Kebal Antibiotik Superbug Ditemukan pada Landak

Dythia Novianty

Kamis, 06 Januari 2022 | 10:00 WIB
Kebal Antibiotik Superbug Ditemukan pada Landak
Ilustrasi landak. [Freepik]

Suara.com - Sebuah antibiotik superbug resisten antibiotik - sejenis MRSA - berevolusi secara alami sebagai hasil dari pertempuran antara jamur dan bakteri pada kulit landak liar.

Bakteri yang ternyata "berasal dari landak" berkembang di alam jauh sebelum antibiotik yang kita kenal ditemukan.

Sebuah tim peneliti internasional menemukan bahwa jamur kulit yang umum pada landak secara alami menghasilkan antibiotik.

Bakteri pada kulit hewan mengembangkan resistensi antibiotik sebagai tanggapan.

Para peneliti mengatakan temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bagaimana proses biologis alami, mendorong munculnya superbug khusus ini sekitar 200 tahun lalu.

Bakteri spesifik, yang disebut mecC-MRSA, pertama kali ditemukan pada sapi perah dan diasumsikan bahwa penggunaan antibiotik di peternakan sapi perah telah menyebabkannya mengembangkan resistensinya.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi antibiotik. (Shutterstock)

Namun, ini hanyalah satu, contoh resistensi antibiotik yang relatif jarang yang muncul secara alami.

"Penemuan itu mewakili sebagian kecil dari risiko dibandingkan dengan penggunaan antibiotik yang berlebihan dalam konteks medis manusia", ujar salah satu peneliti utama, Prof Mark Holmes dari University of Cambridge, mengatakan kepada BBC News, Kamis (6/1/2022).

MecC-MRSA menyebabkan sekitar satu dari 200 infeksi MRSA pada manusia.

baca juga

Penggunaan antibiotik yang berlebihan, baik pada manusia maupun hewan ternak, terus mendorong munculnya strain penyebab penyakit lain yang resisten.

Studi itu sendiri telah memecahkan misteri lama tentang sumber jenis MRSA khusus ini, yang ditemukan oleh ilmuwan veteriner dari University of Cambridge satu dekade lalu.

"Kami mencoba mencari tahu seberapa besar masalahnya, jadi kami melihat satwa liar dan hewan ternak dan menemukan bahwa itu jelas tersebar sangat luas di alam," jelas Prof Holmes.

"Ketika kami melihat landak secara khusus, sekitar setengah dari hewan yang kami sampel memiliki jenis MRSA ini."

Bekerja sama dengan ahli biologi, peneliti satwa liar dan dengan pusat penyelamatan landak di seluruh Eropa, para ilmuwan kemudian memfokuskan penyelidikan mereka pada landak.

"Kami ingin tahu. Apa yang istimewa dari landak yang berarti ada banyak bakteri resisten ini?" Prof Holmes menjelaskan.

Rekan peneliti di Statens Serum Institut di Kopenhagen, Denmark, mempelajari lebih dari 1.000 sampel bakteri yang diambil dari satwa liar di seluruh Eropa.

Ilustrasi bakteri. (Shutterstock)
Ilustrasi bakteri. (Shutterstock)

Mereka membangun garis waktu berbasis kode genetik , yang mengungkapkan bahwa strain resisten telah muncul di landak Eropa pada awal 1800-an - jauh sebelum penggunaan antibiotik secara klinis.

"Jamur yang tumbuh pada landak itu melepaskan penisilin. Bakteri itu perlu resisten karena, jika Anda ingin hidup di landak - di mana ada jamur, Anda harus resisten terhadap antibiotik yang dihasilkannya," jelas Prof Holmes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Carina Joe: Ilmuwan Indonesia di Balik Sukses Vaksin Oxford AstraZeneca

Carina Joe: Ilmuwan Indonesia di Balik Sukses Vaksin Oxford AstraZeneca

Video | Sabtu, 30 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Ilmuwan Temukan Kepiting Tertua Tertangkap dalam Damar selama 100 Tahun

Ilmuwan Temukan Kepiting Tertua Tertangkap dalam Damar selama 100 Tahun

Tekno | Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:19 WIB

Lubang Besar Ditemukan di Es Terakhir Kutub Utara

Lubang Besar Ditemukan di Es Terakhir Kutub Utara

Tekno | Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Gawat! Beruang Kutub Diprediksi Punah Akhir Abad Ini

Gawat! Beruang Kutub Diprediksi Punah Akhir Abad Ini

Tekno | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:17 WIB

Pertama Kali, Kusta Kera Ditemukan pada Simpanse Liar

Pertama Kali, Kusta Kera Ditemukan pada Simpanse Liar

Tekno | Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:54 WIB

Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer

Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer

Tekno | Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Terkini

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:23 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Sumsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Bekaci | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

Bogor | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:03 WIB

×