Sanski Invasi Ukraina, Rusia Dipaksa Hentikan Peluncuran Rokey Soyuz dari Amerika Selatan

Dythia Novianty

Minggu, 27 Februari 2022 | 06:06 WIB
Sanski Invasi Ukraina, Rusia Dipaksa Hentikan Peluncuran Rokey Soyuz dari Amerika Selatan
Roket Rusia, yang membawa kapsul Soyuz MS-16 berisi astronot Amerika Serikat dan dua kosmonot Rusia, meluncur pada 9 April 2020. [AFP/Roscosmos]

Suara.com - Badan antariksa Rusia Roscosmos menghentikan semua peluncuran roket Soyuz dari pelabuhan antariksa Eropa di Guyana Prancis.

Langkah ini disebabkan karena sanksi Uni Eropa atas invasi Rusia ke Ukraina.

"Menanggapi sanksi UE terhadap perusahaan kami, Roscosmos menangguhkan kerja sama dengan mitra Eropa dalam mengatur peluncuran luar angkasa dari kosmodrom Kourou dan menarik personelnya, termasuk kru peluncuran terkonsolidasi, dari Guyana Prancis," kata kepala Roscosmos Dmitry Rogozin dalam sebuah pernyataan Twitter.

Rusia juga menarik 87 pekerja Rusia dari pelabuhan antariksa Amerika Selatan Eropa di Guyana Prancis, yang mendukung peluncuran roket Soyuz untuk Roscosmos dan perusahaan Rusia NPO Lavochkin a, Progress RCC dan TsENKI.

"Masalah kepergian karyawan Rusia sedang diselesaikan," tulis Roscosmos dilansir laman Space, Minggu (27/2/2022).

Langkah Rusia datang ketika negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara lain telah memberlakukan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia, menyusul invasi negara itu ke Ukraina pada Kamis lalu.

Cuitan soal penghentian peluncuran roket Soyuz. [Twitter]
Cuitan soal penghentian peluncuran roket Soyuz. [Twitter]

Roket Soyuz Rusia digunakan oleh penyedia peluncuran Eropa Arianespace untuk meluncurkan satelit dari Pusat Antariksa Guyana dekat Kourou, Guyana Prancis, serta dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan (tempat Rusia secara teratur meluncurkan misi Soyuz sendiri).

Roket Soyuz terbaru yang diluncurkan dari Guiana Space Center lepas landas pada 10 Februari membawa 34 satelit internet OneWeb.

Arianespace, yang berbasis di Prancis, juga menggunakan roket angkat berat Ariane 5 Eropa dan roket Vega untuk peluncuran yang lebih kecil dari Guyana Prancis.

baca juga

Peluncuran Soyuz Arianespace berikutnya dijadwalkan pada awal April untuk meluncurkan dua satelit navigasi Galileo ke orbit untuk konstelasi Galileo Uni Eropa.

Misi itu hampir pasti akan tertunda karena pengumuman Rusia pada Sabtu kemarin.

Thierry Breton, Komisaris Luar Angkasa Eropa, mengatakan keputusan Rusia untuk menghentikan peluncuran Soyuz dengan Eropa tidak akan mengganggu layanan apa pun bagi pengguna satelit Galileo atau program satelit observasi Copernicus Earth milik Uni Eropa.

"Saya menegaskan bahwa keputusan ini tidak memiliki konsekuensi terhadap kelangsungan dan kualitas layanan Galileo dan Copernicus," kata Breton dalam pernyataannya.

Breton menambahkan bahwa UE dan negara-negara anggotanya "siap bertindak tegas" untuk "melindungi infrastruktur penting ini jika terjadi agresi.

Selain itu, Ariane 6 dan Vega C untuk memastikan otonomi strategis Eropa di bidang peluncur, akan diteruskan.

Roket Ariane 6 adalah penerus Ariane 5 di Eropa dan diperkirakan akan melakukan penerbangan pertamanya pada 2022.

Cuitan soal penghentian peluncuran roket Soyuz. [Twitter]
Cuitan soal penghentian peluncuran roket Soyuz. [Twitter]

Roket Vega C adalah lanjutan dari roket Vega Eropa yang dirancang untuk mencapai lebih banyak orbit dan membawa muatan yang lebih beragam untuk biaya yang sama.

Badan Antariksa Eropa dan Arianespace bekerja untuk mengembangkan roket Ariane 6 dan Vega-C.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nama Asli 10 Artis Hollywood Keturunan Rusia, Ada Leonardo DiCaprio

Nama Asli 10 Artis Hollywood Keturunan Rusia, Ada Leonardo DiCaprio

Entertainment | Sabtu, 26 Februari 2022 | 13:25 WIB

Astronom Pastikan Roket yang Akan Tabrak Bulan Bukan Milik SpaceX

Astronom Pastikan Roket yang Akan Tabrak Bulan Bukan Milik SpaceX

Tekno | Senin, 14 Februari 2022 | 09:44 WIB

Roket Astra Gagal di Peluncuran Pertama Bareng NASA

Roket Astra Gagal di Peluncuran Pertama Bareng NASA

Tekno | Jum'at, 11 Februari 2022 | 11:35 WIB

Puing Roket 3,5 Ton Rusia Jatuh ke Bumi Tak Terkendali

Puing Roket 3,5 Ton Rusia Jatuh ke Bumi Tak Terkendali

Tekno | Kamis, 06 Januari 2022 | 09:19 WIB

Badan Antariksa Rusia Akan Buat Film di Stasiun Luar Angkasa

Badan Antariksa Rusia Akan Buat Film di Stasiun Luar Angkasa

Tekno | Rabu, 11 November 2020 | 13:30 WIB

Badan Antariksa Rusia Bantah Virus Corona Sampai ke Stasiun Luar Angkasa

Badan Antariksa Rusia Bantah Virus Corona Sampai ke Stasiun Luar Angkasa

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 17:14 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×