Ini Manfaat Teknologi Hijau Ramah Lingkungan Jika Indonesia Mau Serius

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 03 April 2024 | 03:33 WIB
Ini Manfaat Teknologi Hijau Ramah Lingkungan Jika Indonesia Mau Serius
Ilustrasi gaya hidup ramah lingkungan. (Pexels)

Suara.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nezar Patria mengungkapkan sejumlah manfaat teknologi hijau ramah lingkungan apabila diterapkan secara serius di Indonesia.

Ia menerangkan kalau munculnya istilah teknologi hijau adalah sebagai upaya mitigasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan sekaligus mengatasi krisis iklim.

"Teknologi hijau muncul sebagai upaya mitigasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dengan melestarikan dan melindungi sumber daya alam menggunakan teknologi," kata Nezar dalam konferensi pers di Midpoint Place, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/4/2024).

Ia menilai, teknologi ramah lingkungan akan memberikan sejumlah manfaat untuk Indonesia apabila serius diterapkan.

Berikut manfaat teknologi ramah lingkungan buat Indonesia menurut Wamenkominfo:

1. Dekarbonisasi melalui pengurangan emisi CO2 sebesar 20 persen dengan menggunakan ICT di berbagai sektor
2. Dematerialisasi melalui teknologi dan desain digital, mengurangi penggunaan material dalam produk hingga 90 persen
3. Detoksifikasi melalui desain dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik, menghasilkan limbah 10-100 kali lebih sedikit dalam rantai produksi

Wamenkominfo Nezar Patria saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Jumat (22/3/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Wamenkominfo Nezar Patria saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Jumat (22/3/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Namun Nezar tak menampik kalau Indonesia memiliki sejumlah tantangan buat menerapkan teknologi hijau ramah lingkungan demi prinsip berkelanjutan. Berikut uraiannya.

1. Kendala pada teknologi keuangan dan akses infrastruktur terhadap solusi berkelanjutan
2. Ketimpangan Sosial dan Ekonomi
3. Kurangnya Regulasi Teknologi Ramah Lingkungan menyebabkan ketidakpastian, distorsi pasar, dan degradasi lingkungan

Kendati begitu, Nezar optimistis kalau tantangan tersebut bisa diatasi Indonesia lewat beragam kolaborasi.

Baca Juga: Pemerintah Sudah Melek Teknologi Hijau Ramah Lingkungan, Ini Proyeknya

"Meskipun demikian, melalui kolaborasi, khususnya yang kita miliki saat ini, saya yakin tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dan pada akhirnya dapat diatasi," imbuhnya.

Berdasarkan riset Statista tahun 2023, Nezar menyebut kalau pasar teknologi ramah lingkungan dan keberlanjutan global diproyeksikan mencapai 62 miliar Dolar AS (Rp 988 triliun) pada tahun 2030.

Adapun total investasi transisi energi global berjumlah 1,78 triliun Dolar AS atau sekitar Rp 28.378 triliun pada tahun 2023.

"Masyarakat juga optimis bahwa digitalisasi memainkan peran penting dalam upaya dekarbonisasi global melalui pengurangan emisi CO2 sebesar 35 persen pada dekade berikutnya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI