Perubahan Iklim Dorong Maladewa Bangun Kota Terapung

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 23 Juni 2022 | 07:52 WIB
Perubahan Iklim Dorong Maladewa Bangun Kota Terapung
Kota Terapung Maladewa. [Waterstudio.nl]

Suara.com - Salah satu perusahaan pengembangan bersiap untuk hal yang tak terhindarkan, yakni naiknya permukaan laut.

Untuk mempersiapkannya, kota-kota terapung mulai dikembangkan di seluruh dunia.

Pada April lalu, PBB mengumumkan pembangunan kota terapung pertama di lepas kota terbesar kedua Korea Selatan, Busan.

Dikenal sebagai Kota Oceanix, ia berencana untuk menyediakan rumah bagi komunitas 12.000 orang, yang berpotensi meningkat menjadi 100.000, dengan konstruksi yang akan dimulai pada 2023.

Dan sekarang kota terapung kedua sedang dibangun di luar ibu kota Maladewa.

Kota ini akan terdiri dari 5.000 unit terapung. Unit-unit ini akan mencakup rumah, restoran, toko, dan sekolah, dengan kanal di antaranya.

Kota Terapung Maladewa. [Waterstudio.nl]
Kota Terapung Maladewa. [Waterstudio.nl]

Secara total, kota ini mengharapkan untuk menampung hingga 20.000 orang. Dan seperti Oceanix, dapat menahan badai.

Unit pertama akan diluncurkan bulan ini, dengan penduduk mulai pindah pada awal 2024. Seluruh kota akan selesai pada 2027.

“Real estate terapung akan memberikan keamanan dan ruang bangunan untuk kota-kota yang penuh sesak dan terancam banjir,” Koen Olthuis, pendiri Waterstudio, firma arsitektur yang merancang kota itu mengatakan kepada New York Post, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: 5 Cara Mudah Membantu Menyelamatkan Bumi, Dimulai dari Diri Sendiri

Firma arsitektur Olthuis hanya didedikasikan untuk membangun properti di atas air.

“Pengembangnya, Dutch Docklands Maldives adalah kemitraan publik-swasta dengan pemerintah,” kata Olthuis.

“Prosesnya memakan waktu hampir 10 tahun tetapi akan membuka peluang serupa di kota-kota tepi laut di seluruh dunia,” tambahnya.

Fitur kota Waterstudio di Maladewa termasuk rumah berwarna pelangi dirancang untuk menarik orang lokal.

Balkon lebar dan pemandangan tepi laut ditambahkan ke setiap rumah.

Untuk transportasi, warga akan berkeliling dengan perahu, atau mereka bisa berjalan kaki, bersepeda atau mengendarai skuter listrik atau kereta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI