Canggih! Teknologi AI Prediksi 96 Persen Kasus Pneumonia Terkait Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 01 Desember 2020 | 09:00 WIB
Canggih! Teknologi AI Prediksi 96 Persen Kasus Pneumonia Terkait Covid-19
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Sebagian besar pasien virus Corona (Covid-19) mengembangkan pneumonia parah, yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan menyebabkan kematian. Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), para dokter kini dapat mengetahui pasien mana yang paling berisiko mengembangkan pneumonia terkait Covid-19.

Algoritma pembelajaran mesin baru, dapat membantu para ahli mencari tahu dan melakukan intervensi lebih awal untuk menyelamatkan nyawa pasien tersebut.

Pendekatan pembelajaran mesin baru ini cenderung hanya mengandalkan pemindaian dada, untuk memprediksi siapa yang mungkin membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Algoritma akan mencari kelainan paru-paru saat pemindaian dan dapat mendeteksi pneumonia terkait Covid-19, sekitar 90 persen kasus.

Namun, pemindaian tersebut tidak dapat memberi tahu tentang seberapa parah kasus pneumonia dan siapa yang paling rentan.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Algoritma baru kemudian menggabungkan pemindaian dada dengan data non-pencitraan, seperti informasi demografis, tanda-tanda vital, dan kerja darah. Sejauh ini, para ahli dapat memprediksi kapan seseorang membutuhkan intervensi ICU.

Pendekatan tersebut hanya diuji menggunakan data kesehatan dari 295 pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di Amerika Serikat, Iran, dan Italia. Pada tahap ini, teknologi mampu memprediksi hingga 96 persen dari semua kasus Covid-19 yang memerlukan perawatan di ICU.

"Sebagai praktisi AI, saya percaya pada kekuatannya. Ini benar-benar memungkinkan kami untuk menganalisis sejumlah besar data dan juga mengekstrak fitur yang mungkin tidak begitu jelas bagi penglihatan manusia," kata Pingkun Yan, insinyur dari Institut Politeknik Rensselaer, seperti dikutip Science Alert, Selasa (1/12/2020).

Alat pembelajaran mesin telah digunakan untuk menilai tanda mana yang paling mungkin, memprediksi kematian akibat Covid-19.

Temuan awal dari studi menunjukkan penggunaan ventilator dan kadar kalium adalah variabel non-pencitraan yang paling penting, meskipun kontributor lain juga telah diidentifikasi, seperti persentase limfosit, bilirubin total, kreatinin, dan kadar albumin.

baca juga

Sebuah penelitian bahwa menemukan data non-pencitraan saja, termasuk usia, demam, dan pernapasan abnormal, dapat memprediksi apakah pasien Covid-19 perlu dirawat di ICU.

Bagaimanapun, algoritma baru selangkah lebih maju. Ini mampu mengukur luas dan volume fitur paru-paru serta fokus pada fitur-fitur paling penting dalam memprediksi pneumonia terkait Covid-19. Tak hanya itu, ini pun menggunakan faktor kontekstual lain untuk memprediksi kasus mana yang akan berkembang menjadi paling parah.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang menggunakan informasi holistik pasien termasuk data pencitraan dan non-pencitraan untuk prediksi hasil," klaim penulis penelitian yang telah dipublikasikan di Medical Image Analysis.

Tim ahli berharap dengan penyempurnaan lebih lanjut, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyaring pasien berisiko tinggi dengan pneumonia terkait Covid-19, yang memerlukan pemantauan dan perawatan intensif di masa mendatang.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Selain itu, teknologi AI itu juga mungkin akan berguna untuk mendeteksi penyakit pernapasan lainnya, bahkan ketika pandemi telah berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Restoran Sushi Ini Punya Resep Rahasia yang Kece Badai!

Restoran Sushi Ini Punya Resep Rahasia yang Kece Badai!

Tekno | Minggu, 22 November 2020 | 07:30 WIB

Ilmuwan Beberkan Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Covid-19

Ilmuwan Beberkan Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Covid-19

Tekno | Senin, 16 November 2020 | 07:05 WIB

Bisa Fatal, Ini Sebab Komplikasi Pneumonia pada Pasien Covid-19

Bisa Fatal, Ini Sebab Komplikasi Pneumonia pada Pasien Covid-19

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 19:10 WIB

Menkes Terawan Ajak Keluarga Cegah Anak Terserang Pneumonia, Ini Caranya

Menkes Terawan Ajak Keluarga Cegah Anak Terserang Pneumonia, Ini Caranya

Banten | Jum'at, 13 November 2020 | 17:30 WIB

800.000 Anak Meninggal Dunia Karena Pneumonia, Ini Kata Menkes Terawan

800.000 Anak Meninggal Dunia Karena Pneumonia, Ini Kata Menkes Terawan

Health | Jum'at, 13 November 2020 | 06:05 WIB

Pneumonia dan Covid-19 Punya Gejala yang Mirip, Bagaimana Membedakannya?

Pneumonia dan Covid-19 Punya Gejala yang Mirip, Bagaimana Membedakannya?

Banten | Sabtu, 07 November 2020 | 14:05 WIB

Terkini

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:33 WIB

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

×