Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya mengumumkan nasib terbaru Pusat Data Nasional pertama (PDN 1) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas yang dibangun sejak 2022 lalu akan ditargetkan uji coba pada Juni 2025 mendatang.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan kalau uji coba PDN ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan layanan publik berbasis data yang aman, efisien, dan transparan.
"PDN adalah fondasi penting dalam memperkuat ekosistem digital pemerintahan. Kami bekerja sama dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan kementerian terkait untuk memastikan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Meutya, dikutip dari siaran pers Komdigi, Senin (5/5/2025).
Menkomdigi menjelaskan bahwa PDN 1 telah melalui proses serah terima pada Maret 2025 dan kini memasuki tahap asesmen keamanan serta operasional oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Kami targetkan uji coba operasional dapat dimulai pada Juni,” imbuhnya.
Meutya menerangkan, percepatan pembangunan PDN merupakan bagian dari upaya mendukung 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan 17 program prioritas nasional.
Salah satu sasaran utamanya adalah memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) lebih transparan dan akuntabel melalui teknologi digital yang andal.
Selain itu, pemerintah tutur merencanakan pembangunan tiga Pusat Data Nasional sebagai penguatan infrastruktur digital. Selain PDN 1 yang segera beroperasi, PDN 2 dan PDN 3 sedang disiapkan dengan skema co-sharing yang tengah dibahas untuk mempercepat realisasi.
Menkomdigi pun turut menyoroti urgensi penguatan cadangan operasional. Untuk saat ini mereka masih mengandalkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) karena pemerintah belum menyediakan anggaran ke dua fasilitas data center tersebut.
“Saat ini, opsi cadangan masih mengandalkan PDN Sementara (PDNS), namun anggarannya belum tersedia. Jika tidak segera dianggarkan, ada risiko sistem berjalan tanpa cadangan, dan itu tidak ideal,” katanya.
Lebih lanjut Meutya mengklaim, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan pusat data secara tuntas demi memastikan transformasi digital pemerintahan berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan.
Pusat Data Nasional Cikarang
Diketahui pembiayaan pembangunan PDN bersumber dari bantuan pemerintah Perancis serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mengutip situs Aptika Kominfo, fasilitas data center itu nantinya akan memiliki kapasitas prosesor sebesar 40 petabyte, memori 200 terabyte dan didukung power supply sebesar 20 megawatt yang bisa dinaikkan menjadi 80 megawatt.
PDN juga akan didukung oleh sistem keamanan internal dan eksternal terbaik, serta dibangun dengan standar Tier 4 yang merupakan standar terbaik di tingkat global.