Induk Facebook Bisa Deteksi Hoaks AI Anies-Prabowo-Mahfud

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 07 Februari 2024 | 15:37 WIB
Induk Facebook Bisa Deteksi Hoaks AI Anies-Prabowo-Mahfud
Ketiga Capres dan Cawapres mengangkat tangan bersama-sama usai debat Capres-Cawapres Kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perusahaan teknologi Meta mengumumkan kalau mereka memperluas upaya untuk mendeteksi hoaks foto yang dibuat dari teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Tujuannya, Meta ingin memberantas hoaks Pemilu yang akan digelar di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia yang juga melakukan pemilihan calon presiden (Capres).

Meta menyebut kalau mereka sedang membuat alat untuk mengidentifikasi foto buatan AI yang muncul di Facebook, Instagram, dan Threads. Artinya, mereka bisa mengenali foto AI Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo yang beredar di platform tersebut.

Selama ini Meta hanya menampilkan label pada foto yang dihasilkan AI lewat alat miliknya sendiri. Kini mereka juga memunculkan label tersebut pada konten dari Google, OpenAI, Microsoft, Adobe, Midjourney, hingga Shutterstock.

Label akan muncul dalam semua bahasa yang tersedia di setiap aplikasi. Namun kebijakan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

President of Global Affairs Meta, Nick Clegg menyatakan kalau mereka bakal memberi label khusus di foto AI yang dibuat dari sumber eksternal itu dalam beberapa bulan mendatang.

Namun kebijakan ini tidak akan berhenti karena berlanjut hingga tahun depan.

“Kami bekerja keras untuk mengembangkan pengklasifikasi yang dapat membantu kami mendeteksi konten yang dihasilkan AI secara otomatis, meskipun konten tersebut tidak memiliki penanda yang tidak terlihat,” tulis Clegg dalam blog resmi Meta, dikutip dari CNBC, Rabu (7/2/2024).

“Pada saat yang sama, kami mencari cara untuk mempersulit penghapusan atau perubahan tanda air yang tidak terlihat," lanjutnya.

Baca Juga: Bambang Pacul Blak-blakan, Amunisi PDI Perjuangan di Pemilu 2024 Sudah Kalah: Ini Pertempuran Tidak Normal

Clegg mengakui kalau konten AI dengan format audio dan video mungkin lebih sulit dipantau ketimbang gambar. Namun Meta menambahkan cara ke pengguna untuk mengungkapkan secara jujur kalau konten mereka dibuat dari AI.

Tapi jika kreator tidak mengakui kalau itu konten deepfake atau yang dihasilkan tanpa AI, Meta bakal memberikan sanksi ke para pengguna.

“Jika kami menentukan bahwa konten foto, video, dan audio yang dibuat atau diubah secara digital menimbulkan risiko tinggi untuk menipu publik mengenai suatu hal yang penting, kami dapat menambahkan label yang lebih menonjol jika perlu,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI