Pertama, Es Laut di Kutub Utara Gagal Membeku Kembali

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:00 WIB
Pertama, Es Laut di Kutub Utara Gagal Membeku Kembali
Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]

Suara.com - Es laut di Kutub Utara yang mencair selama di bulan-bulan musim panas, biasanya akan membeku kembali di musim dingin. Namun, hingga saat ini es di lepas pantai Siberia belum juga terbentuk meskipun sudah memasuki akhir Oktober.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa Laut Laptev di Samudera Arktik gagal membeku di akhir tahun. Hal ini terjadi karena tingkat pencairan tahunan yang telah meningkat selama beberapa tahun, dengan musim panas pertama di Kutub Utara tanpa es diperkirakan akan terjadi antara 2030 dan 200.

Tahun ini menjadi bencana yang sangat besar bagi wilayah tersebut, dengan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, hingga menyebabkan suhu melonjak mencapai 10 derajat Celcius di Siberia pada Juni.

Dengan musim dingin yang semakin dekat, dampak dari musim panas yang sangat terik pada tahun ini terlihat jelas karena pembibitan es utama Arktik di Laut Laptev gagal membeku.

Es Laut di Kutub Utara Gagal Membeku . [Twitter]
Es Laut di Kutub Utara Gagal Membeku . [Twitter]

Biasanya, es terbentuk di sepanjang garis pantai Siberia utara di awal musim dingin dan kemudian tertiup ke seluruh Laptev dan sekitarnya oleh angin kencang. Saat tertiup, itu membawa nutrisi melintasi Kutub Utara sebelum akhirnya mencair di Selat Fram, antara Svalbard dan Greenland, pada musim semi.

Namun, pembekuan selanjutnya yang berarti es tahun ini akan memiliki lebih sedikit waktu untuk mempertebal lapisan dan meningkatkan kemungkinan es mencair sebelum mencapai Selat Fram.

Akibatnya, plankton di seluruh Kutub Utara akan menerima lebih sedikit nutrisi sehingga mengurangi kapasitasnya untuk menghilangkan karbon dioksida di atmosfer. Pada akhirnya, hal ini juga akan berdampak pada efek rumah kaca dan menghasilkan suhu global yang lebih tinggi.

"Kurangnya pembekuan sejauh musim gugur ini belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Kutub Utara Siberia," kata Zachary Labe dari Colorado State University dalam pernyataan kepada The Guardian, dikutip dari IFL Science, Selasa (27/10/2020).

Suhu musim panas ekstrem yang dialami di ujung utara musim panas ini menyebabkan es Laut Laptev mencair lebih awal dari sebelumnya, sehingga menciptakan area perairan terbuka yang luas. Karena air ini menyerap sinar Matahari, suhu mencapai 5 derajat Celcius di atas rata-rata.

baca juga

Kegagalan pembekuan es Laut Laptev juga memecahkan rekor tutupan es laut yang rendah di seluruh Kutub Utara tahun ini.

Selain itu, dengan pembekuan yang terbatas tahun ini kemungkinan besar akan menghasilkan es yang lebih tipis dan pencairan lebih awal tahun depan juga kemungkinan besar akan terjadi.

Hal ini akan mengakibatkan lebih banyak area perairan terbuka sepanjang musim panas dan menyebabkan kenaikan suhu laut yang lebih besar di tahun depan. Labe dan ilmuwan iklim lainnya menyerukan kepada para pembuat kebijakan untuk mengekang emisi dan menyelamatkan lautan es Kutub Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Bahan Kimia Tahan Lama di Kutub Utara

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Bahan Kimia Tahan Lama di Kutub Utara

Tekno | Kamis, 30 Juli 2020 | 09:04 WIB

Tak Kuat Hadapi Perubahan Iklim, Beruang Kutub Bakal Punah Tahun 2100

Tak Kuat Hadapi Perubahan Iklim, Beruang Kutub Bakal Punah Tahun 2100

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 16:42 WIB

Berang-Berang 'Grogoti' Lapisan Es Kutub Utara, Percepat Pemanasan Global

Berang-Berang 'Grogoti' Lapisan Es Kutub Utara, Percepat Pemanasan Global

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 13:55 WIB

Waduh, Lingkaran Arktik Mencatat Suhu Terpanas Capai 38 Derajat

Waduh, Lingkaran Arktik Mencatat Suhu Terpanas Capai 38 Derajat

Tekno | Selasa, 23 Juni 2020 | 10:50 WIB

Kutub Utara Terancam Kobaran Api akibat Kebocoran Minyak

Kutub Utara Terancam Kobaran Api akibat Kebocoran Minyak

Tekno | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:00 WIB

Kutub Utara Medan Magnet Bumi Alami Perpindahan, Apakah Berbahaya?

Kutub Utara Medan Magnet Bumi Alami Perpindahan, Apakah Berbahaya?

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

×