Waspada! Krisis Chip Global, Banyak Komponen Palsu Beredar

Dythia Novianty, Dicky Prastya

Selasa, 15 Juni 2021 | 13:00 WIB
Waspada! Krisis Chip Global, Banyak Komponen Palsu Beredar
Ilustrasi chip. [Слава Вольгин/Pixabay]

Suara.com - Krisis chip yang sedang melanda industri di dunia akan membawa masalah baru, yakni menjadi peluang bagi para oknum untuk mengedarkan komponen palsu.

Hal ini diungkap oleh Diganta Das, peneliti elektronik palsu di Center for Advanced Life Cycle Engineer (CALCE).

Menurutnya, krisis chip global dapat mendorong perusahaan untuk mendapatkan komponen sesuai banyaknya permintaan.

"Jika minggu depan anda memerlukan 5.000 suku cadang dan bisnis akan terancam, anda akan berada dalam situasi pembelian darurat dan anda akan lengah," kata Das, dikutip dari ZDnet, Selasa (15/6/2021).

Dia menambahkan, para pelaku usaha tidak akan mematuhi aturan untuk memverifikasi vendor atau melalui proses pengujian.

"Ini kemungkinan akan menjadi masalah besar," tegasnya.

Ilustrasi smartphone. [Shutterstock]
Ilustrasi smartphone. [Shutterstock]

Dalam penelitiannya, Das rutin memeriksa data terkait laporan palsu untuk komponen chip.

Meskipun laporan belum terlalu banyak, ia yakin bahwa laporan atas komponen palsu akan mulai bertambah selama enam bulan ke depan karena perusahaan mulai sadar komponennya dijual secara ilegal.

Komponen palsu yang beredar di pasaran ini diprediksi akan terjadi bagi industri kecil, khususnya untuk sektor pertahanan, perawatan kesehatan, atau otomotif.

baca juga

Hal ini terjadi karena perusahaan kecil tersebut akan menggunakan jasa distributor pihak ketiga.

Itu berarti, mereka akan membeli komponen dari pihak di luar produsen chip asli.

Terlebih, berurusan dengan distributor independen berpeluang menjual barang kembali secara terbuka di online.

Artinya, suku cadang asli dapat berpindah tangan beberapa kali yang menyebabkan sulitnya untuk melacak dari mana asal komponen tersebut.

Belum lagi produksi chip semikonduktor memerlukan pengujian yang memakan waktu cukup lama.

Biasanya, perusahaan mengetes komponen suku cadang yang diterima dalam waktu satu sampai dua minggu untuk memastikan barangnya aman diedarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chip Semikonduktor Makin Seret, Korea Selatan Imbau Produsen Asing

Chip Semikonduktor Makin Seret, Korea Selatan Imbau Produsen Asing

Otomotif | Rabu, 26 Mei 2021 | 10:30 WIB

Cara Penukaran Kartu ATM Debit BRI, Mandiri, BNI, dan BCA dan Tenggat Waktu

Cara Penukaran Kartu ATM Debit BRI, Mandiri, BNI, dan BCA dan Tenggat Waktu

Bisnis | Selasa, 25 Mei 2021 | 10:25 WIB

Peringatan! Kelangkaan Chip Terus Berlanjut hingga 2022

Peringatan! Kelangkaan Chip Terus Berlanjut hingga 2022

Tekno | Senin, 24 Mei 2021 | 11:00 WIB

Duh! Krisis Chip Global Makin Parah, Apple Terancam Rugi Rp 57,5 Triliun

Duh! Krisis Chip Global Makin Parah, Apple Terancam Rugi Rp 57,5 Triliun

Tekno | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:15 WIB

Batas Waktu Ganti Kartu Debit Bank Mandiri Terbaru Berbasis Chip

Batas Waktu Ganti Kartu Debit Bank Mandiri Terbaru Berbasis Chip

Bisnis | Rabu, 19 Mei 2021 | 14:40 WIB

Duh! Deretan Samsung Galaxy A Ini Kena Imbas Kelangkaan Chip

Duh! Deretan Samsung Galaxy A Ini Kena Imbas Kelangkaan Chip

Tekno | Selasa, 18 Mei 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:26 WIB

Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun

Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:51 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional

Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:26 WIB

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:15 WIB

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:41 WIB

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:19 WIB

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:23 WIB

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:10 WIB

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:09 WIB

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:40 WIB