Komdigi Akan Panggil Pengelola Koin Jagat usai Viral Bikin Rusak Fasilitas Umum

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 16 Januari 2025 | 07:00 WIB
Komdigi Akan Panggil Pengelola Koin Jagat usai Viral Bikin Rusak Fasilitas Umum
Ilustrasi koin Jagat. (X @youthofdisaster, TikTok @legianterkini)

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memanggil pengembang aplikasi Jagat setelah beberapa waktu belakangan viral di Indonesia.

Diketahui aplikasi tersebut memiliki permainan bernama 'Koin Jagat' yang memungkinkan pengguna untuk berburu koin dan bisa ditukar dengan total hadiah Rp 850 juta. Namun game tersebut justru membuat pemainnya merusak fasilitas publik demi berburu koin.

"Sudah, kami sudah panggil. Kami sudah ajak diskusi ini. Diskusi lagi berlangsung ketika kalian (wartawan) bertanya ini," kata Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, dikutip dari ANTARA, Rabu (15/1/2025).

Wamenkomdgi berpandangan kalau aplikasi Jagat sebenarnya memiliki inovasi dan kreativitas yang baik. Hanya saja platform tersebut justru menyediakan game yang dampaknya negatif.

Nezar menjelaskan kalau pengembang aplikasi Jagat pun sudah menerima pengaduan terhadap munculnya perusakan fasilitas umum akibat permainan tersebut.

"User yang seperti ini mungkin mereka belum paham bahwa pencarian seperti itu merusak yang namanya fasilitas publik. Kami sudah sampaikan kepada pengembangnya," imbuh dia.

Wamenkomdigi Nezar Patria saat ditemui di Financial Hall Sudirman, Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Wamenkomdigi Nezar Patria saat ditemui di Financial Hall Sudirman, Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Lebih lanjut Nezar mengatakan kalau developer aplikasi kemungkinan bakal mengubah mekanisme permainan Koin Jagat untuk mencegah dampak kerusakan lebih parah.

Pengembang aplikasi, dikatakan Nezar, juga bakal mengembangkan konsep baru yang lebih edukatif dan konstruktif tanpa merusak fasilitas publik.

"Jadi pengembangnya itu me-review dan kemudian mungkin akan mengubah pola permainannya untuk tidak sampai merusak. Jadi bahkan juga akan dilihat satu program yang lebih baru, yang lebih edukatif, dan juga lebih konstruktif gitu. Jadi tidak lagi merusak dan lain sebagainya," tandas Nezar.

Baca Juga: Viral 4 WNI Ngaku Disekap dan Disetrum di Myanmar: Tolong Kami Pak Prabowo!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI