Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Paling Awal di Luar Afrika

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 19 September 2020 | 11:30 WIB
Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Paling Awal di Luar Afrika
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan jejak kaki yang diyakini sebagai jejak kaki manusia paling awal di Semenanjung Arab, menandakan bagaimana manusia meninggalkan tanah Afrika dan mulai menjajah dunia. Selain itu, para ahli juga menemukan jejak gajah, kuda nil, dan unta.

Jejak kaki fosil Homo sapiens ditemukan di sebuah endapan danau kuno yang ditemukan di Gurun Nefud Arab Saudi dan dipelajari oleh tim dari Max Planck Institutes for Chemical Ecology and the Science of Human History.

Sebanyak 376 jejak, termasuk 7 hominin, 44 jejak gajah, dan 107 jejak kaki unta ditemukan. Diperkirakan berusia 120.000 tahun, jejak fosil-fosil ini tampaknya merupakan jejak kaki manusia tertua di luar Afrika.

"Kami berdebat untuk berbagai alasan bahwa jejak kaki ini kemungkinan besar dibuat oleh Homo sapiens, yang akan menjadikannya jejak kaki manusia tertua di luar Afrika. Ada situs jejak kaki hominin lain yang berasal dari periode sebelumnya, tetapi ini biasanya dikaitkan dengan spesies hominin lain seperti Neanderthal," kata Mathew Stewart, penulis utama studi dari Extreme Events Research Group di Max Planck Institute for Chemical Ecology.

Fosil jejak kaki. [Klint Junalis, University of Oxford]
Fosil jejak kaki. [Klint Junalis, University of Oxford]

Tidak semua migrasi kelompok manusia purba dapat dilakukan dengan baik. Faktanya, migrasi adalah urusan yang kompleks dengan banyak gelombang kelompok yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengambil rute berbeda dengan niat berbeda. Banyak dari gelombang awal migrasi manusia ini juga mencapai jalan buntu, mundur, atau punah. Neanderthal dan spesies hominin lainnya berhasil bermigrasi keluar dari Afrika jauh sebelum Homo sapiens melakukannya.

Sayangnya, sebagian besar dari peristiwa ini belum diabadikan dalam fosil atau catatan geologi. Untungnya, jejak kaki yang baru ditemukan ini berhasil bertahan dan dapat memberikan gambaran langka tentang periode penting dalam sejarah manusia dan Bumi.

"Penelitian ini unik karena memberikan gambaran dalam waktu geologi. Tidak seperti kebanyakan catatan lain, misalnya alat batu atau catatan fosil, studi jejak kaki dapat memberikan informasi dengan resolusi sangat tinggi, dalam urutan jam atau hari," tambah Stewart.

Keberadaan jejak kaki binatang, termasuk gajah, kuda nil, dan kuda, juga menunjukkan bahwa ekosistem ini berbeda dibandingkan dengan saat ini. Itu kemungkinan besar bukan suatu kebetulan bahwa banyak jejak kaki hewan yang ditemukan di sekitar danau yang dulunya menampung air tawar.

Para ahli berpendapat danau ini pernah berfungsi sebagai tempat perlindungan penting bagi para pelancong yang tiba-tiba menemukan bahwa tanah subur ini telah dirambah oleh kondisi yang semakin kering dan persediaan air yang menyusut.

baca juga

"Pada waktu-waktu tertentu banyak gurun Arab berubah menjadi padang rumput terbuka dengan danau dan sungai permanen, mirip dengan sabana di Afrika Timur saat ini," tulis para ilmuwan, seperti dikutip IFL Science, Sabtu (19/9/2020).

Fosil jejak kaki. [Klint Junalis, University of Oxford]
Fosil jejak kaki. [Klint Junalis, University of Oxford]

Menurut para ahli, berdasarkan sedimen danau dan padatnya jejak kaki manusia serta hewan yang ditemukan, nampaknya danau pada saat itu sedang mengering, mungkin terkait datangnya musim kemarau. Oleh karena itu, ada kemungkinan hewan dan mungkin juga manusia, berkumpul di sekitar danau sebagai tanggapan atas datangnya musim kemarau dan persediaan air yang semakin menipis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Kembangkan Rekayasa Genetika Hewan Ternak

Ilmuwan Kembangkan Rekayasa Genetika Hewan Ternak

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 16:00 WIB

Ilmuwan Temukan Sperma Hewan Tertua di Dunia, Berusia 100 Juta Tahun

Ilmuwan Temukan Sperma Hewan Tertua di Dunia, Berusia 100 Juta Tahun

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 15:00 WIB

Ngeri! Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus yang Dikubur Hidup-hidup

Ngeri! Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus yang Dikubur Hidup-hidup

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 09:15 WIB

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

News | Selasa, 15 September 2020 | 16:50 WIB

Ilmuwan Deteksi Tanda Kehidupan 'Alien' di Planet Venus

Ilmuwan Deteksi Tanda Kehidupan 'Alien' di Planet Venus

News | Selasa, 15 September 2020 | 14:00 WIB

Pejabat China Sebut Tak Perlu Vaksinasi Seluruh Warganya, Ini Alasannya

Pejabat China Sebut Tak Perlu Vaksinasi Seluruh Warganya, Ini Alasannya

Tekno | Selasa, 15 September 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×