Menteri KKP Terkejut Ada Sertifikat di Pagar Laut, Netizen: Loh, Kok Aneh...

Muhammad Yunus, Rezza Dwi Rachmanta

Jum'at, 24 Januari 2025 | 20:30 WIB
Menteri KKP Terkejut Ada Sertifikat di Pagar Laut, Netizen: Loh, Kok Aneh...
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang masih menjadi pembahasan publik. Sebuah cuplikan video memperlihatkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono yang mengaku kaget karena terdapat sertifikat pada pagar laut.

Netizen lantas menyindir bahwa mereka lebih kaget lagi mengapa Trenggono tak mengetahuinya. "Menteri KKP di talkshow Rosi, terkejut," tulis @V3g3L. Postingan yang dibagikan viral setelah memperoleh ratusan retweet dan ratusan tanda suka.

Sakti Wahyu Trenggono diketahui menghadiri program Rosi Kompas TV, pada Kamis (23/1/2025). "Anda terkejut juga tahu (ada pagar laut)?," tanya Rosianna Silalahi.

"Iya dong, kan undang-undangnya jelas yang namanya laut nggak boleh disertifikat," kata Sakti Wahyu Trenggono. "Dan sebagai Menteri KKP Anda tidak tahu apa pun bahwa 30 km pagar laut itu ternyata dimiliki oleh dua perusahaan besar dan 21 perusahaan?" cecar Rosi.

"Itu belum terbukti loh," ungkap Trenggono. "Kalau begitu saya ulang pertanyaannya. Bapak kaget karena ternyata, 30 km pagar itu memiliki hak guna bangunan dan hak milik?" tanya Rosi lagi.

Menteri KKP RI lantas mengaku kaget saat tahu terdapat sertifikat pada laut. "Jadi gini-gini. Ada 30 km pagar laut di situ, yang dipagar dari bambu. Lalu kemudian di sekitar situ, itu ada HGB atau sertifikat lah yang ada di dalam laut, yang terendam di dalam air. Saya kaget? Kenapa? Karena tidak boleh ada sertifikat di dalam laut. Undang-undangnya kan begitu (tidak boleh ada sertifikat di laut). Kalau sampai itu ada, wah baru pikiran saya kepikir, oh itu tujuannya untuk ke sana," tambah Trenggono.

Ia kembali menjelaskan teori 'reklamasi alami' yang sebelumnya menuai sorotan netizen. "Oh kalau begitu ini bisa jadi kepentingan reklamasi secara natural. Saya katakan begitu. Terhadap yang kasihkan sertifikat itu. Tapi saya tidak bisa menunjuk langsung, kan tidak boleh. Nanti saya ditunjuk, dituntut lagi," ucapnya.

Netizen ramai memberikan nyinyiran mengingat Trenggono tidak tahu hal besar sedang terjadi di lingkup kementeriannya. Cuplikan video viral tersebut menuai beragam komentar dari netizen.

"Saya juga terkejut pak karena bapak terkejut," sindir @N**o*__.

baca juga

"Menterinya saja terkejut, apalagi saya," balas @TO**he*by.

"Rugi bayar pajak, dapat menteri ginian," komentar @hol**sh**16.

"Loh kok aneh ya menteri nggak tahu apa-apa. Terus selama ini dia kerja ngapain? Kok bisa-bisanya nggak tahu pagar sepanjang itu. Sudah dari tahu loh pembangunan pagar laut," tulis @in**a*cd_

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertawa Ada HGB di Atas Laut, Mahfud MD: Hukum Diinjak-injak Bandit, Masak Kita Diam Aja?

Tertawa Ada HGB di Atas Laut, Mahfud MD: Hukum Diinjak-injak Bandit, Masak Kita Diam Aja?

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 19:25 WIB

Mantan Kabareskrim Dukung Said Didu Bongkar Pagar Laut, Apa Kata Netizen?

Mantan Kabareskrim Dukung Said Didu Bongkar Pagar Laut, Apa Kata Netizen?

Tekno | Jum'at, 24 Januari 2025 | 19:10 WIB

Dianggap Pahlawan Nelayan, Netizen Minta Kholid Gantikan Menteri Trenggono

Dianggap Pahlawan Nelayan, Netizen Minta Kholid Gantikan Menteri Trenggono

Tekno | Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:59 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×