Proses Penguapan Air Laut dalam Siklus Hidrologi

Rifan Aditya

Rabu, 24 Februari 2021 | 16:37 WIB
Proses Penguapan Air Laut dalam Siklus Hidrologi
Ilustrasi laut, proses penguapan air laut, siklus hidrologi. (Pixabay/dimitrisvetsikas1969)

Suara.com - Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untung saja air termasuk dalam sumber daya alam yang dapat diperbarui melalui proses sirkulasi. Salah satunya melalui proses penguapan air laut.

Proses sirkulasi atau daur ulang air ini berlangsung terus menerus sehingga ketersediaan air di bumi dapat terjaga. Salah satu tahapan proses daur ulang ini adalah evaporasi atau proses penguapan air dari berbagai sumber salah satunya air laut, karena terkena cahaya matahari.

Pada dasarnya evaporasi adalah proses penguapan air dari berbagai sumber air yang ada di Bumi seperti laut, sungai ataupun danau yang akan naik ke udara dalam bentuk uap air. Uap air tersebut nantinya akan mengembun dan membentuk awan yang mengandung air laut, proses ini juga disebut sebagai kondensasi.

Kecepatan proses penguapan air laut sendiri didorong oleh beberapa faktor salah satunya suhu matahari. Semakin tinggi suhu matahari, maka semakin cepat pula air laut menguap, hal ini biasa terjadi saat musim kemarau.

Proses evaporasi pada air laut akan berlangsung lebih cepat karena kadar salinitas yang tinggi. Proses evaporasi menjadi salah satu kunci penting terjadinya proses daur ulang air supaya bisa terjadi terus menerus.

Setelah proses penguapan air laut menjadi awan terlewati, maka hujan akan segera terbentuk dan menyebabkan titik-titik air jatuh ke Bumi. Hujan terjadi saat awan tak lagi mampu menampung uap dari air laut. Sebutan ilmiah untuk turunnya hujan adalah proses presipitasi

Setelahnya, rintik hujan tadi akan jatuh ke Bumi dan mengalir ke sungai, danau hingga kembali ke lautan. Terkadang sebelum mengalir langsung ke laut, air akan terlebih dahulu diserap ke tanah atau menjadi sumber energi bagi tumbuhan. Proses penyerapan air hujan di Bumi ini disebut dengan infiltrasi.

Siklus tersebut akan terus berulang selama proses penguapan air laut masih terjadi. Tahapan daur ulang air ini disebut dengan siklus hidrologi.

Meski terlihat mudah dan dapat menjamin ketersediaan air namun proses ini bisa saja terlambat karena beberapa faktor, misalnya cahaya matahari pada proses evaporasi atau ketersediaan tanah pada proses infiltrasi.

Demikian penjelasan tentang proses penguapan air laut yang menjadi salah satu proses siklus hidrologi.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Menjaga Siklus Air Agar Tidak Terjadi Bencana

5 Cara Menjaga Siklus Air Agar Tidak Terjadi Bencana

News | Rabu, 24 Februari 2021 | 13:54 WIB

Sadar Bencana, Siapkan Tas Siaga Bencana Sedini Mungkin

Sadar Bencana, Siapkan Tas Siaga Bencana Sedini Mungkin

Your Say | Selasa, 23 Februari 2021 | 17:21 WIB

Proses Terjadinya Hujan dari Evaporasi hingga Air Jatuh ke Tanah

Proses Terjadinya Hujan dari Evaporasi hingga Air Jatuh ke Tanah

Tekno | Rabu, 16 Desember 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Rp3 Juta dapat Samsung Tipe Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Menurut Review 2026

Rp3 Juta dapat Samsung Tipe Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Menurut Review 2026

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:40 WIB

Gameplay God of War Laufey Terungkap: Grafis Menawan, Istri Kratos Lebih Lincah

Gameplay God of War Laufey Terungkap: Grafis Menawan, Istri Kratos Lebih Lincah

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:10 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T: Telefoto Lebih Ciamik, Performa Kencang

7 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T: Telefoto Lebih Ciamik, Performa Kencang

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:08 WIB

3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026

3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:20 WIB

Saingi Honor dan Redmi, Oppo Siapkan HP Midrange Baterai 10.000 mAh

Saingi Honor dan Redmi, Oppo Siapkan HP Midrange Baterai 10.000 mAh

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:25 WIB

Daftar Harga Xiaomi TV S Mini LED 2026: Smart TV Premium Layar Jumbo Berfitur Menarik

Daftar Harga Xiaomi TV S Mini LED 2026: Smart TV Premium Layar Jumbo Berfitur Menarik

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:45 WIB

Hisense Mini-LED U7SE 144 Hz Debut: Harga Mulai Rp11 Jutaan, Layar hingga 100 Inci

Hisense Mini-LED U7SE 144 Hz Debut: Harga Mulai Rp11 Jutaan, Layar hingga 100 Inci

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:45 WIB

3 Pilihan HP Redmi Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok untuk Gaming Ringan hingga Multitasking

3 Pilihan HP Redmi Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok untuk Gaming Ringan hingga Multitasking

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:15 WIB

2 Kacamata Pintar Acer Bisa Terhubung ke Android dan iOS, Hadirkan 'Layar' 172 Inci

2 Kacamata Pintar Acer Bisa Terhubung ke Android dan iOS, Hadirkan 'Layar' 172 Inci

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:44 WIB

Budget Rp1 Jutaan Dapat Tablet Apa? Cek 5 Pilihan dengan Spek Gahar, Baterai Badak Kuat Seharian

Budget Rp1 Jutaan Dapat Tablet Apa? Cek 5 Pilihan dengan Spek Gahar, Baterai Badak Kuat Seharian

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:23 WIB