Penelitian Terbaru: Organ Babi Bisa Ditransplantasikan ke Manusia?

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 30 September 2020 | 16:00 WIB
Penelitian Terbaru: Organ Babi Bisa Ditransplantasikan ke Manusia?
Ilustrasi babi (Unsplash/Pascal Debrunner)

Suara.com - Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh para peneliti China, menggunakan teknologi penyuntingan gen untuk menghasilkan purwarupa "Babi 3.0", sebuah kemajuan besar menuju transplantasi organ penyelamat nyawa dari hewan ke manusia.

Dalam makalah terbaru yang dipublikasikan di Nature Biomedical Engineering, peneliti dari China dan Amerika Serikat (AS) melaporkan keberhasilan produksi babi, yang organnya lebih kompatibel dengan sistem kekebalan manusia dan bebas dari retrovirus endogen babi (porcine endogenous retrovirus/PERV) aktif.

Seperti diketahui, terdapat kesenjangan besar antara jumlah orang membutuhkan transplantasi organ dengan jumlah organ yang tersedia di dunia, kata Yang Luhan, penulis penelitian itu sekaligus salah satu pendiri dan CEO Qihan Biotech.

Sudah lama diharapkan bahwa tantangan ini akan dapat diatasi melalui transplantasi organ hewan, sebuah konsep yang dikenal sebagai xenotransplantasi.

Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)
Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)

Sebagaimana melansir laman Xinhua, Rabu (30/9/2020), kompatibilitas imunologi dan pembekuan darah Babi 3.0 dengan sistem kekebalan manusia telah ditingkatkan, dan PERV telah dihilangkan. Babi yang direkayasa juga menunjukkan fisiologi dan kesuburan normal.

Pada 2017, Yang bersama timnya memproduksi babi hidup bebas PERV gelombang pertama, menyiapkan tahapan untuk xenotransplantasi. Pada 2018, Babi 2.0 lahir, mengatasi kekhawatiran tentang kompatibilitas imun dari babi ke manusia.

Babi telah menjadi kandidat yang sangat menjanjikan karena ukuran dan fisiologinya yang mirip dengan manusia.

Salah satu masalah keamanan terbesar adalah fakta bahwa kebanyakan mamalia, termasuk babi, mengandung fragmen retrovirus laten berulang dalam genom mereka, hadir di semua sel hidup mereka, yang tidak berbahaya bagi inang aslinya tetapi dapat mengakibatkan penyakit pada spesies lain.

Saat ini, para peneliti sedang menguji fungsi dan keamanan organ dalam penelitian praklinis primata, kata Yang.

James F. Markmann, Kepala Divisi Bedah Transplantasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan salah satu penulis penelitian itu, mengatakan bahwa Babi 3.0 menunjukkan kemajuan kritis menuju apa yang bisa menjadi pilihan yang benar-benar transformasional bagi jutaan pasien.

Makalah ini juga ditulis oleh para peneliti dari Universitas Harvard, Universitas Zhejiang China, Universitas Pertanian Yunnan, Rumah Sakit Umum Massachusetts di AS, dan perusahaan bioteknologi eGenesis yang berbasis di Massachusetts.

Yang mengatakan kepada Xinhua bahwa penelitian tersebut hanyalah langkah pertama menuju xenotransplantasi. Kompatibilitas fungsional organ antarspesies masih menjadi tantangan bagi para peneliti.

Ilustrasi babi. [PIxabay/Roy Buri]
Ilustrasi babi. [PIxabay/Roy Buri]

Apakah organ babi yang ditransplantasikan dapat berfungsi sepenuhnya seperti organ asli manusia dalam menjaga sekresi hormon dan keseimbangan metabolisme masih harus dilihat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekayasa Genetik, China Ciptakan babi Tahan Penyakit

Rekayasa Genetik, China Ciptakan babi Tahan Penyakit

News | Rabu, 16 September 2020 | 16:47 WIB

Waduh! Ada Peternakan Babi Ilegal di Dekat Bandara Hang Nadim

Waduh! Ada Peternakan Babi Ilegal di Dekat Bandara Hang Nadim

Batam | Rabu, 16 September 2020 | 12:00 WIB

Keren! Pencarian Google Prediksi Wilayah Penyebaran Covid-19 Selanjutnya

Keren! Pencarian Google Prediksi Wilayah Penyebaran Covid-19 Selanjutnya

Tekno | Selasa, 15 September 2020 | 15:00 WIB

Ditemukan ASF, Jepang hingga China Tangguhkan Impor Daging Babi dari Jerman

Ditemukan ASF, Jepang hingga China Tangguhkan Impor Daging Babi dari Jerman

News | Senin, 14 September 2020 | 14:24 WIB

Waduh! Bahaya Cahaya Biru Smartphone bagi Kulit, seperti Matahari

Waduh! Bahaya Cahaya Biru Smartphone bagi Kulit, seperti Matahari

Tekno | Minggu, 13 September 2020 | 14:45 WIB

Penelitian Terbaru Sebut Masker Bisa Bikin Kebal terhadap Covid-19

Penelitian Terbaru Sebut Masker Bisa Bikin Kebal terhadap Covid-19

Tekno | Minggu, 13 September 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Terpopuler: Fitur Baru iOS 26.5, Rekomendasi HP Midrange Chipset Mediatek Dimensity Terkencang

Terpopuler: Fitur Baru iOS 26.5, Rekomendasi HP Midrange Chipset Mediatek Dimensity Terkencang

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:45 WIB

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Mei 2026: Intip Bocoran Pemain buat Esok Hari

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Mei 2026: Intip Bocoran Pemain buat Esok Hari

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:15 WIB

32 Kode Redeem FF Terbaru 13 Mei 2026: Sistem Pity untuk Event Bundle Eclipse

32 Kode Redeem FF Terbaru 13 Mei 2026: Sistem Pity untuk Event Bundle Eclipse

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:52 WIB

Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia

Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38 WIB

HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam

HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:50 WIB

2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn

2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:48 WIB

'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme

'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:37 WIB

Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap

Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:29 WIB

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:17 WIB

Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring

Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB