Mesin Bunuh Diri Legal di Swiss, Dikendalikan Lewat Kedipan Mata

Dythia Novianty

Rabu, 08 Desember 2021 | 08:31 WIB
Mesin Bunuh Diri Legal di Swiss, Dikendalikan Lewat Kedipan Mata
Mesin bunuh diri, Sarco. [Exitinternational.net]

Suara.com - Sebuah kapsul berbentuk peti mati yang memungkinkan penghuninya untuk bunuh diri telah melewati tinjauan hukum di Swiss, menurut penciptanya.

Mesin Sarco dapat dioperasikan dari dalam, hanya dengan berkedip jika orang tersebut menderita sindrom terkunci dan bekerja dengan mengurangi tingkat oksigen di dalam pod hingga di bawah tingkat kritis.

Prosesnya memakan waktu kurang dari satu menit dan proses kematian terjadi melalui hipoksia dan hipokapnia.

Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan seseorang meninggal dengan relatif damai dan tanpa rasa sakit.

Bunuh diri yang dibantu adalah legal di Swiss dan sekitar 1.300 orang menggunakan jasa organisasi eutanasia Dignitas and Exit tahun lalu.

Kedua perusahaan menggunakan obat barbiturat cair yang dapat dicerna, untuk menyebabkan koma yang dalam dalam waktu dua sampai lima menit, diikuti dengan kematian.

Mesin bunuh diri, Sarco. [Exitinternational.net]
Mesin bunuh diri, Sarco. [Exitinternational.net]

Pod bunuh diri adalah ciptaan Dr Philip Nitschke, dijuluki 'Dr Death', yang menjabat sebagai direktur organisasi nirlaba Exit International (tidak ada koneksi ke Exit).

Sarco, kependekan dari sarkofagus, dirancang untuk ditarik ke lokasi yang diinginkan pengguna, seperti pengaturan luar ruangan yang indah.

Kemudian, kapsul biodegradable dapat terlepas dari pangkalan untuk berfungsi sebagai peti mati, sebagaimana melansir lama Independent, Rabu (8/12/2021).

baca juga

Dr Nitschke telah menghadapi tentangan dari penentang euthanasia, sebagian karena metode yang digunakan.

“Gas mungkin tidak akan pernah menjadi metode yang dapat diterima untuk bunuh diri yang dibantu di Eropa karena konotasi negatif dari Holocaust,” kata Dr Nitschke kepada The Independent dalam sebuah wawancara 2018.

Itu juga menuai kritik karena desainnya yang futuristik, yang menurut beberapa orang mengagungkan bunuh diri, serta aplikasi realitas virtual yang memungkinkan orang untuk "mengalami kematian virtual mereka sendiri".

Pengalaman VR ini ditampilkan di gereja Westerkerk di Amsterdam pada Funeral Expo 2018, memicu kekhawatiran dari dewan gereja.

“Westerkerk tidak akan pernah mendukung orang dengan menawarkan peralatan seperti yang dipromosikan oleh Dr Nitschke dan kami sangat bertanya-tanya apakah ini berkontribusi pada diskusi yang menyeluruh dan hati-hati seputar masalah ini,” ujar Jeroen Kramer, presiden dewan gereja Westerkerk.

Saat ini hanya ada dua prototipe Sarco, tetapi Exit International sedang mencetak 3D mesin ketiga yang diharapkan siap beroperasi di Swiss tahun depan.

Dr Nitschke mengatakan kepada media lokal pekan lalu bahwa tidak ada masalah hukum sama sekali dan diskusi sedang berlangsung dengan berbagai kelompok di Swiss dengan maksud untuk menyediakan kapsul untuk bantuan bunuh diri.

Ilustrasi bunuh diri di jembatan. [Elements Envato]
Ilustrasi ingin bunuh diri. [Elements Envato]

“Kami berharap siap membuat Sarco tersedia untuk digunakan di Swiss tahun depan," tutupnya.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Hotel di Bandung Terbaik 2021 untuk Liburan dan Staycation, Sejuk dan di Pusat Kota

10 Hotel di Bandung Terbaik 2021 untuk Liburan dan Staycation, Sejuk dan di Pusat Kota

Jabar | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 14:14 WIB

Ini yang Bikin Garut Jadi PPKM Level 3 hingga Objek Wisata Ditutup Lagi

Ini yang Bikin Garut Jadi PPKM Level 3 hingga Objek Wisata Ditutup Lagi

Jabar | Rabu, 06 Oktober 2021 | 06:30 WIB

6 Artis Indonesia Keturunan Swiss, Jarang yang Tahu

6 Artis Indonesia Keturunan Swiss, Jarang yang Tahu

Entertainment | Kamis, 30 September 2021 | 11:52 WIB

Swiss Tidak Lagi Larang Pernikahan Pasangan Sesama Jenis

Swiss Tidak Lagi Larang Pernikahan Pasangan Sesama Jenis

News | Senin, 27 September 2021 | 16:36 WIB

7 Hotel di Surabaya dengan Fasilitas Kolam Renang Rooftop 2021, Pemandangannya Wonderful

7 Hotel di Surabaya dengan Fasilitas Kolam Renang Rooftop 2021, Pemandangannya Wonderful

Lifestyle | Jum'at, 24 September 2021 | 08:00 WIB

7 Rekomendasi Hotel Terbaik Surabaya 2021, Tawarkan Pemandangan Awesome!

7 Rekomendasi Hotel Terbaik Surabaya 2021, Tawarkan Pemandangan Awesome!

Lifestyle | Jum'at, 10 September 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Pemulihan Jaringan Listrik Pascagempa NTT

Pemulihan Jaringan Listrik Pascagempa NTT

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Empat Ahli Disiapkan Febrie Adriansyah dalam Sidang Praperadilan Hari Ini

Empat Ahli Disiapkan Febrie Adriansyah dalam Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Riset Ungkap Tekanan Finansial Warga RI, 38% Pendapatan Bulanan Habis buat Kebutuhan Keluarga

Riset Ungkap Tekanan Finansial Warga RI, 38% Pendapatan Bulanan Habis buat Kebutuhan Keluarga

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:58 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri

Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Malang | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:40 WIB

×