Pedoman Pengujian Covid-19 Berubah, Para Ahli Frustrasi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 10:15 WIB
Pedoman Pengujian Covid-19 Berubah, Para Ahli Frustrasi
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) secara tiba-tiba mengubah panduan pengujian virus Corona (Covid-19).

Disebutkan bahwa jika terpapar oleh seseorang yang terinfeksi, tidak selalu perlu menjalani tes. Ketentuannya, apabila orang tersebut tidak berada dalam kelompok berisiko tinggi atau menunjukkan gejala apapun.

Perubahan pedoman tersebut menuai kritikan dari para ahli kesehatan masyarakat. Menurut seorang pejabat kesehatan federal, ini disebabkan tekanan dari jajaran atas pemerintahan Trump.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa lebih sedikit pengujian Covid-19 akan menyebabkan lebih sedikit kasus. Tapi, Department of Health and Human Services Assistant Secretary Adm dan Dr. Brett Giroir mengatakan bahwa inti dari panduan baru itu bukanlah melakukan pengujian "lebih sedikit", tetapi lebih banyak pengujian yang "sesuai".

Donald Trump pertama kali terlihat mengenakan masker di depan publik.[Twitter/@parscale]
Donald Trump pertama kali terlihat mengenakan masker di depan publik.[Twitter/@parscale]

Sebelumnya, situs CDC merekomendasikan agar semua kontak dekat orang yang terinfeksi Covid-19 harus dites.

Pedoman sebelumnya berbunyi, "Karena potensi penularan tanpa gejala dan pra gejala, penting bahwa kontak individu dengan infeksi Covid-19 dengan cepat diidentifikasi dan diuji."

Sekarang, pedoman CDC mengatakan bahwa jika seseorang berada dalam jarak 1,8 meter dari orang yang positif Covid-19, setidaknya selama 15 menit tetapi tidak memiliki gejala apapaun, orang tersebut tidak perlu dites.

Kecuali, individu yang rentan atau penyedia layanan kesehatan atau pejabat kesehatan masyarakat negara atau loka,l merekomendasikan orang tersebut untuk melakukan tes.

Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, Giroir mengatakan, pedoman tersebut diperbarui untuk mencerminkan bukti terkini dan praktik kesehatan masyarakat terbaik, serta untuk lebih menekankan penggunaan strategi pencegahan yang disetujui CDC untuk melindungi diri, keluarga, dan orang yang paling rentan dari segala usia.

baca juga

Tetapi, bukti saat ini tentang penularan virus Covid-19 tidak berubah. Virus terus menginfeksi banyak orang yang tidak mengalami gejala apapun dan yang diam-diam dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

"Rekomendasi pengujian ini tidak masuk akal secara ilmiah, kecuali ada rencana untuk menuntut isolasi semua kontak Covid-19 yang diketahui," kata Krys Johnson, asisten profesor di Department of Epidemiology and Biostatistics di Temple University, Pennsylvania, seperti dikutip Live Science, Jumat (28/8/2020).

Johnson menambahkan bahwa sejak Maret, ia terus melihat pengujian yang tidak memadai. Dengan dibukanya sekolah dan universitas, seharusnya pengujian orang tanpa gejala tidak kalah penting.

Siapapun yang pernah atau mungkin berada di dekat seseorang yang positif Covid-19, harus dapat mengakses tes. Kemudian, perlu dilaporkan dalam waktu 48 jam agar pelacak kontak memberi tahu orang yang terinfeksi.

"Tidak masuk akal bahwa rekomendasi, yang seharusnya hanya mengikuti ilmu pengetahuan, sedang dimodifikasi untuk memungkinkan kasus Covid-19 yang tidak dilaporkan pada saat kritis ini," tambah Johnson.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Gubernur New York Andrew Cuomo (D) juga mengutuk keputusan tersebut.

"Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah mereka ingin lebih sedikit orang yang mengikuti tes. Seperti yang dikatakan presiden, jika kita tidak mengikuti tes maka kita tidak akan tahu bahwa orang-orang itu positif dan jumlah orang yang positif akan menurun," kata Cuomo melalui panggilan telepon, Rabu (26/8/2020).

Cuomo berpendapat bahwa pedoman itu benar-benar melanggar standar kesehatan masyarakat. Gubernur California Gavin Newsom pun berpendapat serupa dengan menyebut bahwa pedoman tersebut tampak sangat aneh karena secara logika, jika telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, maka orang tersebut perlu menjalani tes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Covid-19 Lewat Saliva Kolaburasi Ilmuwan dan NBA, Murah dan Mudah!

Tes Covid-19 Lewat Saliva Kolaburasi Ilmuwan dan NBA, Murah dan Mudah!

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:00 WIB

Lebih Murah dan Cepat, FDA Setujui Tes Covid-19 Lewat Air Liur

Lebih Murah dan Cepat, FDA Setujui Tes Covid-19 Lewat Air Liur

Health | Senin, 17 Agustus 2020 | 13:23 WIB

CDC: Pasien Sembuh Covid-19 Mungkin Kebal Virus Corona, Tapi...

CDC: Pasien Sembuh Covid-19 Mungkin Kebal Virus Corona, Tapi...

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2020 | 12:15 WIB

Palsukan Surat Tes Covid-19, Mahasiswa Asal Papua Terancam 6 Tahun Penjara

Palsukan Surat Tes Covid-19, Mahasiswa Asal Papua Terancam 6 Tahun Penjara

Banten | Senin, 10 Agustus 2020 | 20:01 WIB

Peneliti Ciptakan Alat Tes Covid-19, Hasilnya Bisa Keluar dalam 45 Menit!

Peneliti Ciptakan Alat Tes Covid-19, Hasilnya Bisa Keluar dalam 45 Menit!

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Catat, Ini Prosedur Tes Covid-19 Bagi Ibu Hamil di Rumah Sakit

Catat, Ini Prosedur Tes Covid-19 Bagi Ibu Hamil di Rumah Sakit

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:44 WIB

Terkini

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan

3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:05 WIB

×