Terungkap! Ini Penjelasan Misteri Laba-laba Menyeramkan di Mars

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 09 April 2021 | 07:41 WIB
Terungkap! Ini Penjelasan Misteri Laba-laba Menyeramkan di Mars
Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).

Suara.com - Para astronom telah lama melihat pola aneh berbentuk seperti laba-laba di Mars dan sekarang akhirnya menjelaskan misteri tersebut setelah dua dekade.

Pola-pola tersebut terlihat dalam citra satelit di kutub selatan Mars.

Pola itu berbentuk seperti percabangan berwarna hitam di permukaan Planet Merah dan terlihat cukup menyeramkan, sehingga peneliti menjulukinya "araneiforms", berarti "seperti laba-laba".

Berukuran hingga 1 kilometer, bentuk laba-laba tersebut tidak menyerupai apa pun di Bumi.

Namun, dalam studi baru yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, para ilmuwan berhasil menciptakan kembali laba-laba versi menyusut di laboratorium.

Dilansir dari Space.com, Kamis (8/4/2021), laba-laba itu diciptakan menggunakan lempengan es karbon dioksida dan mesin yang mensimulasikan atmosfer Mars.

Pola aneh seperti laba-laba di Mars. [Trinity College Dublin]
Pola aneh seperti laba-laba di Mars. [Trinity College Dublin]

Ketika es melakukan kontak dengan lapisan sedimen mirip Mars yang jauh lebih hangat, sebagian es langsung berubah dari padat menjadi gas, sehingga membentuk retakan mirip laba-laba di mana gas yang keluar mendorong melalui es.

"Eksperimen menunjukkan secara langsung bahwa pola laba-laba yang kami amati di Mars dari orbit, dapat diukir dengan konversi langsung es karbon dioksida dari padat menjadi gas," kata Lauren McKeown, ilmuwan planet di Open University, Inggris.

Menurut NASA, atmosfer Mars mengandung lebih dari 95 persen karbon dioksida dan banyak es serta embun beku terbentuk di sekitar kutub planet pada musim dingin yang juga terbuat dari karbon dioksida.

baca juga

Dalam penelitian 2003, para peneliti berhipotesis bahwa pola laba-laba di Mars dapat terbentuk di musim semi, ketika sinar Matahari menembus lapisan es karbon dioksida dan memanaskan tanah di bawahnya.

Pemanasan itu menyebabkan es menyublim dari dasarnya, membangun tekanan di bawah es hingga akhirnya retak.

Hingga saat itu, para ilmuwan tidak memiliki cara untuk menguji hipotesis tersebut di Bumi.

Namun, dalam penelitian baru ini, para ahli membuat permukaan kecil Mars di laboratorium menggunakan perangkat yang disebut Open University Mars Simulation Chamber.

Pola aneh seperti laba-laba di Mars. [Nature.com]
Pola aneh seperti laba-laba di Mars. [Nature.com]

Eksperimen membuktikan bahwa hipotesis sublimasi laba-laba memang valid.

Menurut para peneliti, pola kaki laba-laba bercabang lebih banyak muncul ketika penggunaan butiran sedimen dalam eksperimen lebih halus.

Studi ini memberikan bukti fisik pertama yang menunjukkan bagaimana pola laba-laba di Mars mungkin terbentuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, Sinar-X Terdeteksi Keluar dari Uranus

Pertama Kalinya, Sinar-X Terdeteksi Keluar dari Uranus

Tekno | Jum'at, 02 April 2021 | 13:30 WIB

Ada Pink Moon! Masuk April 2021, Ini 5 Fenomena Langit Menarik

Ada Pink Moon! Masuk April 2021, Ini 5 Fenomena Langit Menarik

Tekno | Jum'at, 02 April 2021 | 07:45 WIB

Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bimasakti

Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bimasakti

Tekno | Kamis, 01 April 2021 | 12:30 WIB

Terungkap, CIA Pernah Mencoba Berkomunikasi dengan Alien Mars

Terungkap, CIA Pernah Mencoba Berkomunikasi dengan Alien Mars

Tekno | Rabu, 31 Maret 2021 | 13:30 WIB

Gemas! Spesies Baru Laba-laba Bernama Nemo, Diambil dari Karakter Kartun

Gemas! Spesies Baru Laba-laba Bernama Nemo, Diambil dari Karakter Kartun

Tekno | Selasa, 30 Maret 2021 | 07:00 WIB

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

News | Senin, 29 Maret 2021 | 13:38 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×