iOS iPhone Ternyata Belum Aman, Ini Buktinya

Dicky Prastya

Selasa, 27 Februari 2024 | 16:19 WIB
iOS iPhone Ternyata Belum Aman, Ini Buktinya
Ilustrasi download iOS 17 di iPhone. [Pexels/thiago japyassu]

Suara.com - Perusahaan keamanan siber Kaspersky menilai kalau sistem operasi iOS buatan Apple itu belum terbukti cukup aman dari ancaman serangan siber yang dilakukan peretas (hacker).

Berdasarkan temuan Kaspersky pada Juni 2023 lalu, mereka menemukan kampanye Advanced Persistent Threat (APT) seluler saat memantau lalu lintas jaringan jaringan Wi-Fi perusahaannya menggunakan KUMA.

Setelah analisis lebih lanjut, peneliti perusahaan menemukan bahwa pelaku ancaman siber telah menargetkan perangkat iOS milik puluhan karyawan perusahaan, mendistribusikan eksploitasi zero-click melalui iMessage untuk menjalankan malware, dan mendapatkan kendali penuh atas perangkat dan data pengguna.

Territory Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin mengungkapkan, temuan itu menandakan kalau saat ini tidak ada sistem operasi yang aman.

"Tinggal masalah waktu," kata Dony saat menjawab pertanyaan apakah iOS iPhone Apple aman atau tidak, Selasa (27/2/2024).

Ia turut menjelaskan kalau serangan siber kini semakin banyak menggunakan taktik baru yang lebih canggih. Maka dari itu sangat penting untuk para pelaku bisnis untuk menggunakan sistem yang dapat memantau aktivitas jaringan, seperti informasi keamanan dan manajemen insiden.

Sementara itu General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, Yeo Siang Tiong menyatakan, sistem operasi yang paling aman sekalipun masih bisa disusupi.

Alasannya, para pelaku terus mengembangkan taktik serangan mereka dan mencari kelemahan baru yang bisa dieksploitasi.

"Dunia bisnis harus memprioritaskan keamanan sistem mereka. Hal ini melibatkan penyediaan alat terbaru bagi karyawan dan tim teknis untuk secara efektif mengenali dan mempertahankan diri dari potensi ancaman serta remediasi insiden secara tepat waktu,” bebernya.

baca juga

Untuk diketahui iOS diklaim Apple sebagai sistem operasi paling aman di dunia. Alasannya, sistem operasi ini tidak mengizinkan pengguna untuk memasang (instal) aplikasi sembarangan yang tidak ada di toko aplikasi resmi, App Store.

Berbeda dengan iOS, Android yang merupakan sistem operasi buatan Google ini masih mengizinkan sideloading. Jadi pengguna masih bisa memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi, yang mana aplikasi ini dianggap berbahaya karena tidak diseleksi langsung oleh Google.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situs Pemerintah Masih Jadi Incaran Hacker di 2024

Situs Pemerintah Masih Jadi Incaran Hacker di 2024

Tekno | Selasa, 27 Februari 2024 | 15:38 WIB

Serangan Hacker Makin Canggih berkat ChatGPT, Bisakah Dilawan Balik lewat AI?

Serangan Hacker Makin Canggih berkat ChatGPT, Bisakah Dilawan Balik lewat AI?

Tekno | Selasa, 27 Februari 2024 | 14:25 WIB

Elon Musk Tuding Google Rasis usai Produk AI Ogah Hasilkan Foto Orang Kulit Putih

Elon Musk Tuding Google Rasis usai Produk AI Ogah Hasilkan Foto Orang Kulit Putih

Tekno | Minggu, 25 Februari 2024 | 14:49 WIB

Layanan Google Pay Akan Dihentikan Juni 2024, Apa Gantinya?

Layanan Google Pay Akan Dihentikan Juni 2024, Apa Gantinya?

Tekno | Minggu, 25 Februari 2024 | 14:14 WIB

Cara Cek Spesifikasi HP Android, Cuma Butuh 1 Menit

Cara Cek Spesifikasi HP Android, Cuma Butuh 1 Menit

Tekno | Minggu, 25 Februari 2024 | 14:12 WIB

Google Pay Resmi Dihapus, Ini Penggantinya

Google Pay Resmi Dihapus, Ini Penggantinya

Tekno | Minggu, 25 Februari 2024 | 13:16 WIB

Terkini

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:20 WIB

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:13 WIB

×