alexametrics

Integrasi PeduliLindungi dengan Aplikasi Arab Saudi dalam Tahap Finalisasi

Liberty Jemadu
Integrasi PeduliLindungi dengan Aplikasi Arab Saudi dalam Tahap Finalisasi
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan Tawakkalna dari Arab Saudi dalam tahap finalisasi. Foto: Ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi. [Antara]

Tim Kemlu dan Kementerian Kesehatan sudah pergi ke Arab Saudi untuk menyelesaikan proses integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan Tawakkalna.

Suara.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan integrasi aplikasi PeduliLindungi dan sistem Tawakkalna dari Arab Saudi sebagai syarat untuk menjalankan ibadah umrah pada masa pandemi COVID-19 tengah dalam tahap finalisasi.

"Mudah-mudahan integrasi aplikasi ini akan mempermudah jamaah kita dalam menjalankan ibadah umrah," ujar Menag Yaqut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI yang diikuti dari Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Menag mengatakan tim dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah pergi ke Arab Saudi bertemu dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan proses integrasi aplikasi pemeriksaan COVID-19 tersebut.

Sebelumnya, aplikasi PeduliLindungi masih belum bisa terbaca oleh sistem yang dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Padahal salah satu syarat bisa masuk ke Tanah Suci dengan melampirkan status vaksinasi.

Baca Juga: Legislator Khawatir Varian Omicron Jika Ibadah Umrah Desember, Begini Respons Menag

"Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah melakukan bridging. Jadi untuk mengintegrasikan antara PeduliLindungi dan Tawakkalna dalam proses finalisasi," kata dia.

Dalam RDP tersebut, Menag juga memaparkan persiapan penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H dengan sejumlah skema dan alur proses persiapan dalam negeri hingga luar negeri.

Salah satu yang dipaparkan Menag yakni menyiapkan skema One Gate Policy (OGT) atau sistem pengendalian pemberangkatan jamaah umrah secara terpusat.

One Gate Policy itu di antaranya meliputi proses pemeriksaan kesehatan, tes PCR/Swab, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, pengurusan dokumen perjalanan, hingga karantina sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Asrama Haji Pondok Gede akan dijadikan tempat pelaksanaan skema OGT karena memiliki fasilitas akomodasi yang memadai serta fasilitas kesehatan yang cukup baik.

Baca Juga: Kemenkes: PeduliLindungi Akan Jadi Pendeteksi Semua Penyakit Menular di Indonesia

"Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jamaah umrah serta upaya meyakinkan para mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jemaah umrah berikut dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum diberangkatkan," kata Menag. [Antara]

Komentar