Duh! Korban Scammer Aplikasi Kencan Kebanyakan Alami Catfishing

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 09 Agustus 2021 | 19:39 WIB
Duh! Korban Scammer Aplikasi Kencan Kebanyakan Alami Catfishing
Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]

Suara.com - Menurut temuan penelitian Kaspersky, para scammer menjadi faktor penghalang seseorang untuk memulai menggunakan layanan aplikasi kencan.

Secara khusus, sebanyak 38 persen responden takut menggunakan aplikasi kencan karena mereka khawatir menjadi korban para penipu online.

Sebanyak 34 persen mengungkapkan bahwa mereka tidak mempercayai orang-orang dalam aplikasi kencan.

Meskipun begitu, hanya 15 persen responden yang menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber dan 31 persen yang mengontak para scammers berhasil menghindari serangan.

Jutaan orang telah menggunakan aplikasi kencan online atau situs jejaring sosial untuk mencari pasangan.

Alih-alih menemukan cinta, banyak orang justru menemukan para scammers yang mencoba menipu untuk memberikan sejumlah uang.

Ilustrasi aksi scammer. [Shutterstock]
Ilustrasi aksi scammer. [Shutterstock]

Scammers memiliki ketertarikan tertentu pada layanan kencan karena mereka tahu bahwa orang-orang di platform tersebut bertujuan mencari koneksi pribadi dan memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dari semua jenis bahaya yang berbeda pada aplikasi kencan, pengguna paling sering berhadapan dengan catfishing (menipu dengan berpura-pura memiliki ketertarikan terhadap seseorang) (51 persen), tautan atau lampiran berbahaya (21 persen) hingga pencurian identitas (17 persen).

Mereka yang terhindar dari serangan diantaranya berhasil mengidentifikasi penipu dengan profil mencurigakan dan tampak palsu (50 persen).

Baca Juga: Minta Bantuan 5 Hal Ini Kepada Teman Sebelum Pakai Aplikasi Kencan

Tidak sedikit dari mereka yag sangat berhati-hati dan tidak pernah mengirim uang ke plattform aplikasi kencan (49 persen) atau memperhatikan dengan seksama pesan yang mencurigakan (47 persen).

Hampir seperlima (21 persen) responden juga muncul kecurigaan ketika scammer menolak untuk melakukan panggilan video.

Kurangnya privasi juga merupakan masalah serius dalam sebuah aplikasi kencan.

Sebanyak 26 persen responden khawatir data pribadi mereka akan beredar secara online karena menggunakan aplikasi tersebut.

Selain itu, 19 persen pengguna menghapus layanan kencan online karena ingin menjaga informasi pribadi mereka lebih aman.

Peneliti keamanan di Kaspersky David Jacoby melihat, berkencan online dapat dianggap sebagai petualangan yang berisiko, karena pada awal perkenalan tidak mengetahui informasi apapun satu sama lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI