Suara.com - Superkomputer adalah versi super dari komputer yang kita gunakan sehari-hari. Namun, dibandingkan dengan PC atau laptop biasa, superkomputer memiliki performa jauh lebih tinggi dan mampu memproses data dalam jumlah besar dengan kecepatan luar biasa.
Menurut IBM, superkomputer adalah jenis komputer tercepat di dunia yang membutuhkan infrastruktur khusus, termasuk sistem pendingin canggih, agar dapat beroperasi dengan optimal. Secara arsitektur, superkomputer memiliki ribuan CPU dan GPU yang jauh lebih kuat daripada yang digunakan dalam perangkat konsumen biasa.
Kemampuannya dalam menangani data skala besar membuat superkomputer banyak digunakan dalam penelitian ilmiah, seperti pengembangan obat, simulasi cuaca, bahkan hingga bermain catur seperti yang dilakukan Deep Blue, superkomputer IBM yang mengalahkan juara dunia catur pada 1997.
Berikut adalah daftar tujuh superkomputer paling canggih di dunia berdasarkan peringkat TOP500 terbaru.
1. El Capitan
Lokasi: Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, AS
Performa: 1.742 petaFLOPS (1,742 exaFLOPS)
Komponen: CPU AMD EPYC 24-core Generasi ke-4 + APU AMD Instinct MI300A
Online sejak: November 2024
El Capitan saat ini dinobatkan sebagai superkomputer tercepat di dunia dan menjadi mesin exascale ketiga yang pernah dibuat. Komputer ini dirancang untuk menjaga keamanan persediaan senjata nuklir AS tanpa melakukan uji coba bawah tanah. Selain itu, superkomputer ini digunakan untuk penelitian dalam bidang ilmu material, fisika, serta eksplorasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin.
El Capitan dikembangkan sebagai pengganti superkomputer Sierra (2018) dalam program CORAL-2 yang dikelola oleh Departemen Energi AS.
2. Frontier
Lokasi: Laboratorium Nasional Oak Ridge, Tennessee, AS
Performa: 1.353 petaFLOPS (1,4 exaFLOPS)
Komponen: CPU AMD EPYC 64-core + GPU AMD Instinct MI250X
Online sejak: Agustus 2022
Sebelum El Capitan muncul, Frontier adalah superkomputer exascale pertama di dunia yang aktif sejak 2022. Mesin ini dikembangkan oleh HPE Cray dan digunakan dalam berbagai penelitian, termasuk kanker, penemuan obat, fusi nuklir, dan eksplorasi bintang.
Dalam beberapa tahun ke depan, Frontier akan terus dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi transportasi dan medis. Bahkan, para ilmuwan berharap dapat menggunakannya untuk membuat simulasi evolusi galaksi Bima Sakti.
![Superkomputer Frontier [Carlos Jones/ORNL/U.S. Department of Energy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/02/23937-superkomputer-frontier.jpg)
3. Aurora
Lokasi: Laboratorium Nasional Argonne, Illinois, AS
Performa: 1.012 petaFLOPS (1,0 exaFLOPS)
Komponen: CPU Intel Xeon Max Series + GPU Intel Data Center Max Series
Online sejak: Juni 2023
Aurora adalah salah satu superkomputer terbaru yang berpotensi menjadi yang paling canggih. Berbasis di Argonne Leadership Computing Facility (ALCF), komputer ini merupakan hasil kerja sama antara Intel dan HPE.
Salah satu keunggulan utama Aurora adalah kemampuannya dalam kecerdasan buatan (AI), pemodelan, simulasi, dan analisis ilmiah. Dengan potensi daya komputasi mencapai 2 exaFLOPS, Aurora menjadi alat penting dalam penelitian proyeksi iklim, penyimpanan energi, ilmu material, hingga eksplorasi energi fusi nuklir.
Menurut para ilmuwan, Aurora diharapkan dapat membantu mengungkap rahasia energi fusi skala besar yang dapat menjadi sumber energi masa depan.
4. Eagle: Superkomputer Berbasis Cloud dari Microsoft
Lokasi: Microsoft Azure (Cloud/Terdistribusi)
Performa: 561 petaFLOPS (0,56 exaFLOPS)
Komponen: CPU Intel Xeon Platinum 8480C 48C + GPU Nvidia H100
Online sejak: Agustus 2023
Tidak seperti superkomputer lainnya yang berbasis di laboratorium fisik, Eagle adalah superkomputer berbasis cloud milik Microsoft yang dapat diakses melalui platform Microsoft Azure. Dengan sistem terdistribusi, jaringan komputer ini secara kolektif memiliki daya yang cukup untuk menjadi superkomputer tercepat ketiga di dunia.
Keunggulan utamanya adalah aksesibilitas—siapa pun yang membutuhkan daya komputasi super tinggi bisa menggunakannya, selama bersedia membayar.
5. HPC6: Superkomputer Industri Terkuat di Eropa
Lokasi: Green Data Center Eni, Ferrera Erbognone, Italia
Performa: 477,9 petaFLOPS
Komponen: CPU AMD EPYC 64-core Generasi ke-3 + GPU AMD Instinct MI250X
Online sejak: November 2024
Dikembangkan oleh perusahaan energi Italia Eni, HPC6 adalah superkomputer industri pertama dan yang paling kuat di Eropa. Mesin ini dirancang untuk mendukung penelitian dalam dekarbonisasi, efisiensi energi, dan teknologi ramah lingkungan.
HPC6 memiliki sistem pendingin cair inovatif yang dapat menghilangkan 96% panas yang dihasilkan. Superkomputer ini juga membantu dalam penelitian penyimpanan karbon dioksida, pengembangan baterai berteknologi tinggi, serta optimalisasi biofuel dan material biokimia.
6. Fugaku: Mantan Raja Superkomputer dari Jepang
Lokasi: Riken Center for Computational Science, Kobe, Jepang
Performa: 442 petaFLOPS (0,44 exaFLOPS)
Komponen: CPU A64FX
Online sejak: Juni 2020
Pada tahun 2020-2022, Fugaku adalah superkomputer tercepat di dunia sebelum akhirnya tergeser oleh Frontier dan El Capitan. Namanya diambil dari Gunung Fuji, gunung berapi legendaris di Jepang.
Fugaku telah digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk membantu penelitian COVID-19 dengan menganalisis efektivitas masker dalam menangkal droplet pernapasan. Saat ini, Fugaku sedang melatih model bahasa besar AI Jepang, mirip dengan ChatGPT.
7. Alps: Superkomputer Swiss untuk Sains Modern
Lokasi: Pusat Superkomputer Nasional Swiss (CSCS), Lugano, Swiss
Performa: 270 petaFLOPS
Komponen: Prosesor Nvidia GH200 Grace Hopper
Online sejak: September 2024
Alps adalah superkomputer terbaru dari Swiss yang dirancang untuk menangani pemrosesan data dalam jumlah besar. Mesin ini menggantikan superkomputer sebelumnya, Piz Daint, dan terbuka untuk digunakan oleh para peneliti di seluruh dunia.
Beberapa bagian daya komputasi Alps dialokasikan untuk proyek-proyek khusus, seperti:
1. MeteoSwiss, untuk prakiraan cuaca dan klimatologi Swiss.
2. AI & Machine Learning, untuk berbagai proyek pembelajaran mesin.
3. Penelitian energi, termasuk kolaborasi dengan pusat data di Italia dan Swiss.
8. LUMI: Superkomputer Ramah Lingkungan dari Finlandia
Lokasi: Pusat Data CSC, Kajaani, Finlandia
Performa: 380 petaFLOPS (0,38 exaFLOPS)
Komponen: CPU AMD EPYC 64-core Generasi ke-3 + GPU AMD Instinct MI250X
Online sejak: Juni 2021
LUMI pernah menjadi superkomputer tercepat di Eropa dan kini berada di peringkat kedelapan dunia. Keunggulannya terletak pada penggunaan energi hijau, di mana seluruh daya yang digunakan berasal dari 100% energi hidroelektrik terbarukan.
Bahkan, panas yang dihasilkan dari sistemnya digunakan untuk menghangatkan gedung-gedung di sekitarnya, menjadikannya salah satu superkomputer paling ramah lingkungan. LUMI juga digunakan sebagai mitra dalam pengembangan komputasi kuantum, bekerja sama dengan dua komputer kuantum Finlandia: QAL 9000 dan Helmi.
9. Leonardo: Superkomputer Andalan Italia
Lokasi: Pusat Data CINECA, Bologna, Italia
Performa: 239 petaFLOPS (0,23 exaFLOPS)
Komponen: CPU Intel Xeon Platinum 8358 32-core + GPU Nvidia A100
Online sejak: November 2022
Sebagai bagian dari program superkomputer EuroHPC Uni Eropa, Leonardo menjadi superkomputer tercepat kedua di Eropa setelah HPC6. Sistem ini dioperasikan oleh CINECA, sebuah konsorsium yang terdiri dari universitas, pusat penelitian publik, dan lembaga pemerintah Italia.
Leonardo dirancang dengan arsitektur modular yang menggabungkan tiga modul utama, menjadikannya salah satu sistem paling fleksibel dan efisien dalam pemrosesan data besar.
Pada Mei 2023, Leonardo memasuki fase praproduksi, di mana sebanyak 80 proyek penelitian diajukan dan 13 proyek terpilih untuk diuji coba. Kemudian, pada Agustus 2023, Leonardo mulai beroperasi penuh, memberikan daya komputasi besar untuk berbagai bidang riset, termasuk kecerdasan buatan, simulasi cuaca ekstrem, dan penelitian farmasi.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins