alexametrics

AS Danai Eksperimen di Wuhan, Diduga Untuk Ubah Virus Corona Agar Bisa Jangkiti Manusia

Liberty Jemadu
AS Danai Eksperimen di Wuhan, Diduga Untuk Ubah Virus Corona Agar Bisa Jangkiti Manusia
Dokumen baru di AS menunjukkan bahwa ada riset dan eksperimen virus corona di Wuhan. Foto: Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Dokumen terbaru menunjukkan AS mendanai riset virus corona di Wuhan. Dalam riset itu diduga ada eksperimen yang mengubah virus corona agar bisa menginfeksi manusia,

Suara.com - Kumpulan dokumen terbaru yang diperoleh media investigasi terkemuka Amerika Serikat, The Intercept, mengungkap bahwa pemerintah AS telah mendanai riset virus corona di Wuhan, China. Salah satu bagian dari riset diduga adalah eksperimen untuk mengubah virus corona sehingga bisa menginfeksi manusia.

The Intercept, pada Selasa (7/9/2021), mewartakan bahwa pihaknya telah berhasil memperoleh dokumen-dokumen tersebut setelah menggugat National Institutes of Health (NIH), sebuah badan riset biomedis dan kesehatan publik pemerintah AS, menggunakan undang-undang keterbukaan informasi publik.

Temuan ini memperkuat kecurigaan bahwa virus Sars-Cov-2, pemicu wabah Covid-19, memang bocor dari laboratorium, demikian disampaikan beberapa ilmuwan yang diwawancarai The Intercept.

"Ini adalah peta jalan menuju riset berisiko tinggi yang bisa saja telah membawa kita ke pandemi yang sedang terjadi sekarang," kata Gary Ruskin, direktur eksekutif US Right To Know, sebuah kelompok yang sedang meneliti tentang asal-muasal Covid-19.

Baca Juga: Ilmuwan AS Klaim Tahu soal Covid-19 di Wuhan 2 Minggu sebelum Peringatan

Dokumen setebal lebih dari 900 halaman itu mengungkapkan bahwa Amerika, lewat Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) telah memberikan hibah kepada EcoHealth Alliance, organisasi nirlaba di AS yang bergerak di bidang riset penyakit menular. Hibah ini diberikan untuk periode 2014 sampai 2019.

EcoHealth Alliance menerima hibah sebesar 3,1 juta dolar AS untuk meneliti virus corona pada kelelawar. Dari jumlah itu, sebanyak 599.000 dolar dialirkan ke Institut Virologi Wuhan di Wuhan, Tiongkok.

Dalam salah satu dokumen, dijelaskan bahwa Presiden EcoHealth Peter Daszak ingin menskrining ribuan sampel kelelawar untuk menemukan virus corona baru. Riset itu juga melakukan skrining terhadap orang yang bekerja atau dekat dengan binatang.

Ada beberapa informasi rinci soal riset di Wuhan yang tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut. Di antaranya adalah tentang eksperimen yang melibatkan tikus-tikus yang direkayasa agar memiliki gen, jaringan, sistem imun, atau bagian lain dari tubuh manusia.

Eksperimen ini digelar di sebuah laboratorium dengan standar biosafety level 3 di pusat eksperimen hewan Universitas Wuhan, bukan di Institut Virologi Wuhan. Diduga eksperimen ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengubah virus corona dari kelelawar agar bisa menginfeksi manusia.

Baca Juga: Dari Binatang atau Lab China? Intelijen Amerika Gagal Temukan Asal Covid-19

Richard Ebright, pakar biologi molekular dari Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat, mengatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut mengandung informasi penting soal riset di Wuhan, termasuk tentang terciptanya virus corona baru.

Komentar