facebook

Strategi 2022, Mitratel Siap Kembali Akuisisi Menara Telkomsel

Dythia Novianty
Strategi 2022, Mitratel Siap Kembali Akuisisi Menara Telkomsel
Ilustrasi menara Telkomsel. [Telkomsel]

Mitratel menyampaikan strategi bisnisnya pada 2022.

Suara.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi, menyampaikan strategi bisnisnya pada 2022, yakni melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel.

“Saat ini kami tengah mengembangkan portfolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator," ujar Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, Senin (10/1/2021).

Menurutnya, perusahaan pun akan melakukan fibersisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service sehingga bisa menyediakan jaringan IoT bagi pelanggan non-MNO.

"Selain itu juga ekspansi ke penyediaan small cells sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G,” kata dia.

Baca Juga: Mitratel Siap Tancap Gas Sambut New Journey Tahun 2022

Tidak hanya Telkomsel, Mitratel juga berencana mengakuisisi saham perusahaa menara lebih kecil.

Sejak 2008, Teddy sapaan akrabnya, mencatat sampai akhir September 2021 lalu jumlah menara yang dikelola Mitratel ada sebanyak 28.076 unit.

Strategi bisnis 2022 Mitratel
Strategi bisnis 2022 Mitratel

Uniknya, 57 persen atau 16.150 unit menara tersebut tersebar di luar Pulau Jawa.

“Dengan tren pertumbuhan pengguna internet yang semakin menyebar ke seluruh Indonesia, keberadaan tower Mitratel di luar Pulau Jawa saya yakini bisa membantu ekspansi perusahaan-perusahaan digital ke wilayah baru yang potensial," jelasnya.

Sementara di Pulau Jawa, jumlah jaringan tower kami sejumlah 11.929 menara.

Baca Juga: Percepat Teknologi 5G, Mitratel Akan Didorong Kembangkan Bisnis Fiber Optik

Selain itu, Teddy menjabarkan, strategi bisnis MItratel sepanjang 2022 juga memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik.

Caranya, dengan menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.

Kemudian, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.

"Dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp 18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibanding operator lainnya, Mitratel optimistis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini," tegasnya.

Menara Telekomunikasi Mitratel.
Menara Telekomunikasi Mitratel.

Mitratel juga akan terus meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas serta menambah
arus kas.

Komentar