Bill Gates Sentil Cara CDC Tangani Pandemi Covid-19, Begini Katanya...

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 10 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Bill Gates Sentil Cara CDC Tangani Pandemi Covid-19, Begini Katanya...
Pendiri Microsoft, Bill Gates. [Shutterstock]

Suara.com - Pendiri Microsoft Bill Gates percaya bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) "dikekang" oleh Gedung Putih, atas tanggapan CDC terhadap virus Corona (Covid-19) sejak awal pandemi.

Bill Gates mengatakan bahwa ia mengharapkan CDC berada di garis depan dalam melawan pandemi karena CDC terdiri dari "orang-orang pintar", tetapi mantan pimpinan Micosoft itu menyebut mereka telah "disingkirkan".

Bill Gates juga mengatakan bahwa ia berulang kali diberitahu harus menghubungi Gedung Putih ketika ia dan yayasannya mendekati CDC untuk bekerja melawan pandemi. Miliarder itu pun mengklaim bahwa pengujian virus Corona di Amerika Serikat "sepenuhnya sampah" dan sebagian besar tes sia-sia.

"Saya terkejut dengan situasi Amerika Serikat karena orang terpintar di bidang epidemiologi di dunia, paling banyak berada di CDC. Saya berharap mereka melakukan lebih baik. Anda akan berharap CDC menjadi yang paling terlihat, bukan Gedung Putih atau bahkan Anthony Fauci. Tapi mereka belum menjadi wajah epidemi," jelas Bill Gates, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (10/8/2020).

Ilustrasi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika). [ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP]
Ilustrasi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika). [ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP]

Dia membeberkan, orang CDC dilatih berkomunikasi dengan tidak membuat orang panik, tetapi membuat orang menganggap serius sesuatu.

"Mereka pada dasarnya sudah diberangus sejak awal," tegasnya.

Bill Gates menambahkan bahwa Gedung Putih tidak mengizinkan CDC melakukan upayanya, sejak Maret dan setelahnya. Menurutnya, pekerjaan badan tersebut tidak dapat memberi manfaat bagi rakyat Amerika.

Bill Gates muncul sebagai kritikus terhadap respons negara itu terhadap pandemi Covid-19 selama berbulan-bulan. Dia pun telah berbicara sebelumnya tentang perlunya kolaborasi dengan negara lain, untuk pengujian yang lebih baik dan bagaimana yayasannya mendukung pembuatan vaksin.

Pada April, Bill dan Melinda Gates Foundation mengatakan bahwa akan berfokus memerangi virus Corona dengan memberi "perhatian total".

Yayasan tersebut sebelumnya telah bekerja untuk menanggapi pandemi lain, seperti krisis Ebola. Bill Gates sendiri sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat harus bersiap menghadapi pandemi seperti yang dialami saat ini.

"Lalu ada periode waktu beberapa bulan pertama pandemi ketika Amerika Serikat benar-benar mempersulit perusahaan penguji komersial untuk mendapatkan persetujuan tes, CDC memiliki volume tes yang sangat rendah, dan mereka tidak membiarkan orang lain melakukan pengujian," kata Bill Gates.

Dia pun menilai, larangan bepergian juga datang terlambat. Begitu juga dengan anjuran penggunaan masker.

Dalam wawancara Wired, Bill Gates juga melayangkan kritik keras untuk pengujian yang dilakukan AS dan mengklaim banyak tes yang diberikan sia-sia karena datang terlambat serta memberikan peluang bagi orang-orang terinfeksi virus ketika menunggu hasilnya keluar.

"Mayoritas dari semua tes di Amerika Serikat benar-benar sampah. Sia-sia," ucap Gates.

Bill Gates menyarankan, agar perusahaan yang membuat tes harus mengganti biaya beradasarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasilnya.

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]
Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]

"Jika Anda tidak peduli seberapa terlambatnya waktu hasil pengujian keluar dan Anda mengganti biaya pada tingkat yang sama, tentu saja mereka akn mengambil setiap pelanggan. Karena mereka menghasilkan uang yang konyol dan kebanyakan orang kayalah yang mendapatkan akses ke sana," katanya.

Ia melanjutkan, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak dapat berubah karena pemerintahan federal menetapkan sistem penggantian biaya dan sejauh ini, seruan untuk mengubahnya telah diabaikan.

"Ketika kami memberi tahu mereka untuk mengubahnya, mereka berkata 'sejauh yang kami tahu, kami hanya melakukan pekerjaan dengan baik'. Kami adalah satu-satunya negara di dunia yang menghabiskan uang paling banyak untuk pengujian. Perbaiki penggantiannya," tambah Bill Gates.

Menurut data yang dikumpulkan Proyek Pelacakan Covid-19, Amerika Serikat saat ini melakukan rata-rata sekitar 739.000 tes setiap hari. Ada lebih dari 4,9 juta tes positif yang tercatat di seluruh Amerika Serikat dan lebih dari 161.000 orang Amerika meninggal karena Covid-19.

Di sisi lain, Presiden Trump berulang kali membanggakan keberhasilan negaranya dalam hal pengujian. Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan, Amerika Serikat harus mendapatkan kredit untuk pengujian yang ditingkatkan.

Terlepas dari kritiknya terhadap pengujian dan Gedung Putih, Bill Gates tetap berharap jalur cepat menuju vaksin, mengingat yayasannya menjanjikan 1,6 miliar dolar AS pada Juni kepada Global Alliance for Vaccines and Immunization, dengan 100 juta dolar AS dari sumbangan tersebut akan secara khusus mendanai vaksin virus Corona.

"Di China dan Rusia, mereka bergerak dengan kecepatan penuh. Saya yakin akan ada beberapa vaksin yang akan diberikan kepada banyak pasien tanpa tinjauan regulasi penuh di suatu tempat di dunia," ujar Bill Gates.

Menurutnya, FDA setidaknya sejauh ini berpegang teguh pada bukti kemanjuran vaksin yang diperlukan.

"Sejauh ini mereka berperilaku sangat profesional meskipun ada tekanan politik. Ironisnya adalah bahwa (Donald Trump) adalah seorang presiden yang skeptis terhadap vaksin," kata dia.

Bill Gates juga menyoroti sebagian besar penggunaan media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan konspirasi anti-vaksin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [BBC]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [BBC]

Komentar Gates muncul ketika angka kematian di Amerika Serikat melebihi angka 161.000 pada Sabtu (8/8/2020), yang hampir seperempat dari jumlah kematian Covid-19 secara global. Sementara jumlah kasus positif di seluruh Amerika Serikat mulai mendekati angka lima juta.

Menurut laporan, rata-rata 1.000 orang Amerika Serikat meninggal setiap hari karena Covid-19. Presiden Donald Trump, sebaliknya, justru "meremehkan" kekuatan virus dan mengatakan bahwa virus akan hilang dan dia mendesak sekolah-sekolah di Amerika Serikat untuk dibuka kembali tepat waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Wakunya Kampanye, Donald Trump Malah Sebut Joe Biden Menentang Tuhan

Bukan Wakunya Kampanye, Donald Trump Malah Sebut Joe Biden Menentang Tuhan

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Tiga Remaja Tak Sengaja Masuk ke Resor Donald Trump, Bawa Senapan AK47

Tiga Remaja Tak Sengaja Masuk ke Resor Donald Trump, Bawa Senapan AK47

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 12:55 WIB

Nasib TikTok di Tengah Persaingan Teknologi AS-Tiongkok

Nasib TikTok di Tengah Persaingan Teknologi AS-Tiongkok

Video | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 10:00 WIB

Pertama Dalam Sejarah, Facebook Hapus Postingan Trump yang Menyesatkan

Pertama Dalam Sejarah, Facebook Hapus Postingan Trump yang Menyesatkan

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:34 WIB

Ledakan Besar di Beirut, Donald Trump: Sepertinya Serangan yang Mengerikan

Ledakan Besar di Beirut, Donald Trump: Sepertinya Serangan yang Mengerikan

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:58 WIB

Pemerintah AS Minta Jatah Penjualan TikTok

Pemerintah AS Minta Jatah Penjualan TikTok

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:44 WIB

Terkini

56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse

56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 19:37 WIB

5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern

5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 19:18 WIB

Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna

Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 18:50 WIB

5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin

5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 18:40 WIB

Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026

Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 18:31 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik

7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 18:23 WIB

Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam

Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 16:50 WIB

AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia

AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 16:13 WIB

Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital

Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 15:37 WIB

vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 14:43 WIB