Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global

Dythia Novianty

Senin, 09 Mei 2022 | 07:10 WIB
Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global
Ilustrasi gelombang panas.[Gerhard G./Pixabay]

Suara.com - Sebuah studi baru telah mengungkapkan gelombang panas paling intens yang pernah ada di seluruh dunia.

Penelitian yang dipimpin oleh University of Bristol, juga menunjukkan gelombang panas diproyeksikan menjadi lebih panas di masa depan seiring dengan memburuknya perubahan iklim.

Gelombang panas Amerika Utara bagian barat musim panas lalu, memecahkan rekor dengan suhu tertinggi Kanada sepanjang masa sebesar 49,6 °C di Lytton, British Columbia, pada 29 Juni mendatang, meningkat 4,6 °C dari puncak sebelumnya.

Temuan baru di Science Advances, mengungkap lima gelombang panas lain di seluruh dunia yang lebih parah, tetapi sebagian besar tidak dilaporkan.

Penulis utama, ilmuwan iklim Dr Vikki Thompson di University of Bristol, mengatakan bahwa gelombang panas baru-baru ini terjadi di Kanada dan Amerika Serikat mengejutkan dunia.

"Kami menunjukkan ada beberapa gelombang panas ekstrem yang lebih besar dalam beberapa dekade terakhir," ujarnya dilansir laman Sciencedaily, Senin (9/5/2022).

Ilustrasi gelombang panas. [Shutterstock]
Ilustrasi gelombang panas. [Shutterstock]

Menggunakan model iklim, para ilmuwan juga menemukan bahwa peristiwa panas ekstrem kemungkinan besar akan meningkat selama abad mendatang.

Gelombang panas adalah salah satu peristiwa cuaca ekstrem yang paling merusak.

Gelombang panas Amerika Utara bagian barat adalah peristiwa cuaca paling mematikan yang pernah terjadi di Kanada, yang mengakibatkan ratusan kematian.

baca juga

Kebakaran hutan yang mengamuk juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas dan hilangnya hasil panen.

Namun penelitian, yang menghitung bagaimana gelombang panas ekstrem relatif terhadap suhu lokal, menunjukkan tiga terpanas tertinggi yang pernah ada di masing-masing wilayah.

Asia Tenggara pada April 1998, mencapai 32,8 °C, Brasil pada November 1985, memuncak pada 36,5°C, dan Amerika Serikat Selatan pada Juli 1980, ketika suhu naik menjadi 38,4 °C.

Dr Vikki Thompson, dari Universitas Cabot Institute for the Environment, mengatakan bahwa gelombang panas Amerika Utara bagian barat akan diingat karena kehancurannya yang meluas.

"Penelitian ini mengungkap beberapa ekstrem meteorologis yang lebih besar dalam beberapa dekade terakhir, beberapa di antaranya sebagian besar berada di bawah radar mungkin karena kemunculannya di negara-negara yang lebih miskin," jelasnya.

Penting untuk menilai tingkat keparahan gelombang panas dalam hal variabilitas suhu lokal karena baik manusia dan ekosistem alam akan beradaptasi dengan ini.

global warming, dampak perubahan iklim (Freepik)
global warming, dampak perubahan iklim (Freepik)

Tim ilmuwan juga menggunakan proyeksi model iklim yang canggih untuk mengantisipasi tren gelombang panas di sisa abad ini.

Pemodelan menunjukkan tingkat intensitas gelombang panas akan meningkat sejalan dengan meningkatnya suhu global.

Meskipun suhu lokal tertinggi tidak selalu menyebabkan dampak terbesar, mereka sering terkait.
Rekan penulis Profesor Dann Mitchell, Profesor Ilmu Iklim di Universitas Bristol, mengatakan bahwa perubahan iklim adalah salah satu masalah kesehatan global terbesar di zaman kita.

Sebagai pengakuan atas konsekuensi berbahaya dari perubahan iklim dan komitmen yang jelas untuk membantu mengatasi hal ini.

Pada 2019 University of Bristol menjadi universitas Inggris pertama yang mendeklarasikan darurat iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Desak Misi Pencarian Kehidupan Alien di Uranus dan Bulan Saturnus

Ilmuwan Desak Misi Pencarian Kehidupan Alien di Uranus dan Bulan Saturnus

Tekno | Rabu, 20 April 2022 | 11:18 WIB

Ilmuwan Peringatkan Sinyal dari Bumi Dapat Memicu Invasi Alien

Ilmuwan Peringatkan Sinyal dari Bumi Dapat Memicu Invasi Alien

Tekno | Selasa, 19 April 2022 | 12:28 WIB

Benarkah Menghapus Email Dapat Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim?

Benarkah Menghapus Email Dapat Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim?

Tekno | Sabtu, 16 April 2022 | 13:40 WIB

BMKG: Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah Konkret Tekan Laju Perubahan Iklim

BMKG: Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah Konkret Tekan Laju Perubahan Iklim

Tekno | Rabu, 13 April 2022 | 15:05 WIB

8 Fenomena Alam yang Menandakan Telah Terjadi Perubahan Iklim di Bumi

8 Fenomena Alam yang Menandakan Telah Terjadi Perubahan Iklim di Bumi

Your Say | Rabu, 13 April 2022 | 13:44 WIB

Tidak Diketahui Sebabnya, Neptunus Mendingin secara Misterius

Tidak Diketahui Sebabnya, Neptunus Mendingin secara Misterius

Tekno | Selasa, 12 April 2022 | 14:28 WIB

Terkini

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

×