Ini Dampak Negatif Main Game Dewasa College Brawl Bagi Anak di Bawah Umur, Jangan Coba-coba!

Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 22 November 2023 | 14:32 WIB
Ini Dampak Negatif Main Game Dewasa College Brawl Bagi Anak di Bawah Umur, Jangan Coba-coba!
Penjelasan mengenai apa itu College Brawl. Game dewasa ini sedang viral. (istimewa)

Suara.com - Berkembangnya jaringan internet membuat semua orang dapat mengakses apa saja, termasuk memainkan game dewasa. Berikut terdapat dampak negatif bagi anak di bawah umur yang memainkan game dewasa seperti College Brawl.

Perlu diketahui, judul game seperti College Brawl dan Two Horns kerap berseliweran di TikTok. Konten itu masuk FYP karena banyak orang yang live saat memainkannya. College Brawl sendiri sering menampilkan adegan seksual sebagai salah satu cara menyelesaikan misi.

Ternyata main game atau bahkan melihat game dewasa dapat berakibat buruk bagi anak-anak serta remaja. Berdasarkan salah satu jurnal di National Library of Medicine Amerika Serikat, orang yang terpapar teknologi seksual (baik pornografi, game, dan sex tech) erat kaitannya dengan penderitaan mental.

Orang dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi lebih cenderung terlibat dalam teknologi seks. Sumber lain dari laman Focus On The Family mengungkap bahwa pornografi hingga konten vulgar mampu mengakibatkan kecanduan hingga menimbulkan pola merusak.

Otak membantu kita memahami apa yang kita ambil melalui panca indera kita. Ia merespons apa yang kita lihat, baca, atau dengar. Pada orang dewasa, setelah menonton pornografi, gagasan tentang seks menjadi tentang konsumsi, bukan hubungan.

Cara Report Akun Saat Live TikTok. Ilustrasi: Game College Brawl. (istimewa)
Cara Report Akun Saat Live TikTok. Ilustrasi: Game College Brawl. (istimewa)

Pornografi yang mencakup tontonan video dan game dewasa juga berakibat buruk bagi remaja serta anak-anak. Pada masa remaja, otak mudah dimotivasi oleh imbalan yang dirasakan.

Saat distimulasi, otak melepaskan dopamin ke jalur tersebut. Hal ini menciptakan efek memori dan motivasi yang mengalir. Otak menginginkan lebih dan lebih. Ini sudah masuk dalam kategori untuk kecanduan, impulsif, dan hal baru.

Dopamin sendiri tidak buruk. Ini bisa menjadi hal yang sangat bagus. Faktanya, dopamin membantu motivasi, kesenangan, dan mengatur suasana hati. Namun, jika dopamin dilepaskan akibat pornografi, hal itu merugikan. Hal tersebut menyebabkan otak fokus pada pornografi di atas segalanya.

Bagi otak yang diperbudak, kecanduan pornografi akan menjadi kebutuhan mendasar seperti makanan dan air. Remaja yang kecanduan menjadi tidak dapat melihat gambaran besarnya. Hasrat yang mendesak terhadap pornografi dan kontennya menggantikan empati dalam hubungan cinta.

baca juga

Pada risiko terburuk, konten vulgar pada game dewasa memancing seseorang agar tak bisa lepas dari pornografi. Itu dapat membuat seseorang menjadi kurang percaya diri, tak dapat merencanakan masa depan, serta rusaknya otak dan daya imajinasi.

Itulah tadi penjelasan mengenai dampak negatif bagi remaja dan anak-anak saat memainkan game dewasa, jangan coba-coba ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Game Two Horns? Permainan Ini Viral di TikTok Usai Heboh College Brawl

Apa Itu Game Two Horns? Permainan Ini Viral di TikTok Usai Heboh College Brawl

Tekno | Selasa, 21 November 2023 | 11:10 WIB

Review Novel 'Keki', Drama Percintaan Remaja Sekolah yang Penuh Dilema

Review Novel 'Keki', Drama Percintaan Remaja Sekolah yang Penuh Dilema

Your Say | Selasa, 21 November 2023 | 09:27 WIB

Kontes Kecantikan Remaja Ramai Diikuti, Jadi Ajang Positif Untuk Asah Bakat dan Kepercayaan Diri

Kontes Kecantikan Remaja Ramai Diikuti, Jadi Ajang Positif Untuk Asah Bakat dan Kepercayaan Diri

Lifestyle | Senin, 13 November 2023 | 12:35 WIB

Terkini

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

News | Jum'at, 18 September 2026 | 21:12 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:05 WIB

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Batam | Jum'at, 18 September 2026 | 20:43 WIB

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

×