Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bimasakti

Kamis, 01 April 2021 | 12:30 WIB
Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bimasakti
Astronom. [Martin Sattler/Unsplash]

Suara.com - Para astronom di Italia telah mengidentifikasi tempat teraman untuk hidup di Bimasakti.

Hasilnya, manusia saat ini berada di tepi banyak tempat tinggal yang ramah, meskipun di masa muda Bimasakti, tepi galaksi adalah tempat yang lebih aman.

Banyak faktor yang membuat planet bisa dihuni. Misalnya, planet harus berada di zona Goldilocks, di mana panas dan aktivitas dari bintang induknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Selain kondisi, kehidupan juga harus tahan terhadap radiasi berbahaya yang datang dari ruang antarbintang.

Peristiwa kosmik yang dahsyat, seperti supernova dan semburan sinar gamma, mengalirkan partikel berbahaya.

Tidak hanya dapat membunuh semua makhluk hidup, tetapi partikel-partikel ini juga dapat melucuti seluruh atmosfer planet.

Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Berkaca pada peristiwa tersebut, para ilmuwan percaya bahwa planet yang mengorbit sistem bintang di dekatnya akan terhapus dari kehidupan.

Dengan menggunakan model pembentukan dan evolusi bintang, para astronom menghitung kapan wilayah tertentu di galaksi akan terkena radiasi berbahaya.

Pada awal sejarah galaksi, Bimasakti bagian dalam hingga sekitar 33.000 tahun cahaya diterangi dengan pembentukan bintang yang intens, yang membuatnya tidak ramah bagi kehidupan.

Pada saat ini, galaksi sering diguncang oleh ledakan kosmik yang kuat, tetapi daerah terluar, yang memiliki lebih sedikit bintang, sebagian besar terhindar dari bencana tersebut.

Hingga sekitar 6 miliar tahun yang lalu, sebagian besar wilayah di Bimasakti secara teratur disterilkan oleh ledakan besar. Saat galaksi menua, ledakan seperti itu menjadi jarang terjadi.

Saat ini, wilayah tengah Bimasakti yang membentuk cincin dari 6.500 tahun cahaya dari pusat galaksi hingga sekitar 26.000 tahun cahaya dari pusat adalah area teraman bagi kehidupan.

"Jika lebih dekat ke pusat, supernova dan peristiwa lain masih sering terjadi serta lebih banyak semburan sinar gamma," kata Riccardo Spinelli, astronom di University of Insubria, Italia, dikutip dari Live Science, Kamis (1/4/2021).

Ilustrasi sebuah galaksi di alam semesta (Shutterstock).
Ilustrasi sebuah galaksi di alam semesta (Shutterstock).

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics edisi Maret ini, dapat membantu para astronom memutuskan di mana mencari eksoplanet yang dapat dihuni di masa depan.

Untuk saat ini, teknologi masih membatasi para astronom dalam mencari area terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI