facebook

BRIN Usulkan Pembentukan Stasiun Penelitian Laut di G20

Liberty Jemadu
BRIN Usulkan Pembentukan Stasiun Penelitian Laut di G20
Gedung Laterio, yang merupakan laboratorium oseanografi milik BRIN, di Ancol, Jakarta. Diresmikan pada Selasa (22/2/2022). [Antara]

Stasiun Penelitian Laut G20 bisa menggunakan fasilitas BRIN di Pulau Pari sebagai tempat riset bersama.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusulkan pembentukan stasiun penelitian laut di G20, kerja sama multilateral 19 negara utama dan Uni Eropa, dengan menggunakan fasilitas BRIN sebagai tempat kegiatan kerja sama riset dan penguatan kapasitas.

"BRIN mengusulkan pembentukan marine research station menggunakan fasilitas BRIN, misal di Pulau Pari sebagai tempat joint research (riset bersama) dan capacity building (pembangunan kapasitas), khususnya bagi generasi muda," kata Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Ocky Karna Radjasa saat di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Ocky mengatakan BRIN juga akan memfasilitasi pemanfaatan stasiun penelitian laut dengan menyediakan skema research fellowships seperti kunjungan ilmuwan (visiting scientist), pascadoktoral dan asisten riset di stasiun penelitian.

Selain itu, BRIN juga dapat memfasilitasi program Hari Layar, ekspedisi dan eksplorasi, dengan memanfaatkan fasilitas kapal riset BRIN.

Baca Juga: Data Citra Satelit Pengindraan Jauh Dukung Mitigasi Bencana

Program tailor made atau program pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga akan dibuat sesuai kebutuhan melalui pendanaan bersama dalam rangka peningkatan kerja sama penelitian dan inovasi melalui berbagi sarana, prasarana dan pendanaan.

Untuk itu, akan ada panggilan untuk pengajuan proposal penelitian (call for proposal) untuk melakukan riset bersama.

"Kegiatan di stasiun penelitian bisa bersifat tailor made, tergantung kebutuhan negara masing-masing. Bagi Indonesia sendiri untuk memperkuat sumber daya manusia khususnya menghasilkan PhD," tutur Ocky.

BRIN mengusulkan program Pertemuan Inisiatif Riset dan Inovasi G20 atau G20 Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) yang terdiri dari dua tema, yakni meningkatkan kerja sama penelitian dan inovasi melalui berbagi sarana, prasarana dan pendanaan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk mendukung ekonomi hijau dan biru.

Tema pemanfaatan keanekaragaman hayati (kehati) untuk mendukung ekonomi hijau dan biru menekankan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati melalui penelitian bersama tentang pemanfaatan biodiversitas berbasis pendekatan ekosistem pada kehati laut.

Baca Juga: Startup dan Generasi Muda Diajak Kembangkan Potensi Bisnis Satelit Pengindraan Jauh

Untuk itu, BRIN mengusulkan sejumlah tema untuk penelitian bersama yang meliputi adopsi dan implementasi teknologi baru dan inovasi untuk ekonomi hijau dan biru, konservasi dan pemanfaatan biodiversitas, dan pengembangan obat-obatan dari kehati asli.

Komentar