alexametrics

Ilmuwan Sukses Cangkok Ginjal Babi pada Tubuh Manusia

Liberty Jemadu
Ilmuwan Sukses Cangkok Ginjal Babi pada Tubuh Manusia
Ginjal babi berhasil dicangkokkan ke tubuh manusia dalam eksperime di New York, AS pada September 2021. Foto: Ilustrasi babi dalam kandang. (Shutterstock)

Penggunaan organ tubuh babi bisa mengatasi kekurangan donor organ yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan dunia.

Suara.com - Ilmuwan di Amerika Serikat berhasil mencangkok ginjal babi pada tubuh manusia. Keberhasilan ini akan menjadi solusi keterbatasan donor organ tubuh manusia dengan memanfaatkan organ tubuh binatang.

Cangkok ginjal babi ini dilakukan oleh para ilmuwan Amerika Serikat dalam sebuah eksperimen di Rumah Sakit Universitas New York pada September lalu.
Eksperimen itu menggunakan ginjal dari babi yang telah menjalani rekayasa genetik. Sementara pencangkokan dilakukan pada mayat manusia yang fungsi beberapa organnya dibantu dengan ventilator.

Ginjal babi itu dihubungkan dengan sepasang pembuluh darah besar di tubuh mayat. Hasilnya menunjukkan ginjal babi itu bisa bekerja normal, menyaring limbah di tubuh dan menghasilkan urin. Selain itu, tidak reaksi penolakan dari tubuh manusia atas ginjal babi tersebut.

“Fungsinya benar-benar normal. Tidak ada penolakkan seperti yang dikhawatirkan," jelas Robert Montgomery, pemimpin tim bedah dalam eksperimen itu seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Cerita Wanita Israel yang Donorkan Ginjalnya untuk Pasien Arab

Sel pada ginjal babi diketahui mengandung gula yang bisa memicu penolakkan dari tubuh manusia jika dicangkokkan. Tetapi dalam rekayasa genetik yang dilakukan, sel-sel mengandung gula tersebut berhasil disingkirkan.

Babi memang merupakan salah satu binatang yang menjadi fokus para ilmuwan yang berkutat mencari solusi transplantasi organ dari binatang ke manusia atau xenotransplantation.

Selama bertahun-tahun para ilmuwan telah berusaha untuk melakukan rekayasa genetik terhadap babi agar organ-organnya bisa dipanen untuk dicangkokkan pada manusia. Babi disebut memiliki organ yang mirip dengan manusia.

Contohnya adalah katup jantung babi yang sudah lama digunakan pada pasien yang mengalami kelainan atau penyakit jantung. Obat pengencer darah heparin juga berasal dari usus babi. Di China para dokter telah lama menggunakan kornea babi untuk mengobat orang yang mengalami gangguan penglihatan. [Kathy Puteri Utomo]

Baca Juga: Studi: Suntikan Tambahan Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Komentar