Universitas Airlangga: Puluhan Ekor Paus Mati di Madura Karena Sakit

Liberty Jemadu

Senin, 12 April 2021 | 23:18 WIB
Universitas Airlangga: Puluhan Ekor Paus Mati di Madura Karena Sakit
Petugas memeriksa kondisi Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Suara.com - Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga mengungkapkan 52 paus pilot sirip pendek yang terdampar di Pantai Modung Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur dikarenakan penyakit yang dialami oleh beberapa pemimpin koloni.

Dokter hewan dari FKH Universitas Airlangga Drh. Bilqisthi Ari Putra dalam konferensi pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta,  Senin (12/4/2021), tentang hasil investigasi terdamparnya 52 paus pilot sirip pendek Januari lalu,  mengungkapkan bahwa pemimpin koloni paus pilot sirip pendek tersebut menderita kelainan dalam organ sistem navigasinya.

Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021).  ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Bilqisthi menyebut organ pemancar sonar yang disebut melon dari pemimpin koloni sebenarnya sehat dan normal, namun bagian otot yang berkaitan dengan organ pemancar sonar tersebut terdapat kematian sel sehingga melon tidak bisa digunakan sepenuhnya dengan optimal.

Paus mengandalkan navigasi dari sonar untuk melihat sekeliling dan menentukan arah. Organ navigasi paus yang disebut melon ibarat bola mata yang bisa bergerak ke berbagai arah dengan dibantu oleh otot.

Namun otot yang melekat pada organ melon paus pemimpin koloni ini mengalami kelainan.

"Ibarat mata manusia itu juling," kata Bilqisthi.

Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021).  ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Paus merupakan mamalia laut yang hidup berkelompok yang dipimpin oleh seekor pemimpin koloni. Koloni 52 ekor paus yang terdampar di Jawa Timur ini dipimpin oleh betina yang juga indukan dengan ukuran paling besar di antara paus lainnya.

Karena paus merupakan hewan yang berkoloni, arah pergerakan hewan mamalia laut yang kerap bermigrasi ini mengikuti pemimpin koloni. Namun sayangnya keadaan pemimpin koloni paus pilot ini memiliki kondisi fisiknya tidak sehat dan kelainan navigasi.

Tim FKH Unair menyimpulkan bahwa sebanyak 52 paus terdampar di Pantai Modung dikarenakan mengikuti arah gerak pemimpin yang mengalami kelainan navigasi.

baca juga

Ke-52 paus yang terdampar tersebut diketahui sedang bermigrasi dalam perburuannya mencari makanan. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan lambung paus yang kosong tanpa ada makanan.

Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021).  ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Selain mengalami kelainan organ navigasi, paus betina pemimpin koloni juga diketahui mengalami penyakit emfisema pada paru-parunya yang bisa membuat paus sesak bernapas.

"Kalau di manusia itu seperti sesak napas atau asma," katanya.

Di samping itu, paus betina tersebut juga mengalami peradangan pada usus maupun lambungnya yang sudah kronis atau terjadi dalam waktu yang lama. Tim FKH Unair juga memeriksa dua paus jantan yang memiliki gangguan paru-paru kronis seperti pneumonia maupun benjolan di organ pernapasannya.

Bilqisthi mengungkapkan bahwa paus merupakan satwa liar dan tidak sedikit hewan liar yang memiliki penyakit kronis pada tubuhnya. "Tidak ada satwa liar yang sehat seratus persen. Yang kita temukan mayoritas penyakit kronis, artinya sudah bergejala cukup lama. Kemungkinan penyebabnya dari kualitas air mungkin-mungkin saja," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik dalam RUU Perampasan Aset

Pakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik dalam RUU Perampasan Aset

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:30 WIB

Kerja Sama Telkom dengan UNAIR: Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence

Kerja Sama Telkom dengan UNAIR: Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 10:10 WIB

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 18:07 WIB

Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo

Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo

Foto | Minggu, 27 Juli 2025 | 08:45 WIB

Cara Mendapatkan Golden Ticket Unair 2025: Panduan Lengkap dan Syarat Pendaftaran

Cara Mendapatkan Golden Ticket Unair 2025: Panduan Lengkap dan Syarat Pendaftaran

Lifestyle | Minggu, 09 Februari 2025 | 20:29 WIB

Rektor Unair Dukung Konsesi Tambang untuk Kampus, Tapi Butuh 3-4 Tahun Baru Untung!

Rektor Unair Dukung Konsesi Tambang untuk Kampus, Tapi Butuh 3-4 Tahun Baru Untung!

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 10:58 WIB

Terkini

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:32 WIB

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:30 WIB

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 17:26 WIB

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 17:12 WIB

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:07 WIB

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:00 WIB

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:52 WIB

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:45 WIB

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 16:41 WIB

×