Astronom Temukan Badai Lubang Hitam Supermasif Paling Awal di Semesta

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:31 WIB
Astronom Temukan Badai Lubang Hitam Supermasif Paling Awal di Semesta
Badai Lubang Hitam Supermasif. [ALMA]

Suara.com - Para astronom menemukan badai dahsyat lubang hitam supermasif paling awal yang diketahui.

Terletak 13,1 miliar tahun cahaya dari Bumi, badai itu memiliki kecepatan angin hingga 1,1 juta mil per jam.

Para peneliti yang menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chili, menemukan angin yang didorong lubang hitam 800 juta tahun setelah Big Bang.

ALMA mengamati galaksi HSC J124353.93+010038.5 dan menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh debu serta ion karbon di galaksi.

Analisis mendetail dari data ALMA mengungkapkan bahwa ada aliran berkecepatan tinggi yang bergerak dengan kecepatan 500 km per detik atau 1,1 juta mil per jam.

Badai dahsyat ini adalah tanda bahwa lubang hitam besar di pusat galaksi memiliki efek mendalam pada pertumbuhan galaksi dari alam semesta awal.

Galaksi HSC J124353.93+010038.5. [ALMA]
Galaksi J1243+0100 . [ALMA]

Tim ahli mengatakan, ini adalah contoh paling awal yang pernah diamati dari jenis badai lubang hitam dengan ukuran jutaan hingga miliaran kali lebih besar dari Matahari.

Ilmuwan menemukan bahwa massa lubang hitam secara kasar sebanding dengan massa wilayah pusat galaksi yang dihuninya.

"Berdasarkan hubungan proporsional antara massa dua benda yang sangat berbeda ukurannya, kami percaya bahwa galaksi dan lubang hitam tumbuh dan berevolusi bersama melalui semacam interaksi fisik," tulis para ahli, dikutip Daily Mail, Rabu (23/6/2021).

Tak hanya itu, ini juga contoh galaksi tertua yang diamati dengan badai besar seukuran galaksi.

Pemegang rekor sebelumnya adalah galaksi sekitar 13 miliar tahun yang lalu.

Tim juga mengukur pergerakan gas tenang di J1243+0100 dan memperkirakan massa galaksi sekitar 30 miliar kali Matahari.

Ilustrasi lubang hitam ditemukan dekat galaksi kita. [AFP]
Ilustrasi lubang hitam. [AFP]

Penelitian juga menyiratkan bahwa koevolusi lubang hitam dan galaksi supermasif telah terjadi sejak kurang dari satu miliar tahun setelah kelahiran semesta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seram! Hawking: Siapa pun Jatuh di Lubang Hitam Bisa Jadi Spagetifikasi

Seram! Hawking: Siapa pun Jatuh di Lubang Hitam Bisa Jadi Spagetifikasi

Bali | Rabu, 02 Desember 2020 | 07:10 WIB

Astronom Ini Ungkap Alasan Mengapa Lubang Hitam Begitu Menakutkan

Astronom Ini Ungkap Alasan Mengapa Lubang Hitam Begitu Menakutkan

Batam | Rabu, 02 Desember 2020 | 06:57 WIB

Mengerikan! Ini yang Akan Terjadi jika Jatuh ke Dalam Lubang Hitam

Mengerikan! Ini yang Akan Terjadi jika Jatuh ke Dalam Lubang Hitam

Tekno | Selasa, 01 Desember 2020 | 11:00 WIB

Bikin Deg-degan, Ternyata Segini Jarak Bumi dan Lubang Hitam

Bikin Deg-degan, Ternyata Segini Jarak Bumi dan Lubang Hitam

Bali | Selasa, 01 Desember 2020 | 08:15 WIB

Roger Penrose: Nobel Fisika untuk Teori yang Pecahkan Misteri Lubang Hitam

Roger Penrose: Nobel Fisika untuk Teori yang Pecahkan Misteri Lubang Hitam

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:55 WIB

Pemenang Nobel Klaim, Alam Semesta Lain Sudah Ada Sebelum Big Bang

Pemenang Nobel Klaim, Alam Semesta Lain Sudah Ada Sebelum Big Bang

Tekno | Senin, 12 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Terkini

TWS Moto Buds 2 Rilis di Asia: Kolaborasi dengan Bose, Baterai Tahan Lama

TWS Moto Buds 2 Rilis di Asia: Kolaborasi dengan Bose, Baterai Tahan Lama

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:48 WIB

5 HP Midrange Terbaru Siap ke Indonesia: Baterai 9.020 mAh, RAM 12 GB, dan Chip Kencang

5 HP Midrange Terbaru Siap ke Indonesia: Baterai 9.020 mAh, RAM 12 GB, dan Chip Kencang

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:25 WIB

Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo

Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang

HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:00 WIB

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:07 WIB

Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie

Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari

Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:22 WIB

Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?

Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:39 WIB

Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch

Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:47 WIB