Data besar sulit dianalisis tanpa alat bantu, dan tekanan distribusi cepat di media sosial.
![Roadshow IDCamp for Journalist, Pentingnya Pelatihan AI untuk Jurnalis Indonesia, Senin (5/5/2025). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/05/94369-roadshow-idcamp-for-journalist.jpg)
“Jurnalis dengan keterampilan data dan AI akan lebih mampu untuk bersaing di era digital sehingga dapat meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia,” ujar Arsy.
Dia pun menjelaskan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari teori dan pengembangan sistem komputer agar dapat menjalankan tugas tertentu layaknya manusia.
Tidak hanya itu, dia juga menjabarkan apa itu AI yang merupakan teknologi yang membuat komputer bisa meniru cara berpikir manusia, seperti membuat keputusan, menyelesaikan masalah, dan memahami bahasa.
Sementara itu, dia menjelaskan Machine Learning, yang merupakan bagian dari AI di mana komputer belajar dari data untuk membuat prediksi atau keputusan, tanpa harus diprogram secara langsung.
Sedangkan Deep Learning, merupakan jenis ML yang memakai jaringan saraf dengan banyak lapisan untukmengenali pola rumit, misalnya dalam gambar atau suara.
Lalu, Generative AI sendiri merupakan jenis DL, yang bisa membuat hal-hal baru seperti teks, gambar, atau musik dengan belajar dari data yang sudah ada.
Selanjutnya, para jurnalis juga dapat mengikuti pelatihan Online Bootcamp AI x IDCamp for Journalist yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai 28 Mei 2025, setiap pukul 19.00 – 20.30 WIB via Zoom.
Peserta bootcamp akan mendapatkan pelatihan intensif dari expert trainer, akses ke kelas AI di Dicoding, sertifikat digital, serta kesempatan memperluas jejaring bersama jurnalis dari seluruh Indonesia.
Dalam Bootcamp AI x IDCamp for Journalist Online, para jurnalis akan dibekali materi seperti The Power of Data, Introduction to AI, hingga Responsible AI in Journalism.