alexametrics

NASA Rakit Pesawat Antariksa Baru Jelajahi Asteroid Senilai Rp 145,21 T

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
NASA Rakit Pesawat Antariksa Baru Jelajahi Asteroid Senilai Rp 145,21 T
Ilustrasi asteroid (Shutterstock).

NASA secara resmi memulai perakitan terakhir pesawat luar angkasa yang disebut Psyche.

Suara.com - NASA secara resmi memulai perakitan terakhir pesawat luar angkasa yang disebut Psyche. Pesawat tersebut akan menjelajahi asteroid yang memiliki sebutan serupa senilai 10 triliun dolar AS atau senilai Rp 145,21 triliun.

Badan antariksa itu membagikan gambar dan video pesawat yang disatukan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California Selatan.

Prosesnya akan memakan waktu satu tahun sebelum dikirim ke Cape Canaveral di Florida untuk diluncurkan, yang dijadwalkan pada Agustus 2022.

Pengumuman tersebut menyusul pengiriman sasis Solar Electric Propulsion (SEP) ke laboratorium, yang merupakan komponen kunci dari pesawat luar angkasa.

Baca Juga: Persiapan Terbang, Ingenuity Sentuh Permukaan Mars

Struktur seukuran van tersebut dilengkapi antena high-gain selebar dua meter, bingkai besar yang dapat menampung instrumen ilmiah, dan penutup pelindung berwarna merah untuk melindungi komponen sensitif.

Perakitan dimulai pada 16 Maret, ketika para insinyur memeriksa subsistem, komputer penerbangan, sistem komunikasi, dan sistem distribusi daya rendah untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Sasis Solar Electric Propulsion (SEP), komponen utama pesawat ruang angkasa Psyche NASA. [NASA]
Sasis Solar Electric Propulsion (SEP), komponen utama pesawat ruang angkasa Psyche NASA. [NASA]

Dengan kedatangan sasis di laboratorium, perangkat keras yang tersisa dapat diuji dan dipasang. Sasis sendiri merupakan kerangka internal yang menjadi dasar produksi pesawat luar angkasa.

"Sangat menyenangkan menyaksikan semua komponen bersatu. Tapi ini juga fase yang sangat intens. Ini adalah perakitan yang rumit dan jika satu aktivitas mengalami masalah, itu dapat memengaruhi keseluruhan proses," kata Henry Stone, Manajer Proyek Psyche di JPL, dikutip dari Independent, Senin (5/4/2021).

Setelah perakitan selesai, pesawat luar angkasa harus dipindahkan ke ruang vakum termal besar JPL untuk diuji dalam kondisi yang mirip dengan luar angkasa.

Baca Juga: Akibat Pandemi Covid-19, NASA Prediksi Alami Kerugian Hingga 3 Miliar USD

Pesawat tersebut akan menempuh jarak sekitar 179,5 juta kilometer untuk mencapai asteroid, memeriksa medan magnetnya dan neutron serta sinar gamma yang memancar dari permukaan.

Komentar