Jangan Tertipu! Kenali Trik Baru Penipuan "Sopan" Lewat SMS

Budi Arista Romadhoni

Senin, 14 Oktober 2024 | 08:06 WIB
Jangan Tertipu! Kenali Trik Baru Penipuan "Sopan" Lewat SMS
Ilustrasi penipuan online (Freepik/user2846165)

Suara.com - Banyak dari kita merasa cukup cerdas untuk menghindari penipuan, terutama yang dilakukan melalui pesan teks. Namun, kenyataannya, lebih mudah tertipu daripada yang kita kira.

Salah satu alasannya adalah karena jumlah penipuan yang terus bertambah, mulai dari smishing hingga penipuan satu langkah yang sangat sederhana. Kini, para ahli memperingatkan kita tentang satu lagi jenis penipuan yang perlu diwaspadai, terutama dalam pesan teks, serta cara mengidentifikasinya.

Kemungkinan besar, sebagian besar dari kita pernah menerima pesan teks penipuan.

Biasanya, kita dapat dengan mudah mengenalinya mungkin karena kesalahan ejaan, permintaan untuk mengeklik tautan, atau pesan tersebut berasal dari nomor yang tidak dikenal. Namun, ada jenis pesan lain yang lebih sulit dikenali sebagai penipuan.

Dikutip dari Unilad, Tim Bajarin, ketua Creative Strategies, sebuah perusahaan riset pasar yang berbasis di San Jose, California, ada tiga kata khusus yang sering digunakan penipu dalam pesan teks: "would you kindly." Dalam wawancaranya dengan Reader's Digest, Bajarin menjelaskan bahwa frasa ini seharusnya menimbulkan kewaspadaan.

Mengapa frasa ini patut dicurigai? Bajarin menyebut bahwa penggunaan kata "kindly" lebih sering ditemukan dalam komunikasi formal, khususnya di negara-negara dengan pengaruh Inggris, bukan dalam bahasa sehari-hari di Amerika Serikat.

Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa pesan tersebut berasal dari penipu yang berbasis di luar negeri.

Selain itu, Bajarin menambahkan bahwa penggunaan kata atau frasa yang tidak biasa, seperti "would you kindly," mirip dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa yang sering menjadi indikator penipuan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika menerima pesan seperti ini? Doug Shade, mantan penyelidik penipuan dan pendiri Fraud Prevention Strategies, menyarankan agar kita tidak pernah mengeklik tautan atau lampiran dalam pesan yang mencurigakan.

baca juga

Jika ragu, sebaiknya masuk ke akun yang dimaksud secara mandiri, menggunakan login dan kata sandi pribadi, untuk memverifikasi apakah lembaga tersebut benar-benar mencoba menghubungi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Perlu Waspada, Banyak Seliweran Loker Palsu, Ini Ciri-cirinya

Masyarakat Perlu Waspada, Banyak Seliweran Loker Palsu, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 13:48 WIB

Aplikasi Cleanspark Milik Siapa? Waspada Modus Investasi Bodong

Aplikasi Cleanspark Milik Siapa? Waspada Modus Investasi Bodong

Bisnis | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:03 WIB

Mobil Mewah dan Janji Palsu, Modus Operandi Skema Ponzi Kripto IcomTech Terbongkar!

Mobil Mewah dan Janji Palsu, Modus Operandi Skema Ponzi Kripto IcomTech Terbongkar!

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2024 | 13:24 WIB

Terkini

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:14 WIB

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Beredar Video Nusron Wahid Ditangkap, KPK: Bukan Jemput Paksa

Beredar Video Nusron Wahid Ditangkap, KPK: Bukan Jemput Paksa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:40 WIB

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:34 WIB

×