Pakai Aplikasi Ini untuk Deteksi Siswa Gunakan AI, Guru Bisa Coba

Muhammad Yunus Suara.Com
Senin, 21 Oktober 2024 | 19:35 WIB
Pakai Aplikasi Ini untuk Deteksi Siswa Gunakan AI, Guru Bisa Coba
Ilustrasi siswa menikmati jaringan internet di sekolah [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Pakar Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia (UI), Firman Kurniawan, menyoroti potensi besar sekaligus tantangan yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sektor pendidikan.

Menurutnya, AI dapat membantu guru merancang materi pembelajaran secara lebih efektif dan menarik, termasuk mengubah materi yang tadinya berbasis tertulis atau teks menjadi bentuk audio-visual yang lebih mudah dipahami siswa.

"AI juga bisa memetakan gaya belajar siswa. Dengan analisis tugas-tugas yang diberikan, AI bisa mengidentifikasi apakah siswa lebih cepat belajar melalui audio, visual, atau studi kasus. Ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran," kata Firman saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin 21 Oktober 2024.

Namun, Firman juga mengingatkan adanya ancaman jika AI digunakan tanpa panduan yang tepat dan siswa yang bergantung pada AI untuk menyelesaikan tugas seperti esai atau karangan tanpa pemahaman mendalam berisiko mengalami keterhambatan perkembangan kognitif.

Kebiasaan anak memanfaatkan AI dalam mengerjakan tugas juga bisa menghambat pembentukan kemampuan berpikir kritis mereka.

Oleh karena itu, Firman menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan dasar terlebih dahulu sebelum siswa diizinkan menggunakan AI.

"Kemampuan mengartikulasikan ide dan gagasan harus terbangun dengan baik. Penggunaan AI yang efektif juga membutuhkan keahlian dalam merumuskan prompt yang tepat. Jika kemampuan ini tidak terbentuk, hasil dari AI akan jauh meleset dari tujuan pembelajaran," ungkapnya.

Lebih lanjut, Firman juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam penggunaan AI oleh siswa.

Alat pendeteksi penggunaan AI seperti GPT-Zero dan Turnitin dapat membantu para guru mengidentifikasi siswa yang menggunakan AI secara tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Token Listrik Rp5.000 Cuma di PLN Mobile

Namun, Firman menekankan bahwa AI harus diintegrasikan dengan bijak dalam pendidikan, dengan batasan yang jelas mengenai kapan dan bagaimana penggunaannya.

"AI dalam pendidikan boleh digunakan secara luas, tetapi para guru dan perancang kurikulum harus paham tahapan-tahapannya. Penggunaan AI tidak boleh menjadi semacam 'kucing-kucingan'. Penting untuk memahami potensi bias dan kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses AI, agar hasil pembelajaran tetap sesuai dengan tujuan yang diinginkan," ujar Firman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI