Ilmuwan Temukan Alat Bisa Perkirakan Usia Kekebalan Tubuh dan Prediksi Risiko Penyakit

Dythia Novianty

Selasa, 13 Juli 2021 | 07:56 WIB
Ilmuwan Temukan Alat Bisa Perkirakan Usia Kekebalan Tubuh dan Prediksi Risiko Penyakit
Ilustrasi laboratorium (Unsplash)

Suara.com - Ilmuwan mengklaim telah menemukan alat baru mengukur tingkat peradangan kronis dalam tubuh seseorang untuk menentukan "usia imunologis" mereka.

Angka ini mengisyaratkan kapan dan apakah orang itu akan menjadi lemah atau mengembangkan penyakit jantung di kemudian hari.

Alat ini bernama iAge, menggunakan jenis kecerdasan buatan (AI) yang disebut jaringan saraf dalam untuk menganalisis penanda peradangan yang ditularkan melalui darah.

Studi terbaru ini diterbitkan Senin (12/7/2021) di jurnal Nature Aging, sebagaimana melansir Livescience, Selasa (13/7/2021).

Penanda ini termasuk protein yang disebut sitokin, yang mengirimkan pesan antara sel-sel kekebalan dan sel-sel lain dalam tubuh.

Dengan menggunakan sampel darah dari 1.001 orang, usia 8 hingga 96 tahun, tim menemukan pola antara penanda inflamasi yang beredar dan berbagai kondisi terkait usia.

Ilustrasi Hari Lansia Nasional - (Freepik)
Ilustrasi lansia- (Freepik)

Di antara 50 sitokin yang mereka nilai, tim menandai segelintir tampaknya memiliki pengaruh paling kuat terhadap skor iAge seseorang.

Khususnya, sitokin yang disebut CXCL9 menonjol sebagai kontributor paling signifikan.

Substansi biasanya mengumpulkan sel-sel kekebalan ke tempat infeksi, tetapi di antara peserta penelitian, tingkat CXCL9 mulai naik dengan cepat rata-rata sekitar usia 60 tahun.

baca juga

Dalam percobaan lanjutan dengan sel di piring laboratorium, tim mengaitkan lonjakan sitokin terkait usia ini dengan masalah fungsional dalam sel endotel, komponen utama dinding pembuluh darah.

Tetapi mereka menemukan bahwa setidaknya di piring laboratorium,

"Jika merobohkan gen [untuk] CXCL9, Anda dapat memulihkan fungsi-fungsi itu. Membantu sel berkontraksi dan membangun jaringan pembuluh darah seperti biasa," kata penulis studi senior David Furman, direktur dari Stanford 1000 Imunomes Project dan kepala Pusat AI dan Data Science of Aging di Buck Institute for Research on Aging.

Ini mengisyaratkan bahwa, di masa depan, perawatan medis dapat dikembangkan untuk menghentikan peningkatan CXCL9 terkait usia.

"Para ilmuwan lebih memahami pemicu mendasar yang mendorong peradangan terkait usia, akan sulit untuk mengembangkan obat yang menargetkan peradangan tanpa mengacaukan sistem kekebalan pada umumnya," kata para ahli kepada Live Science.

Studi baru ini berasal dari Stanford 1000 Immunomes Project (1KIP), sebuah upaya untuk memahami bagaimana tanda-tanda peradangan kronis berubah seiring bertambahnya usia.

Para ilmuwan mengumpulkan sampel darah dari orang-orang dari berbagai usia antara 2009 dan 2016, kemudian menjalankan sampel tersebut melalui serangkaian tes, menilai tingkat sitokin, aktivasi gen, dan respons imun dalam sel yang dikumpulkan.

Ilustrasi sampel darah. [Belova59/Pixabay]
Ilustrasi sampel darah. [Belova59/Pixabay]

"Dengan langkah-langkah ini, tim berharap menunjukkan dengan tepat bagian mana dari sistem kekebalan yang berkontribusi pada peradangan tingkat rendah yang terus-menerus yang muncul seiring bertambahnya usia," kata Furman.

Peradangan kronis ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit, dari kanker hingga Alzheimer, dan terkait dengan tanda-tanda penuaan.

Meskipun hubungan antara penanda inflamasi dan penuaan bukanlah hal baru, masalah di lapangan adalah bahwa 'peradangan' terlalu [banyak] dari istilah umum.

"Kita tidak dapat benar-benar mengurangi peradangan tanpa konsekuensi yang parah pada kesehatan," kata Dr. Luigi Ferrucci, direktur ilmiah National Institutes of Health's National Institute on Aging, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Menurutnya, studi baru mengambil langkah maju dengan menggunakan AI untuk menyaring data dari peserta 1KIP, sehingga mengidentifikasi sitokin spesifik yang mungkin memainkan peran kunci dalam penuaan.

"Saya tidak setuju bahwa ini adalah ukuran penuaan imunologis karena iAge tidak dapat memprediksi seberapa baik sistem kekebalan seseorang akan merespon vaksinasi atau infeksi," Ferrucci menambahkan.

Tapi, menurutnya, alat itu masih bisa berguna sebagai indeks untuk melacak penuaan biologis yang berhubungan dengan peradangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Herbal Riau Ungkap Ramuan Bantu Tangkal Covid-19, Ini Cara Buatnya

Ahli Herbal Riau Ungkap Ramuan Bantu Tangkal Covid-19, Ini Cara Buatnya

Riau | Rabu, 30 Juni 2021 | 14:44 WIB

Terungkap! Ilmuwan Temukan Korban Wabah Tertua di Dunia

Terungkap! Ilmuwan Temukan Korban Wabah Tertua di Dunia

Tekno | Rabu, 30 Juni 2021 | 15:30 WIB

Ilmuwan Ungkap Alien Bisa Deteksi Kehidupan di Bumi

Ilmuwan Ungkap Alien Bisa Deteksi Kehidupan di Bumi

Tekno | Senin, 28 Juni 2021 | 13:30 WIB

Sebesar Kecoak, Ilmuwan Temukan Fosil Hewan 120 Juta Tahun Mirip T-Rex

Sebesar Kecoak, Ilmuwan Temukan Fosil Hewan 120 Juta Tahun Mirip T-Rex

Tekno | Minggu, 27 Juni 2021 | 13:00 WIB

Varian Delta Mengancam, Ini 5 Resep Minuman Alami untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Varian Delta Mengancam, Ini 5 Resep Minuman Alami untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 18:47 WIB

Pemkot Makassar Akan Survei Kekebalan Tubuh Warga Terhadap Covid-19 Dengan Cara Ini

Pemkot Makassar Akan Survei Kekebalan Tubuh Warga Terhadap Covid-19 Dengan Cara Ini

Sulsel | Rabu, 23 Juni 2021 | 17:02 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×