Kekurangan Nitrogen Cair, NASA Tunda Peluncuran Satelit Landsat 9

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 01 September 2021 | 16:01 WIB
Kekurangan Nitrogen Cair, NASA Tunda Peluncuran Satelit Landsat 9
Landsat 9. [NASA]

Suara.com - NASA menunda peluncuran satelit Landsat pengamat Bumi selama seminggu karena kekurangan nitrogen cair.

Satelit Landsat 9 merupakan kolaborasi antara NASA dan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), yang pada awalnya dijadwalkan diluncurkan dari Space Launch Complex 3 di California pada 16 September mendatang.

Namun, peluncuran itu ditunda hingga 23 September mendatang.

Penundaan ini terjadi karena kekurangan oksigen cair di seluruh dunia, komponen penting bahan bakar roket, karena perannya dalam dunia medis sebagai oksigen cair untuk pasien Covid-19.

Oksigen cair digunakan sebagai oksidator yang berhubungan dengan bahan bakar apa pun yang digunakan roket.

Landsat 9 sendiri akan diluncurkan dengan roket United Launch Alliance Atlas V, yang menggunakan RP-1 sebagai propelan.

Roket United Launch Alliance Atlas V. [Joel Kowsky/NASA/AFP]
Roket United Launch Alliance Atlas V. [Joel Kowsky/NASA/AFP]

"Permintaan oksigen cair medis yang meningkat akibat pandemi saat ini telah berdampak pada pengiriman pasokan nitrogen cair yang dibutuhkan ke California oleh Badan Logistik Pertahanan (DLA) dan pemasoknya Airgas," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Menurut pejabat NASA, badan antariksa itu memiliki pemasok oksigen cair sendiri.

Namun, perusahaan yang mengirimkan pasokan nitrogen cair juga membantu dalam mengirimkan beban oksigen cair ke rumah sakit.

baca juga

Kondisi ini menyebabkan kurangnya petugas akomodasi yang tersedia untuk melakukan pengiriman ke lokasi peluncuran.

Misi Landsat 9 akan melanjutkan peran program sebelumnya dalam memantau dan mengelola sumber daya lahan, seperti tanaman, air, dan hutan.

Misi senilai 885 juta dolar AS itu merupakan satelit kesembilan dalam program Landsat, sesuai namanya.

Satelit Landsat telah menjadi sumber daya bagi para ilmuwan sejak satelit pertama diluncurkan pada 1972.

Satelit Landsat 9 akan menggantikan satelit Landsat 7 yang mengorbit sejak 1999 dan akan bekerja dengan Landsat 8 yang diluncurkan pada 2013.

Landsat 8. [NASA]
Landsat 8. [NASA]

Dilansir dari Space.com, Rabu (1/9/2021), duo Landsat itu akan mencitrakan Bumi setiap delapan hari.

Baik Landsat 8 dan Landsat 9, membawa dua instrumen ilmiah berbeda yang akan menganalisis cahaya yang dipantulkan dari Bumi dalam panjang gelombang yang berbeda untuk mendeteksi seluruh permukaan, bahkan perubahan terkecil di danau, sungai, dan hutan di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ditunda, Petinggi NASA Tetap Optimis dengan Misi ke Bulan

Meski Ditunda, Petinggi NASA Tetap Optimis dengan Misi ke Bulan

Tekno | Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:26 WIB

Astronot Alami Masalah Medis, NASA Tunda Perjalanan Luar Angkasa di ISS

Astronot Alami Masalah Medis, NASA Tunda Perjalanan Luar Angkasa di ISS

Tekno | Selasa, 24 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Digugat Jeff Bezos, NASA Hnetikan Pekerjaan Pendarat Bulan dengan SpaceX

Digugat Jeff Bezos, NASA Hnetikan Pekerjaan Pendarat Bulan dengan SpaceX

Tekno | Minggu, 22 Agustus 2021 | 09:35 WIB

NASA Bersiap Kumpulkan Sampel Kedua di Mars

NASA Bersiap Kumpulkan Sampel Kedua di Mars

Tekno | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 12:16 WIB

Gunakan Ide Publik untuk Misi Bulan, NASA Bagikan Hadiah Rp7,2 Miliar

Gunakan Ide Publik untuk Misi Bulan, NASA Bagikan Hadiah Rp7,2 Miliar

Tekno | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 08:40 WIB

Penjelajah NASA Temukan Batuan Asin, Potensi Ungkap Iklim Kuno di Planet Mars

Penjelajah NASA Temukan Batuan Asin, Potensi Ungkap Iklim Kuno di Planet Mars

Tekno | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:56 WIB

Terkini

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:22 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Health | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:11 WIB

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:08 WIB

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:55 WIB

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:49 WIB

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:39 WIB

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:37 WIB

×