Layanan Pesan-antar Makanan Online Masih Laku Usai Pandemi Covid-19

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 15 Juni 2022 | 14:34 WIB
Layanan Pesan-antar Makanan Online Masih Laku Usai Pandemi Covid-19
Ilustrasi layanan pesan-antar makanan Gofood. (Dok. Gojek)

Suara.com - Lembaga riset Tenggara Strategics memperkirakan layanan pesan-antar makanan online (online food delivery/OFD) masih akan tetap tinggi pascapandemi COVID-19.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi Suparno mengungkapkan hasil temuan itu dalam laporan bertajuk Survei Persepsi & Perilaku Konsumen Online Food Delivery (OFD) di Indonesia pada Rabu (15/6/2022).

"Mayoritas konsumen berniat untuk terus menggunakan (99 persen) dan meningkatkan penggunaan (96 persen) layanan pesan-antar makanan online ke depannya," katanya seperti dilansir dari Antara.

Riyadi menuturkan layanan pesan-antar makanan secara online merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital dan penggerak perekonomian di tengah masyarakat.

Bahkan, di tengah pandemi, layanan OFD terbukti menjadi penyelamat masyarakat yang harus beraktivitas dari rumah dan penyelamat UMKM untuk bisa tetap berbisnis.

"Kami kemudian melakukan riset untuk mengetahui, apakah pasca pandemi layanan OFD akan tetap diminati mengingat ada perubahan perilaku di mana masyarakat sudah mulai kembali bekerja di kantor, beraktivitas di luar rumah serta adanya relaksasi regulasi dalam bepergian. Jawaban yang kami dapat dari riset ini adalah masyarakat tetap meminati layanan OFD karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Google, Temasek, Bain & Company pada 2021, sebanyak 64 persen pengguna di Indonesia menyatakan lebih sering menggunakan layanan pesan-antar makanan online di masa pandemi. Faktor kenyamanan menjadi alasan utama konsumen Indonesia (72 persen) terus menggunakan layanan OFD.

Berdasarkan laporan tersebut, badan riset bagian dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Universitas Prasetiya Mulya itu menghitung nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMW) layanan pesan-antar makanan online diperkirakan berkontribusi Rp 78.4 triliun (5,52 miliar dolar AS) dari total GMV transaksi digital di Indonesia sebesar Rp 994 triliun (setara 70 miliar dolar AS).

"Angka GMV transportasi dan OFD di Indonesia naik 36 persen dari tahun 2020, menunjukkan bahwa ada peningkatan penggunaan oleh konsumen di industri OFD, sehingga akan terus bertumbuh ke depannya," imbuh Riyadi.

Baca Juga: Review Makanan di Aplikasi Ojol Bikin Bingung Gegara Tertukar, Publik: Bisa Jadi Judul Sinetron

Ada pun riset mengenai layanan pesan-antar makanan online yang dilakukan Tenggara Strategics menggunakan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih, dengan jumlah responden mencapai 1.200 orang yang tersebar di enam kota yang dilakukan pada 10 hingga 14 Januari 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI