Google Pecat Karyawan yang Bela Palestina

Dicky Prastya

Minggu, 10 Maret 2024 | 16:30 WIB
Google Pecat Karyawan yang Bela Palestina
Ilustrasi Kantor Google. [Cristina Aldehuela/AFP]

Suara.com - Google telah memecat teknisi Cloud yang sempat protes karena membela Palestina. Pegawai itu mendesak Google buntut sponsori konferensi teknologi Israel.

Protes ini karyawan Google ini viral beberapa waktu lalu. Kala itu ia meneriaki Direktur Pelaksana Google di Israel, Barak Regev, saat berpidato di acara teknologi Israel di New York.

"Saya seorang teknisi perangkat lunak Google dan saya menolak membangun teknologi yang mendukung genosida dan mata-mata!" protes karyawan Google di acara tersebut, dikutip dari Engadget, Minggu (10/3/2024).

Saat diseret oleh petugas keamanan, dia terus berteriak dan merujuk pada Project Nimbus. Ini adalah kontrak senilai 1,2 miliar Dolar AS (Rp 18 triliun) yang dimenangkan Google dan Amazon untuk memasok kecerdasan buatan (AI) maupun teknologi lainnya ke militer Israel.

“Proyek Nimbus membahayakan anggota komunitas Palestina! Saya menolak membangun teknologi yang akan digunakan untuk cloud apartheid,” kata teknisi itu sembari diusir petugas keamanan.

Setelah ia dikeluarkan dari tempat tersebut, Regev kemudian melanjutkan pidatonya. Ia menyinggung soal demokrasi di perusahaan, yang dicontohkan oleh orang tersebut.

"Seni dari hak istimewa bekerja di sebuah perusahaan, yang mewakili nilai-nilai demokrasi memberikan panggung untuk berbagai pendapat," katanya.

Regev lalu mengakhiri pidatonya setelah muncul orang kedua yang juga menyela dan meneriaki Google terlibat dalam genosida.

Setelah acara, sang pegawai mengatakan kalau protes itu dilakukan agar karyawan Google lainnya ikut solidaritas bersama dalam membela Palestina.

baca juga

Sementara itu Juru Bicara Google mengaku telah memecat pegawai tersebut. Pemutusan hubungan kerja (PHK) itu dilakukan karena sang karyawan mengganggu acara resmi mereka.

"Awal pekan ini, seorang karyawan mengganggu rekan kerja yang sedang memberikan presentasi – mengganggu acara resmi yang disponsori perusahaan. Perilaku ini tidak baik, apa pun masalahnya, dan karyawan tersebut dihentikan karena melanggar kebijakan kami," kata juru bicara Google.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbaikan Palestina Butuh Dana Rp1.4 Kuadriliun, Mesir Klaim Lindungi Warga Gaza

Perbaikan Palestina Butuh Dana Rp1.4 Kuadriliun, Mesir Klaim Lindungi Warga Gaza

Bisnis | Minggu, 10 Maret 2024 | 15:30 WIB

Muat Wajah Biden dan Benjamin Netanyahu,  Seniman New York Gerilya Sebar Iklan Protes ke Israel

Muat Wajah Biden dan Benjamin Netanyahu, Seniman New York Gerilya Sebar Iklan Protes ke Israel

News | Minggu, 10 Maret 2024 | 14:52 WIB

Titus Bonai Diserang SARA di Sosial Media, Netizen Murka Karena...

Titus Bonai Diserang SARA di Sosial Media, Netizen Murka Karena...

News | Minggu, 10 Maret 2024 | 13:39 WIB

MSI Luncurkan Rangkaian Laptop dan Gaming Handheld MSI Claw Terbaru

MSI Luncurkan Rangkaian Laptop dan Gaming Handheld MSI Claw Terbaru

Tekno | Minggu, 10 Maret 2024 | 08:35 WIB

Menlu Retno Marsudi Didatangi Ibu-ibu Sambil Menangis di Supermarket, Ternyata Ucapkan Hal Ini

Menlu Retno Marsudi Didatangi Ibu-ibu Sambil Menangis di Supermarket, Ternyata Ucapkan Hal Ini

News | Sabtu, 09 Maret 2024 | 15:50 WIB

60.000 Ibu Hamil di Palestina Kelaparan, Lebih dari 9.000 Perempuan Meninggal

60.000 Ibu Hamil di Palestina Kelaparan, Lebih dari 9.000 Perempuan Meninggal

News | Jum'at, 08 Maret 2024 | 23:42 WIB

Terkini

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:51 WIB

×