportasi umum dan bangunan umum.