alexametrics

Intel Peringatkan Krisis Chip Berlanjut Hingga 2023, Upayakan Kirim 1 Juta Unit Lagi

RR Ukirsari Manggalani | Dicky Prastya
Intel Peringatkan Krisis Chip Berlanjut Hingga 2023, Upayakan Kirim 1 Juta Unit Lagi
Ilustrasi chip [Shutterstock]

Pihak pendukung industri IT ini berharap dapat mengirimkan lebih dari 1 juta unit lagi di kuartal keempat.

Suara.com - CEO Intel, Pat Gelsinger, memperingatkan bahwa krisis chip global yang melanda perusahaan kemungkinan terus berlanjut setidaknya hingga 2023.

Hal ini ia lontarkan saat melaporkan pendapatan kuartal ketiga (Q3) 2021 Intel. Menurutnya, kekurangan komponen di seluruh industri turut mempengaruhi bisnis chip PC Intel yang menyebabkan penurunan saham hingga 8 persen.

Gelsinger percaya bahwa krisis ini menjadi yang terburuk, namun ia yakin kekurangan komponen akan membaik secara bertahap mulai kuartal tahun depan.

CEO Intel Pat Gelsinger. [John Macdougall/AFP]
CEO Intel Pat Gelsinger. [John Macdougall/AFP]

Meski pasokan menipis, Intel mengumumkan bisnis di kuartal ketiga meningkat hingga 5 persen dari tahun lalu (year-on-year/YoY). Bisnis mereka kuat antara permintaan tinggi di Data Center Group (DCG) dan Internet of Things (IoTG) Intel.

Baca Juga: Dampak Kelangkaan Chip, Pabrik Volkswagen Kembali seperti Tahun 50-an

George S. Davis selaku Chief Financial Officer Intel menyatakan, pendapatan Q3 Intel berjumlah 18,1 miliar dolar AS atau Rp 257 triliun. Ia mengaku angka ini masih di bawah perkiraan karena ada kendala pengiriman dan pasokan komponen.

Meski begitu, Intel menjelaskan permintaan mereka tetap kuat untuk bisnis PC, terutama di sektor kelas komersil, desktop, hingga notebook kelas high-end, sebagaimana diwartakan Gizmochina, Minggu (24/10/2021).

Kebutuhan akan digitalisasi juga didorong karena empat faktor, mulai dari artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, konektivitas yang meluas, infrastruktur cloud-to-edge, dan komputasi yang makin banyak.

Lebih lanjut, Gelsinger mengungkap bahwa pasar akan terus meningkat hingga 1 triliun dolar AS atau Rp 14.230 triliun hingga akhir dekade ini. Sampai saat itu, pasar untuk perangkat terdepan akan meningkat hingga lebih dari 50 persen dari total.

"Pelanggan terus memilih Intel untuk kebutuhan data center mereka dan prosesor Xeon generasi ke-3, Ice Lake, telah mengirimkan lebih dari 1 juta unit sejak diluncurkan pada April. Kami berharap dapat mengirimkan lebih dari 1 juta unit lagi di Q4," ujarnya.

Baca Juga: Oppo Disebut Kembangkan Chip Sendiri untuk Ponsel Premium

Komentar