Mencegah Kepunahan Massal Primata Indonesia pada 2050

Liberty Jemadu

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:59 WIB
Mencegah Kepunahan Massal Primata Indonesia pada 2050
Seekor orang utan (Pongo pygmaeus) berada di lokasi pra-pelepasliaran di Pulau Kaja, Sei Gohong, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/9). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Aryo Adhi Condro, mahasiswa S3 di IPB University, dalam studinya menemukan bahwa separuh spesies primata di Indonesia akan punah pada 2050 akibat pemanasan global. Untuk mencegah bencana hayati ini, ia menawarkan solusi. Berikut ulasannya:

Primata merupakan hewan yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan manusia secara biologis. Hewan ini memberikan pengetahuan yang sangat krusial bagi ilmu biologi, perilaku, ekologi, dan kesehatan.

Di dalam ekosistem hutan, primata berperan penting dalam pemencaran biji. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa lebih dari 75% penyebaran vegetasi dalam ekosistem hutan tropis dilakukan oleh satwa frugivora atau pemakan buah (termasuk beberapa famili primata).

Sayang, sekitar 30 jenis primata di Indonesia terancam punah pada 2050 akibat perubahan iklim, termasuk orang utan sumatra dan kukang jawa. Temuan ini berbasis penelitian yang saya lakukan bersama tim dari Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, IPB University.

Guna meredam dampak tersebut, kami menelaah solusi yang efektif untuk mempertahankan biodiversitas sekaligus menekan angka kepunahan spesies-spesies primata. Hasilnya, kawasan konservasi dapat menjadi andalan dengan efektivitas yang tinggi dalam melindungi primata Indonesia dari iklim yang berubah, dibandingkan area di luar kawasan konservasi.

Memulihkan kawasan perlindungan primata

Indonesia memiliki 12 persen kawasan konservasi sebagai garda terdepan untuk perlindungan biodiversitas yang ada di dalamnya.

Studi dilakukan melalui simulasi perubahan vegetasi yang dielaborasi dengan perubahan iklim pada 2050 berdasarkan skenario pesimistis. Tujuannya untuk melihat upaya konservasi yang dapat dilakukan untuk mencegah kepunahan primata berbasis lanskap.

Hasilnya, kami menemukan beberapa areal prioritas restorasi pada kawasan konservasi di Indonesia yang mencakup sekitar 33% dari total areal konservasi saat ini seluas 4,1 juta hektare. Di antaranya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat di perbatasan Jambi-Sumatera Barat; Taman Nasional Siberut; Kepulauan Mentawai, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah; dan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

baca juga

Taman Nasional tersebut merupakan habitat alami bagi beberapa spesies primata penting di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah siamang, beruk siberut, owa/ungka, dan orang utan kalimantan.

Restorasi dapat dilakukan melalui penanaman vegetasi alami atau endemik kawasan konservasi tersebut. Vegetasi ini berguna sebagai sumber pakan dan perlindungan bagi primata maupun spesies yang hidup di dalam kawasan tersebut.

Selain itu, kami juga mengindikasi beberapa kawasan konservasi yang dapat dijadikan sebagai tempat penampungan atau refugia untuk habitat primata masa depan. Refugia adalah suatu area alami yang memiliki stabilitas iklim dan kualitas tutupan vegetasi yang baik untuk menjaga kelangsungan hidup primata.

Beberapa tempat yang tepat untuk menjadi refugia primata adalah Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Utara; Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah; Suaka Margasatwa Kerumutan, Riau; Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat.

Lokasi-lokasi tersebut cocok menjadi habitat primata seperti bekantan, lutung, dan orang utan kalimantan.

Primata di luar kawasan konservasi jangan dilupakan

Pengelolaan habitat primata terancam yang berada di luar kawasan konservasi juga perlu dipertimbangkan. Sebab, sekitar 70% satwa liar dilindungi justru hidup di luar kawasan konservasi.

Tim peneliti dari Fakultas Biologi IPB dan komunitas pemerhati primata, Forum SwaraOwa, mengungkapkan bahwa di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah, yang dikelola oleh Perhutani ditemukan owa jawa yang memiliki status konservasi Endangered berdasarkan kategori Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature atau IUCN).

Kajian menunjukkan bahwa banyak orang utan liar yang ditemukan di kawasan hutan produksi yang dikelola oleh IUPHHK-HA (HPH) dan IUPHHK-HT (HTI). Hal tersebut memicu terjadinya konflik antara orang utan dan para pengelola atau bahkan masyarakat.

Koalisi masyarakat sipil peduli Teluk Balikpapan mengungkapkan bahwa habitat bekantan di Teluk Balikpapan juga terancam dengan adanya industri ekstraktif yang masif di wilayah tersebut. Selain itu, masih banyak lagi beberapa jenis primata yang ditemukan di luar kawasan konservasi sehingga memiliki ancaman yang relatif lebih tinggi.

Salah satu solusi perlindungannya adalah melalui penetapan Kawasan Ekosistem Esensial. Kawasan ini merupakan area dengan nilai konservasi tinggi, tapi berada di luar kawasan konservasi. Contohnya: lahan basah, koridor kehidupan liar, ekosistem karst, dan taman keanekaragaman hayati.

Pengelolaan kawasan ini tak hanya dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi juga pihak lainnya seperti pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

Pengelolaan model ini bertujuan untuk membangun kesadaran semua pihak untuk membangun konektivitas habitat, bukan hanya primata, tapi juga satwa lainnya. Habitat yang terhubung diperlukan agar aktivitas satwa dapat dilakukan dengan leluasa, berdampingan dengan kehidupan manusia.

Tujuan tersebut termaktub menjadi salah satu fokus agenda konservasi keanekaragaman hayati dalam kerangka kerja biodiversitas global (Post-2020 Global Biodiversity Framework.) Hal yang sama juga direncanakan dalam Strategi dan Rencana Aksi Orangutan Nasional Indonesia, dan Rencana Aksi Konservasi Owa Indonesia yang disusun Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia (Perhappi).

Pengelolaan sumber daya alam lestari yang bijak perlu ditanamkan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Harapannya, seiring dengan iklim yang berubah, aspek kesejahteraan manusia dan kelestarian alam dapat berjalan lebih harmonis.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

News | Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:51 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Mengenal Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 15:10 WIB

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:44 WIB

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:09 WIB

PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:00 WIB

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:42 WIB

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Leonardo DiCaprio Angkat Suara soal Kebakaran Hutan Indonesia: Orangutan Terancam Kehilangan Habitat

Leonardo DiCaprio Angkat Suara soal Kebakaran Hutan Indonesia: Orangutan Terancam Kehilangan Habitat

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Kenapa Gas LPG Bocor? Kenali Penyebab dan 6 Tips Aman agar Tidak Meledak

Kenapa Gas LPG Bocor? Kenali Penyebab dan 6 Tips Aman agar Tidak Meledak

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×