Sejarah di Balik Helm Bertanduk Viking: Bukan dari Medan Perang, Tapi Panggung Opera

Agung Pratnyawan

Rabu, 15 Januari 2025 | 16:45 WIB
Sejarah di Balik Helm Bertanduk Viking: Bukan dari Medan Perang, Tapi Panggung Opera
Ilustrasi bangsa Viking dengan helm bertanduk. [Pixabay]

Suara.com - Di berbagai film dan adaptasi yang mengangkat bangsa Viking, mereka selalu digambarkan dengan mengenakan helm bertanduk. Namun benarkah bangsa Viking selalu memakai helm tersebut?

Ternyata, aksesoris tersebut punya sejarah panjang tentang penggambaran bangsa Viking. Bahkan keberadaan helm tersebut jauh sebelum masa-masa Viking di Eropa.

Jika Anda pernah melihat film Viking, maka ada satu aksesoris khas yang digunakan para viking tersebut. Ya, aksesoris tersebut adalah helm bertanduk.

Namun ternyata, helm bertanduk yang dipakai Viking ini buka  hanya untuk gaya-gayaan, sebab ada sejarah panjang di baliknya.

Dirangkum Suara.com dari scienceabc, helm bertanduk Viking muncul dari seniman seperti Malmström. Opera Wagner semakin memopulerkan gambar tersebut, meskipun ketidakakuratan historisnya.

Dikisahkan, di sebuah desa Nordik yang kumuh, terletak di antara fjord terjal dan hutan lebat, hiduplah seorang pria bernama Erik.

Ia adalah perwujudan dari seorang Viking sejati, tinggi dan tegap, dengan surai liar berwarna merah menyala dan janggut yang mengalir deras seperti air terjun api.

Erik dikenal di seluruh negeri karena semangatnya yang tak kenal takut dan kekuatannya yang tak kenal menyerah.

Salah satu ciri khas Erik adalah helm bertanduknya yang khas. Terbuat dari besi dan dihiasi ukiran rumit, helm itu memiliki dua tanduk megah yang melengkung anggun di setiap sisinya.

baca juga

Saat Erik mengenakan helmnya, ia tampak seperti seorang pejuang yang langsung muncul dari legenda, siap menaklukkan lautan dan mengklaim wilayah baru.

Ilustrasi bangsa Viking dengan helm bertanduk. [Pixabay]
Ilustrasi bangsa Viking dengan helm bertanduk. [Pixabay]

Namun kisah ini diragukan sebab Erik seharusnya tidak mengenakan helm bertanduk. Orang Skandinavia kemungkinan besar mempersenjatai diri dengan tutup kepala yang kuat, tetapi kita harus menepis anggapan bahwa tutup kepala ini memiliki tanduk yang menakutkan.

Apakah Helm Bertanduk Ada di Eropa?

Helm bertanduk memang ada di Eropa utara, tetapi helm ini sudah ada sekitar 2.000 tahun sebelum zaman Viking, berasal dari budaya Zaman Perunggu yang mendahului catatan sejarah yang tercatat di wilayah tersebut.

Temuan arkeologis seperti ini merupakan utusan dari masa ketika mitos lahir, atau ketika mitos itu dihidupi, dan merupakan satu-satunya cara kita mengetahui helm ini.

Dua helm, yang dikenal sebagai helm Viksø, ditandai dengan hiasan rumit, seperti paruh yang melengkung anggun dan mata menonjol yang terletak di dahi, digali pada tahun 1942, ditemukan di dalam rawa gambut dekat Kopenhagen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penemuan Jimat Kuno Ubah Pemahaman Sejarah Awal Kekristenan di Eropa

Penemuan Jimat Kuno Ubah Pemahaman Sejarah Awal Kekristenan di Eropa

Tekno | Selasa, 24 Desember 2024 | 14:04 WIB

7 Baju Perang Paling Ikonik Sepanjang Sejarah

7 Baju Perang Paling Ikonik Sepanjang Sejarah

Tekno | Jum'at, 20 Desember 2024 | 15:28 WIB

Arkeolog Temukan Harta Karun Viking Berusia 1.000 Tahun di Norwegia

Arkeolog Temukan Harta Karun Viking Berusia 1.000 Tahun di Norwegia

Tekno | Senin, 16 Desember 2024 | 12:28 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×