AS Danai Eksperimen di Wuhan, Diduga Untuk Ubah Virus Corona Agar Bisa Jangkiti Manusia

Liberty Jemadu

Selasa, 07 September 2021 | 22:26 WIB
AS Danai Eksperimen di Wuhan, Diduga Untuk Ubah Virus Corona Agar Bisa Jangkiti Manusia
Dokumen baru di AS menunjukkan bahwa ada riset dan eksperimen virus corona di Wuhan. Foto: Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Suara.com - Kumpulan dokumen terbaru yang diperoleh media investigasi terkemuka Amerika Serikat, The Intercept, mengungkap bahwa pemerintah AS telah mendanai riset virus corona di Wuhan, China. Salah satu bagian dari riset diduga adalah eksperimen untuk mengubah virus corona sehingga bisa menginfeksi manusia.

The Intercept, pada Selasa (7/9/2021), mewartakan bahwa pihaknya telah berhasil memperoleh dokumen-dokumen tersebut setelah menggugat National Institutes of Health (NIH), sebuah badan riset biomedis dan kesehatan publik pemerintah AS, menggunakan undang-undang keterbukaan informasi publik.

Temuan ini memperkuat kecurigaan bahwa virus Sars-Cov-2, pemicu wabah Covid-19, memang bocor dari laboratorium, demikian disampaikan beberapa ilmuwan yang diwawancarai The Intercept.

"Ini adalah peta jalan menuju riset berisiko tinggi yang bisa saja telah membawa kita ke pandemi yang sedang terjadi sekarang," kata Gary Ruskin, direktur eksekutif US Right To Know, sebuah kelompok yang sedang meneliti tentang asal-muasal Covid-19.

Dokumen setebal lebih dari 900 halaman itu mengungkapkan bahwa Amerika, lewat Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) telah memberikan hibah kepada EcoHealth Alliance, organisasi nirlaba di AS yang bergerak di bidang riset penyakit menular. Hibah ini diberikan untuk periode 2014 sampai 2019.

EcoHealth Alliance menerima hibah sebesar 3,1 juta dolar AS untuk meneliti virus corona pada kelelawar. Dari jumlah itu, sebanyak 599.000 dolar dialirkan ke Institut Virologi Wuhan di Wuhan, Tiongkok.

Dalam salah satu dokumen, dijelaskan bahwa Presiden EcoHealth Peter Daszak ingin menskrining ribuan sampel kelelawar untuk menemukan virus corona baru. Riset itu juga melakukan skrining terhadap orang yang bekerja atau dekat dengan binatang.

Ada beberapa informasi rinci soal riset di Wuhan yang tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut. Di antaranya adalah tentang eksperimen yang melibatkan tikus-tikus yang direkayasa agar memiliki gen, jaringan, sistem imun, atau bagian lain dari tubuh manusia.

Eksperimen ini digelar di sebuah laboratorium dengan standar biosafety level 3 di pusat eksperimen hewan Universitas Wuhan, bukan di Institut Virologi Wuhan. Diduga eksperimen ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengubah virus corona dari kelelawar agar bisa menginfeksi manusia.

baca juga

Richard Ebright, pakar biologi molekular dari Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat, mengatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut mengandung informasi penting soal riset di Wuhan, termasuk tentang terciptanya virus corona baru.

"Virus-virus yang mereka ciptakan diuji kemampuannya untuk menginfeksi tikus yang telah direkayasa agar memiliki reseptor manusia dalam sel-selnya," jelas Ebright yang telah membaca dokumen-dokumen tersebut.

Siapa Peter Daszak?

Ebright juga menunjukkan bahwa dokumen-dokumen baru itu mengungkap bahwa ada dua jenis virus corona baru yang mampu menginfeksi tikus yang mengandung reseptor manusia tadi. Kedua virus corona itu adalah SARS dan MERS.

Penting dicatat bahwa Peter Daszak adalah salah satu anggota tim organisasi kesehatan dunia atau WHO yang dikirim untuk melakukan investigasi ke China pada Januari lalu.

Ia bersama 12 anggota tim lainnya berada di China selama empat minggu - dua pekan di antaranya terkurung di hotel karena dikarantina. Dalam investigasi itu, tim WHO tersebut dikawal ketat oleh para peneliti Tiongkok dan tak diberikan akses kepada data-data mentah yang dinilai penting untuk mengungkap asal-muasal Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

×