Peringatan! Ancaman Badai Matahari 400 Tahun Lalu Bisa Terjadi Lagi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 07 April 2021 | 07:30 WIB
Peringatan! Ancaman Badai Matahari 400 Tahun Lalu Bisa Terjadi Lagi
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan mengenai ancaman badai Matahari yang terjadi pada 1582, bisa terjadi lagi abad ini dan menyebabkan kerusakan serta kelumpuhan jaringan listrik.

Sebelumnya, badai Matahari terjadi di seluruh Eropa dan Asia pada 439 tahun lalu dan laporan saksi mata tentang peristiwa tersebut baru-baru ini telah terungkap.

Para ahli di Cornell University menemukan pengamatan saksi mata yang melaporkan "tampilan merah menyala di langit" yang berlangsung selama tiga hari.

Orang-orang yang mengamati saat itu tidak menyadari bahwa peristiwa tersebut adalah badai Matahari yang sangat besar.

Para astronom modern menggunakan badai tersebut untuk memprediksi aktivitas Matahari di masa depan.

Badai Matahari yang melanda Bumi pada 8 Maret 1582 sebanding dengan yang terjadi pada 1909 dan 1989.

Siklus Badai Matahari. [NASA]
Siklus Badai Matahari. [NASA]

Menurut ahli, itu adalah kejadian sekali dalam satu abad dan dapat terjadi satu atau dua kali di abad ke-21.

Jika badai Matahari hebat yang serupa melanda Bumi saat ini, itu akan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dolar dan melumpuhkan jaringan listrik di seluruh dunia.

Cuaca luar angkasa yang ekstrim atau badai Matahari, terjadi ketika Matahari mengeluarkan plasma panas mendidih dalam bentuk semburan dan angin Matahari.

Meskipun sebagian besar badai Matahari biasanya tidak berbahaya, tetapi jika badai yang cukup besar menghantam Bumi, itu dapat menimbulkan efek bencana.

"Semua bagian langit tampak seperti terbakar dalam nyala api. Tidak ada yang ingat pernah melihat sesuatu seperti itu," kata Pero Ruiz Soares, seorang saksi mata badai Matahari 1582, dikutip dari Daily Mail, Rabu (7/4/2021).

Badai Matahari yang melanda pada 1909, dikatakan sebagai salah satu yang paling hebat di abad ke-20.

Catatan sejarah menunjukkan itu terjadi pada 9 September, di mana badai datang sebagai gelombang kejut dari angin Matahari.

Peristiwa tersebut mengganggu komunikasi telegraf di garis lintang menengah hingga rendah.

Dampak terjadinya Badai Matahari. [NASA]
Dampak terjadinya Badai Matahari. [NASA]

Kemudian sekitar 89 tahun kemudian, badai Matahari cukup besar teramati dan melumpuhkan jaringan listrik Quebec.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Akan Identifikasi 1.000 Rumah Rusak Pasca Gempa Sulbar

Pemerintah Akan Identifikasi 1.000 Rumah Rusak Pasca Gempa Sulbar

Sulsel | Jum'at, 29 Januari 2021 | 05:33 WIB

Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti

Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti

Tekno | Selasa, 26 Januari 2021 | 13:00 WIB

Pengungsi Mamuju Gembira, Mulai Malam Ini Tak Gelap Gulita Lagi

Pengungsi Mamuju Gembira, Mulai Malam Ini Tak Gelap Gulita Lagi

News | Minggu, 17 Januari 2021 | 19:54 WIB

Astronom Dibuat Bingung, Lubang Hitam Raksasa Ini Hindari Sinyal Deteksi

Astronom Dibuat Bingung, Lubang Hitam Raksasa Ini Hindari Sinyal Deteksi

Tekno | Senin, 04 Januari 2021 | 13:00 WIB

Lebih Besar dari Bumi, Ini Penampakan Terbaru Bintik Matahari

Lebih Besar dari Bumi, Ini Penampakan Terbaru Bintik Matahari

Tekno | Kamis, 10 Desember 2020 | 10:00 WIB

Astronom Tri L Astraatmadja (Part 3): Sains Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Astronom Tri L Astraatmadja (Part 3): Sains Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Video | Minggu, 18 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan

5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:36 WIB

Redmi 15A 5G Usung Baterai Jumbo, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Dapat Update hingga 2032

Redmi 15A 5G Usung Baterai Jumbo, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Dapat Update hingga 2032

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:59 WIB

Wamenkomdigi: Jaringan 5G Bakauheni Tetap Andal Saat Arus Balik Lebaran 2026

Wamenkomdigi: Jaringan 5G Bakauheni Tetap Andal Saat Arus Balik Lebaran 2026

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28 WIB

Tecno Spark 50 5G Resmi Dirilis, Baterai 6.500mAh, Desain Ala Pixel, dan Dimensity 6400

Tecno Spark 50 5G Resmi Dirilis, Baterai 6.500mAh, Desain Ala Pixel, dan Dimensity 6400

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:50 WIB

HP Android Bisa Bertahan Berapa Tahun? Ini 5 Pilihan yang Terbukti Awet

HP Android Bisa Bertahan Berapa Tahun? Ini 5 Pilihan yang Terbukti Awet

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:35 WIB

Cara Memilih AC yang Nyaman Dipakai Sehari-hari, Bukan Sekadar Dingin

Cara Memilih AC yang Nyaman Dipakai Sehari-hari, Bukan Sekadar Dingin

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:19 WIB

PP Tunas Berlaku, Pemerintah Ancam Sanksi Platform Digital yang Tak Patuh

PP Tunas Berlaku, Pemerintah Ancam Sanksi Platform Digital yang Tak Patuh

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:06 WIB

DJI Avata 360 Resmi Meluncur: Drone 8K 360 dengan FPV Imersif dan Jangkauan 20 Km

DJI Avata 360 Resmi Meluncur: Drone 8K 360 dengan FPV Imersif dan Jangkauan 20 Km

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:55 WIB

6 HP Gaming Murah Maret 2026, Mulai Rp2 Jutaan

6 HP Gaming Murah Maret 2026, Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:05 WIB

Amartha Luncurkan Platform Donasi Digital Empower, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM

Amartha Luncurkan Platform Donasi Digital Empower, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:04 WIB