Waspada! Berkedok Percintaan, Dompet Digital Terkuras

Dythia Novianty

Senin, 15 Januari 2024 | 09:24 WIB
Waspada! Berkedok Percintaan, Dompet Digital Terkuras
Ilustrasi sedang menggunakan dating app.[pexels.com/Andrea Piacquadio]

Suara.com - Didorong pergerakan digitalisasi yang cepat di Asia Pasifik (APAC) dan gesekan geopolitik, para ahli di Kaspersky memperkirakan lanskap ancaman siber yang akan datang di wilayah tersebut pada tahun ini.

Perusahaan keamanan siber global mengungkapkan bahwa, khususnya, bahaya phishing, penipuan, pelanggaran data, dan serangan siber bermotif geopolitik tampaknya terus menyasar organisasi dan individu di wilayah tersebut.

“Ekonomi digital di Asia Pasifik terus tumbuh secara eksponensial dan diperkirakan akan terus mempertahankan momentumnya dalam lima tahun ke depan," kata Vitaly Kamluk Kepala Pusat Penelitian Asia Pasifik, Tim Penelitian dan Analisis Global (Global Research and Analysis Team/GReAT) di Kaspersky.

Dengan upaya digitalisasi termasuk adopsi teknologi seperti pembayaran digital, dia menambahkan, Super Apps, IoT, kota pintar, dan kini Kecerdasan Buatan (AI) generatif, keamanan siber akan menjadi kunci utama untuk memastikan seluruh pertahanan di kawasan ini terhadap potensi serangan siber yang merusak.

"Dalam kaitannya dengan Ancaman Persisten Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT) yang canggih, kami telah melihat bahwa spionase dunia maya masih menjadi tujuan utama kelompok-kelompok Asia," ungkapnya.

Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]

Diperkirakan tren ini akan terus berlanjut pada tahun 2024 karena ketegangan geopolitik yang ada di kawasan ini.

Peneliti GReAT Kaspersky juga telah merinci prediksi utama ancaman siber pada tahun 2024 untuk negara dan wilayah utama di Asia Pasifik.

Skala penipuan di Asia Tenggara

Menurut laporan PBB, ratusan ribu orang dari Asia Tenggara (SEA) direkrut untuk bergabung dalam operasi penipuan online seperti penipuan investasi percintaan, penipuan kripto, pencucian uang, dan perjudian ilegal.

baca juga

Perekrutan untuk operasi kriminal ini sebagian besar dilakukan melalui peran profesional yang diiklankan seperti pemrogram, pemasar, atau spesialis sumber daya manusia, melalui prosedur yang tampak sah dan bahkan rumit.

Meningkatnya penggunaan dan kepercayaan terhadap metode pembayaran digital, kurangnya kebijakan yang melindungi hak-hak pengguna online.

Selain itu, banyaknya orang yang terpaksa bergabung dalam operasi penipuan online menambah kompleksitas masalah besar di Asia Tenggara dan penyelesaiannya.

Menurut Kamluk. penegak Hukum sedang menangani banyak kasus tersebut, yang melibatkan serangan penipuan dan phishing.

"Kami telah melihat operasi yang berhasil pada tahun 2023, seperti operasi gabungan Polisi Federal Australia (AFP), dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) danKepolisian Malaysia yang berhasil menangkap 8 orang di balik sindikat yang menjalankan kampanye phishing sebagai layanan online,” katanya.

Ilustrasi email phising. [Freepik]
Ilustrasi email phising. [Freepik]

“Kami berpendapat bahwa skala penipuan online dan serangan phishing di Asia Tenggara akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang karena kurangnya pengetahuan teknis dan hukum dari banyak orang yang terlibat dalam serangan tersebut, mulai dari operator hingga
korban,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sasaran Empuk Penjahat Siber, Pengamanan Data Pemilu Jadi Tantangan Tersendiri

Sasaran Empuk Penjahat Siber, Pengamanan Data Pemilu Jadi Tantangan Tersendiri

Tekno | Senin, 04 September 2023 | 13:56 WIB

Kejahatan Siber Sasar Mobile Banking di Indonesia, Berikut Tips dari Kaspersky Agar Tidak Tertipu

Kejahatan Siber Sasar Mobile Banking di Indonesia, Berikut Tips dari Kaspersky Agar Tidak Tertipu

Tekno | Senin, 04 September 2023 | 13:52 WIB

Kaspersky Tekankan Imunitas Siber untuk Hadapi Ancaman di Tengah Perkembangan AI

Kaspersky Tekankan Imunitas Siber untuk Hadapi Ancaman di Tengah Perkembangan AI

Tekno | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 09:27 WIB

Kaspersky: Penjahat Siber Mulai Manfaatkan AI, Sukar Terdeteksi

Kaspersky: Penjahat Siber Mulai Manfaatkan AI, Sukar Terdeteksi

Tekno | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 09:04 WIB

Pakar: Waspada Kecerdasan Buatan Dimanfaatkan Penjahat Siber, Sulit Terdeteksi!

Pakar: Waspada Kecerdasan Buatan Dimanfaatkan Penjahat Siber, Sulit Terdeteksi!

Tekno | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 11:28 WIB

Waspada Metode Infeksi Malware Baru, Emotet Kembali dan Lokibot Tetap Ada

Waspada Metode Infeksi Malware Baru, Emotet Kembali dan Lokibot Tetap Ada

Tekno | Kamis, 17 Agustus 2023 | 16:45 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×