Google Maps dan Waze Berkolaburasi, Aplikasi Tetap Terpisah

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:07 WIB
Google Maps dan Waze Berkolaburasi, Aplikasi Tetap Terpisah
Ilustrasi Google Maps. (Pixabay)

Suara.com - Sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya baru-baru ini, Google berencana menggabungkan divisi Waze dan Maps, The Wall Street Journal melaporkan.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pekerjaan duplikat di seluruh produk, tetapi Google mengatakan akan tetap memisahkan aplikasi Waze dan Maps.

"Google tetap sangat berkomitmen pada merek unik Waze, aplikasi kesayangannya, dan komunitas sukarelawan dan penggunanya yang berkembang pesat," kata seorang juru bicara kepada WSJ.

CEO Waze Neha Parikh akan meninggalkan perannya setelah masa transisi, tetapi kabarnya tidak akan ada PHK.

Mulai Jumat ini, tim Waze yang beranggotakan 500 orang akan bergabung dengan organisasi Geo Google yang bertanggung jawab atas Maps, Earth, dan Street View.

Waze dan Maps telah berbagi fitur sejak Google mengakuisisi Waze seharga 1,1 miliar Dolar AS pada 2013.

Waze. [Freepik]
Waze. [Freepik]

Data lalu lintas Waze mulai muncul di Maps tak lama setelah akuisisi, dengan batas kecepatan, lokasi radar, dan fitur lainnya yang akan hadir kemudian.

Sebagai imbalannya, Waze mendapat manfaat dari pengetahuan Google dalam pencarian, dilansir laman Engadget, Jumat (9/12/2022).

FTC meluncurkan penyelidikan antimonopoli tak lama setelah akuisisi, dan pada saat itu, Google mengatakan akan mempertahankan Waze sebagai unit terpisah "untuk saat ini".

Baca Juga: Facebook Ancam Hapus Berita Jika Dipaksa Bayar ke Perusahaan Media

Sudah sembilan tahun sejak itu, tetapi menurut mantan CEO Noam Bardin, Waze belum sepenuhnya mandiri.

"Semua pertumbuhan kami di Waze setelah akuisisi berasal dari pekerjaan yang kami lakukan, bukan dukungan dari perusahaan induk. Menengok ke belakang, kami mungkin bisa tumbuh lebih cepat dan jauh lebih efisien seandainya kami tetap mandiri," katanya dalam postingan LinkedIn tahun lalu.

Waze memiliki 151 juta pengguna aktif bulanan, dibandingkan dengan satu miliar untuk layanan Google Maps.

Tetap saja, Waze adalah aplikasi navigasi yang sangat populer (khususnya di Eropa), berkat sifatnya yang bersumber dari banyak orang.

Pengguna individu dapat dengan mudah melaporkan lalu lintas, polisi, tabrakan, masalah peta, kamera radar, dan lainnya dengan satu sentuhan tombol.

Google Maps menambahkan kemampuan untuk melaporkan insiden mengemudi pada 2019, tetapi kurang diarahkan pada crowdsourcing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI