Tempe dari Kedelai Hasil Rekayasa Genetika Amerika Marak di Indonesia

Liberty Jemadu

Jum'at, 11 September 2020 | 05:15 WIB
Tempe dari Kedelai Hasil Rekayasa Genetika Amerika Marak di Indonesia
Mayoritas tempe di Indonesia terbuat dari kedelai hasil rekayasa genetika yang diimpor dari Amerika Serikat. (Shutterstock)

Permasalahan yang kemudian timbul adalah apakah pengetahuan yang diperoleh tersebut sudah tepat atau malah keliru?

Menangkal isu dampak negatif PRG

Walau PRG telah banyak dikonsumsi di Indonesia, ada berapa misinformasi terkait dampak produk ini yang perlu diluruskan.

Salah satunya adalah bahwa mengkonsumsi produk berbasis PRG akan menyebabkan efek alergi. Efek ini dapat disebabkan oleh perpindahan gen dari organisme penyebab alergi ke organisme yang tidak menyebabkan alergi. Oleh sebab itu, WHO tidak menyarankan untuk membuat PRG dari organisme penyebab alergi kecuali dapat dibuktikan tidak menyebabkan alergi. Namun hingga saat ini belum ada efek alergi yang ditemukan pada pangan rekayasa genetika yang dipasarkan.

Bahkan dengan adanya modifikasi, PRG dapat dihilangkan sifat penyebab alerginya. Salah satu contohnya adalah produk gandum bebas protein gluten.

Isu lainnya adalah bahwa mengkonsumsi produk PRG akan menyebabkan resistansi antibiotik.

Isu tersebut disebabkan oleh perpindahan gen dari PRG yang proses pembuatannya menggunakan gen resistansi antibiotik sebagai penanda selama proses modifikasi genetik. Para peneliti kemudian dapat menggunakan penanda untuk memilih gen baru dengan sifat yang diinginkan.. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan risiko resistansi antibiotik akibat mengonsumsi PRG sangat rendah.

Permasalahan lain yang juga gencar diperdebatkan adalah perpindahan silang tanaman PRG dengan tanaman non-PRG. Hal tersebut mengkhawatirkan karena secara tidak langsung dapat mempengaruhi keamanan dan ketahanan pangan, seperti tidak terkendalinya hasil persilangan dan menurunkan keanekaragaman tanaman. Kondisi ini berujung pada penurunan kesediaan pangan.

Namun, hasil riset menunjukkan transfer gen dari tanaman PRG sangat rendah. Terlebih lagi, tanaman PRG dapat meningkatkan kesediaan pangan.

baca juga

Gen tanaman PRG dapat secara tidak sengaja tercampur dalam pakan juga merupakan salah satu keresahan dalam bidang peternakan. Gen PRG dikhawatirkan terkandung dalam produk peternakan (telur, susu, dan daging) yang dikonsumsi manusia. Kenyataannya, tidak terjadi perpindahan gen PRG dari pakan ke ternak, dan gen PRG tidak memengaruhi produk peternakan.

Untuk mengatasi isu-isu tersebut, beberapa negara (seperti Australia) memakai strategi mengurangi lahan campuran atau memisah lahan tanaman rekayasa dengan yang alami.

Salah satu penyakit kronis yang juga ditakuti masyarakat adalah kanker. Penyakit tersebut juga sering menjadi pertanyaan bila mengkonsumsi PRG dalam waktu yang lama. Hingga saat ini belum ada bukti jelas bahwa pangan rekayasa genetika dapat menyebabkan kanker.

Selain menelisik pada bahan pangan yang langsung dikonsumsi manusia, para peneliti juga berusaha mencari pengaruh pakan PRG terhadap kesehatan hewan yang akan menjadi gambaran terhadap kesehatan manusia. Dari beberapa hasil riset pada beberapa produk PRG (kentang, jagung, kedelai, beras, timun, tomat, paprika, kacang polong, dan canola) terhadap beberapa hewan pada jangka waktu lama, tidak ada risiko kesehatan signifikan dari produk PRG.

Ketahanan pangan

Tingginya permintaan bahan pangan, seperti kedelai, yang tidak diimbangi oleh laju produksi dan juga adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena COVID-19 di berbagai daerah menyebabkan melemahnya ketahanan pangan di Indonesia.

Kondisi tersebut juga meningkatkan harga pada rantai pasok pangan .

Jauh sebelum krisis kesehatan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan luas panen dan produksi padi pada 2019 menurun dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing sebesar 6,15 dan 7,76%.

Menurunnya produktivitas ini berpeluang mendorong Indonesia untuk bergantung pada produk impor. Sementara, kebijakan impor tidak mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sumber daya yang tersedia.

Alih-alih meningkatkan produksi, petani mengambil cara pintas demi mempertahankan produksinya dengan pemberian pestisida untuk menghilangkan hama dan penyakit, agar mereka dapat mengurangi kejadian gagal panen. Tapi cara ini dapat menurunkan kualitas hasil panen dan mencemari lingkungan.

Indonesia perlu melakukan sinergi antara bidang pertanian, bioteknologi, dan teknologi pangan.

Manipulasi sifat tanaman secara genetika dapat menjadi strategi ampuh untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri. Tanaman hasil PRG memiliki kemampuan tahan terhadap hama, virus, dan pestisida.

Sebagai contoh dapat kita jumpai hasil PRG seperti kentang yang dirancang untuk menghasilkan lebih sedikit akrilamida (bahan kimia penyebab kanker yang dihasilkan ketika makanan dimasak dengan api besar), padi tahan hama penggerek batang, kedelai tahan pestisida, dan golden rice yang kaya beta-karoten.

Indonesia mau tidak mau harus mengurangi ketergantungannya terhadap produk impor, meningkatkan kualitas pangan, serta pengolahan lahan yang lebih optimal.

Karena itu, kita perlu lebih banyak riset yang memperjelas baik dan buruknya pangan PRG, serta memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap prosedur dalam produksi PRG di Indonesia. Hal-hal tersebut dapat membantu negara untuk merangkul teknologi PRG dalam negeri yang aman dikonsumsi masyarakat dan merancang dampak keberlanjutan pada sumber daya yang sudah tersedia.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Apakah Tempe Harus Dimasukkan Kulkas? Begini Faktanya!

Apakah Tempe Harus Dimasukkan Kulkas? Begini Faktanya!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:22 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

5 Fakta Kacang Benguk, Kenapa Tak Sepopuler Kedelai untuk Bikin Tempe?

5 Fakta Kacang Benguk, Kenapa Tak Sepopuler Kedelai untuk Bikin Tempe?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:20 WIB

Kemendiktisaintek: Ragi Tempe Jadi Bukti Sains Bisa Hadir Menjawab Kegelisahan Perajin

Kemendiktisaintek: Ragi Tempe Jadi Bukti Sains Bisa Hadir Menjawab Kegelisahan Perajin

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

×