Sukses Mendarat di Mars, Perseverance Siap Buru Tanda Kehidupan Kuno

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:52 WIB
Sukses Mendarat di Mars, Perseverance Siap Buru Tanda Kehidupan Kuno
Perseverance dengan microphone [NASA]

Suara.com - Penjelajah baru NASA bernama Perseverance berhasil mendarat di Mars pada 18 Februari di Kawah Jezero pukul 15.55 sore EST.

Setelah mendapatkan serangkaian pemeriksaan instrumen dan perangkat keras, Perseverance akan mulai berburu tanda-tanda kehidupan Mars kuno, mengumpulkan dan menyimpan sampel batuan untuk kembali ke Bumi di masa mendatang, serta mendemonstrasikan beberapa teknologi eksplorasi baru.

"Saya tidak menyangka kami memiliki misi yang akan memberikan kontribusi begitu banyak bagi sains dan teknologi. Keberhasilan ini akan menjadi sangat menakjubkan," kata Steve Jurczyk, Pelaksana Tugas Administrator NASA, seperti dikutip dari Space.com pada Jumat (19/2/2021).

Penjelajah senilai 2,7 miliar dolar AS itu diluncurkan dari Florida menggunakan roket Atlas V United Launch Alliance pada 30 Juli 2020.

Roket Atlas V dari United Launch Alliance meluncur membawa misi Perseverance ke Mars pada Kamis (30/7/2020) dari Florida, Amerika Serikat. [AFP/NASA/Joel Kowsky]
Roket Atlas V dari United Launch Alliance meluncur membawa misi Perseverance ke Mars pada Kamis (30/7/2020) dari Florida, Amerika Serikat. [AFP/NASA/Joel Kowsky]

Model Perseverance memiliki enam roda, meniru kendaraan penjelajah pendahulunya yaitu Curiosity yang mendarat di Kawah Gale pada Agustus 2012 dan masih beroperasi hingga saat ini.

Perseverance beberapa inci lebih panjang dari Curiosity, berbobot 1.025 kg. Meski didukung beberapa instrumen ilmiah sangat berbeda, baik Perseverance dan Curiosity memiliki rancangan dasar yang sama dan jenis sumber tenaga nuklir yang sama. Keduanya juga menggunakan strategi serupa untuk mendarat dengan selamat di Planet Merah.

Strategi ini dipelopori Curiosity. Perseverance menghantam atmosfer Mars dengan kecepatan sekitar 12.100 mil per jam, dan meluncurkan parasut selebar 20,5 m beberapa menit kemudian, sambil tetap melaju lebih kencang dari kecepatan suara.

Namun, kondisi udara Mars hanya 1 persen atmosfer Bumi sehingga parasut tidak dapat memperlambat jatuhnya penjelajah. Karena itu, tim misi Mars 2020 menggunakan sky crane bertenaga roket yang menurunkan Perseverance ke permukaan dengan kabel.

Meski mengadaptasi cara pendaratan yang serupa dengan Curiosity, namun Perseverance memiliki dua teknologi EDL (Entry, Descent, and Landing) pendaratan baru yang tidak dimiliki Curiosity.

baca juga

NASA melaporkan pendaratan Perseverance membutuhkan waktu sekitar 11 menit

Jika Curiosity adalah misi penilaian kelayakan hunian dan penjelajah itu telah menemukan banyak bukti bahwa Kawah Gale dapat mendukung kehidupan seperti Bumi miliaran tahun lalu, maka misi Perseverance akan mengambil langkah selanjutnya.

Kendaraan baru akan secara aktif mencari tanda-tanda organisme masa lalu dalam perburuan kehidupan pertama yang dilakukan di permukaan Mars.

Kawah Jezero adalah tempat yang tepat untuk melakukan misi seperti itu. Kawah tersebut terletak sekitar 18 derajat di utara ekuator Mars dan memiliki danau serta delta sungai kuno.

Perseverance akan meneliti tanah dan batu Mars dengan berbagai perlengkapan sains berteknologi tinggi, termasuk beberapa spektrometer, kamera resolusi tinggi, dan radar penembus tanah. Salah satu dari tujuh instrumen penjelajah, yang disebut SuperCam, akan menyemprot batuan dengan laser dan mengukur komposisi uap yang dihasilkan.

Selain itu, kampanye pengembalian sampel Mars akan dilakukan dengan bantuan bor di ujung lengan robotik Perseverance yang panjang. Penjelajah akan mengumpulkan sekitar 40 sampel dari situs dan menyegelnya di dalam tabung khusus. Sampel itu akan dibawa kembali ke Bumi melalui kampanye bersama NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) pada awal tahun 2031.

Perseverance juga dibekali instrumen MOXIE (Mars Oxygen ISRU Experiment) yang dirancang untuk menghasilkan oksigen dari atmosfer Planet Merah. Menurut NASA, peralatan seperti itu jika ditingkatkan dapat membantu eksplorasi manusia di Mars di masa mendatang.

Robot Curiosity saat melakukan penjelajahan di Planet Mars.[NASA]
Robot Curiosity saat melakukan penjelajahan di Planet Mars.[NASA]

Selain itu, penjelajah juga membawa helikopter kecil seberat 1,8 kg di bagian perutnya. Helikopter bernama Ingenuity itu menjadi helikopter pertama yang terbang di luar Bumi.

Ingenuity merupakan misi eksperimental dan akan melakukan beberapa uji terbang di awal misi. Perseverance akan menempuh jarak yang aman sebelum Ingenuity lepas landas.

Penjelajah juga dilengkapi dengan dua mikrofon yang akan merekam audio Planet Merah. Hingga saat ini, belum ada misi Mars yang berhasil menangkap audio di Mars. Jika berhasil, Perseverance akan menjadi tonggak sejarah baru.

Pendaratan Perseverance terjadi hanya seminggu setelah dua misi Mars lainnya mencapai Planet Merah. Sebelumnya, Uni Emirat Arab berhasil mengorbitkan misi Hope pada 9 Februari dan China berhasil mengirimkan Tianwen-1 di orbit Mars pada 10 Februari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NASA Teliti Kawah Baru di Bulan, Punya Titik Dingin Aneh

NASA Teliti Kawah Baru di Bulan, Punya Titik Dingin Aneh

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:01 WIB

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Gunung Api Terpencil di Tengah Laut Es Ini Tak Pernah Padam, NASA Temukan Titik Panas Misterius

Gunung Api Terpencil di Tengah Laut Es Ini Tak Pernah Padam, NASA Temukan Titik Panas Misterius

News | Senin, 07 September 2026 | 17:38 WIB

Teknologi Cahaya dari Riset NASA Masuk Dunia Kecantikan, Bukan Sekadar Bikin Kulit Glowing!

Teknologi Cahaya dari Riset NASA Masuk Dunia Kecantikan, Bukan Sekadar Bikin Kulit Glowing!

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 15:23 WIB

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 13:03 WIB

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Tenaga Surya Tak Cukup, NASA Nekat Bangun Pembangkit Nuklir Demi Bangun Koloni di Bulan

Tenaga Surya Tak Cukup, NASA Nekat Bangun Pembangkit Nuklir Demi Bangun Koloni di Bulan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:52 WIB

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×