Jakarta Tenggelam Karena Air Tanah Terus Disedot, Diperparah Perubahan Iklim

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:47 WIB
Jakarta Tenggelam Karena Air Tanah Terus Disedot, Diperparah Perubahan Iklim
Proyek pembangunan tanggul laut raksasa di Kalibaru, Jakarta, Senin (7/5).

Suara.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian mengatakan penurunan muka tanah akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama meningkatkan potensi sebagian Jakarta dan pesisir Pantura tenggelam, bukan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.

"Sebenarnya tidak karena perubahan iklim terjadi kenaikan muka air laut, akan tetapi yang terjadi adalah lebih banyak karena penurunan muka tanah karena banyak air tanah di perkotaan-perkotaan Pantura itu airnya disedot dihisap," kata Edvin dalam Diskusi Publik virtual Perubahan Iklim dan Ancaman Tenggelamnya Pesisir Jawa di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Edvin yang juga anggota Dewan Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) menuturkan permukaan tanah menurun di Pantura jauh lebih tinggi dan jauh lebih cepat dibandingkan laju kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim yang menyebabkan es di daratan mencair.

Pakar iklim dan meteorologi itu mengatakan yang dikhawatirkan dari dampak perubahan iklim adalah semua lapisan es yang berada di permukaan tanah mencair. Ada tiga pusat lapisan es di daratan di dunia, yaitu Kutub Selatan, daerah-daerah di Greenland di Denmark, dan di Pegunungan Himalaya di Asia.

"Yang kita khawatirkan terjadi pelelehan dan akan menambah muka air laut itu, jadi muka air laut dapat menjadi meluap atau istilahnya bertambah tinggi karena pelelehan es yang ada di daratan atau bisa juga karena salinitasnya menurun. Salinitas ini kembali lagi karena penambahan volume air yang ke lautan," ujarnya.

Edvin mengatakan hasil pengukuran di daerah utara Jawa, ternyata hanya terjadi kenaikan muka air laut sebesar 3,6 mm per tahun.

Menurut dia, besaran kenaikan muka air laut itu sebenarnya tidak cukup menjadi faktor sendiri untuk menenggelamkan sebagian wilayah Jakarta atau pesisir Pantura dalam beberapa puluh tahun ke depan, karena untuk mencapai kenaikan muka air laut beberapa meter saja membutuhkan waktu sekitar 100 tahun jika hanya mempertimbangkan faktor kenaikan muka air laut tersebut.

"Justru, masalah yang jauh lebih besar adalah penurunan muka tanah yang diakibatkan aktivitas manusia sehingga menambah potensi muka tanah terus menurun saat terjadi kenaikan muka air laut sehingga menambah dampaknya saat air laut masuk ke daratan dan bisa menyebabkan terendamnya daratan rendah di pesisir Pantura," katanya.

Apalagi, jika penurunan muka tanah berlangsung cepat tanpa ada upaya pengendalian, maka makin meningkat potensi terendamnya atau tenggelammnya beberapa titik di pesisir Pantura dalam waktu beberapa puluh tahun ke depan.

"Yang paling utamanya karena penurunan muka tanah, lalu juga terjadi rob," ujar Edvin.

Di lain sisi, ada beberapa jenis banjir yang melanda Jakarta, yakni banjir lokal, banjir kiriman dari Bogor, banjir rob atau banjir karena pasang surut. Namun, faktor terbesar yang bisa membuat sebagian wilayah Jakarta terendam adalah penurunan muka tanah.

"Tapi yang terbesar adalah karena penurunan muka tanah yang terjadi di pinggir pantai, jadi pembangunannya ini. Jadi diharapkan kota-kota besar di pinggir pantai itu sebaiknya menyuplai air bersih oleh pemerintah daerahnya dan bisa diakses oleh penduduk setempat," kata Edvin. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Temukan Spesies Baru Keong Dayangmerindu, Hanya Ada di Sumatera Selatan

BRIN Temukan Spesies Baru Keong Dayangmerindu, Hanya Ada di Sumatera Selatan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:58 WIB

BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?

BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:57 WIB

Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah

Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:54 WIB

Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum

Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:32 WIB

Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU

Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:11 WIB

Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker

Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker

Health | Minggu, 15 Februari 2026 | 13:54 WIB

Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek

Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 06:35 WIB

Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?

Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:36 WIB

Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat

Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 18:40 WIB

Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia

Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Terpopuler: 7 HP Baru 2026 Paling Murah Lebaran, Cara Pakai AI untuk Ucapan Idulfitri

Terpopuler: 7 HP Baru 2026 Paling Murah Lebaran, Cara Pakai AI untuk Ucapan Idulfitri

Tekno | Kamis, 19 Maret 2026 | 05:54 WIB

30 Kode Redeem FF 18 Maret 2026: Rahasia Gacha SG Lumut Cuma Modal Promo Diskon Harian

30 Kode Redeem FF 18 Maret 2026: Rahasia Gacha SG Lumut Cuma Modal Promo Diskon Harian

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:35 WIB

20 Kode Redeem FC Mobile 18 Maret 2026: Bocoran Event Top Duos dan TOTS OVR 119 Menanti di April

20 Kode Redeem FC Mobile 18 Maret 2026: Bocoran Event Top Duos dan TOTS OVR 119 Menanti di April

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:36 WIB

4 Cara Menggunakan 2 Akun WhatsApp di Satu HP, Praktis dan Anti-Ribet!

4 Cara Menggunakan 2 Akun WhatsApp di Satu HP, Praktis dan Anti-Ribet!

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:52 WIB

34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Maret 2026, Klaim Paket Acak Gratis

34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Maret 2026, Klaim Paket Acak Gratis

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:25 WIB

Vivo T5x Rilis dengan Dimensity 7400 dan Skor AnTuTu Tinggi, Bersiap Masuk ke Indonesia?

Vivo T5x Rilis dengan Dimensity 7400 dan Skor AnTuTu Tinggi, Bersiap Masuk ke Indonesia?

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:44 WIB

HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh

HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:00 WIB

iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo

iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:20 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro

Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:08 WIB

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:43 WIB